POV PELAKOR:Gairah Wanita Simpanan

POV PELAKOR:Gairah Wanita Simpanan
Masa Lalu 2


__ADS_3

Flashback On...


Enam tahun yang lalu, Tepat dimana usia seorang anak perempuan lima belas tahun. Bahkan, Ia baru saja lulus SMP. Karena pengaruh biaya dari Mamanya. Yang bisa dibilang kurang mampu. Belum lagi, Sang Mama harus kerja mati matian. Demi bisa mereka makan sehari harinya.


Apalagi, Saat ini Mamanya juga sedang sibuk mencari biaya pengobatan. Untuk wanita yang telah rela mengurusnya serta membesarkan. Dan kini mungkin, Giliran Sang Mama, Yang harus menunjukkan baktinya sendiri. Sebagai ucapan terimakasih nya. Meskipun, Dengan cara ini juga mamanya merasa. Masih belum cukup.


Keadaan mamanya yang terpuruk. Dan selalu di tagih hutang oleh lintah darat. Akhirnya, Pada suatu hari seorang wanita kaya . Datang menemui Sang mama. Dan meminta mamanya untuk menepati janjinya. Setelah semua biaya yang telah ia keluarkan. Selama membantu biaya rumah sakit. Serta melunasi semua hutang hutangnya selama ini.


" Sayang, Sudah selesai belum? ". Teriak Mamanya. Tepat di depan pintu kamar putrinya.


Sebuah rumah minimalis. Yang baru beberapa hari ini mereka tempati. Dan entah darimana uang yang mamanya dapatkan. Sehingga ia mampu membeli rumah sendiri. Dengan harga yang baginya juga tak murah.


Kompleks perumahan seperti perumnas. Kalangan menengah sedang. Kini telah menjadi tempat tinggal. Yang lumayan nyaman. Daripada tempat tinggal mereka sebelum nya.


Ceklek...

__ADS_1


"Ma, Sebenarnya kita mau pergi kemana sih? ". Tanya gadis remaja itu masih saja penasaran. Karena Mamanya selalu saja tersenyum saat ia bertanya.


" Hari ini kan hari ulang tahun kamu sayang. Jadi, Mama akan ajak kamu jalan jalan, Dan makan makanan favorit kamu". Jawab Sang Mama dengan seulas senyum dibibirnya.


Sebuah senyuman yang sangat penuh kebohongan Meskipun ia memperlihatkan wajah bahagianya. Sejujurnya wanita itu saat ini tengah menderita. Dan juga merasa bersalah. Sebab, Ia sama saja akan menjual sesuatu dalam diri putrinya. Hanya untuk sebuah surat perjanjian yang telah ia sepakati sebelum nya.


"Mama, Intan tidak papa kalau mama gak ada uang. Intan tidak akan menuntut mama agar merayakan ulang tahun Intan ma. Bagi Intan, Asalkan semua hutang hutang mama lunas dan mama juga tidak akan lelah bekerja lagi. Itu sudah membuat Intan bahagia ma".


Intan remaja tampak menatap wajah mamanya. Penuh dengan ketulusannya. Gadis remaja itu pun berniat, Akan membuat Mamanya bahagia. Setelah ia bisa menyelesaikan sekolahnya nanti. Bahkan, Gadis remaja itu sudah mendapatkan tawaran kerja. Meskipun hanya sebagai seorang spg saja.


Sang mama begitu terharu, Mendengar penururan putrinya. Andai saja waktu bisa di ulang lagi. Mungkin ia akan memilih untuk tidak menerima pinangan suaminya. Dan lebih baik melupakan semua kenangan indahnya. Meskipun harus berpisah dengan pria yang ia cintai. Daripada harus membuat hidup putrinya kelak menderita.


Intan remaja pun langsung memeluk Mamanya erat. " Kenapa mama harus minta maaf?. Seharusnya Intan lah yang harus meminta maaf dengan Mama. Karena Intan mama harus kerja siang malam. Dan semua itu mama lakukan , Agar Intan bisa makan dan sekolah ".


" Intan janji ma, Mulai besok mama tidak usah kerja malam lagi!. Karena Intan sudah ambil kerja paruh waktu ma. Jadi, Pulang sekolah kedepannya nanti, InsyaAllah Intan akan langsung bisa kerja".

__ADS_1


Sang mama hanya bisa menganggukkan kepalanya saja. Tanpa ingin bicara panjang lebar. Karena, Sebelum putrinya masuk sekolah. Ia akan membawanya pada wanita yang telah mengeluarkan banyak uang. Demi membayar kan semua hutang hutangnya. Dan juga biaya rumah sakit ibu panti.


🌿🌿🌿🌿🌿


Hari ini benar benar mereka habiskan waktu bersama. Bahkan, Sang mama juga membawa putrinya untuk masuk ke Mall. Bahkan, Membelikan nya barang barang untuk keperluan sekolah nya nanti.


Intan memang baru saja ujian akhir sekolahnya. Dan ia juga sudah diterima masuk sekolah SMA. Dengan program beasiswa penuh sampia tamat.


Mamanya begitu bangga pada putrinya. Meskipun mereka bukan orang berada. Setidaknya, Otak Intan memang sangat cerdas dan juga selalu berprestasi disekolah nya. Bahkan, Itu sejak ia sekolah Paud sampai ingin masuk SMA saat ini.


"Mama dapat uang darimana?. Kok bisa belanjain Intan disini?. Jangan bilang mama pinjam sama lintah darat lagi? ".


" Tidak sayang, Ini kebetulan mama dapat bonus dari bos mama. Karena dia juga sedang ulang tahun, Dan tanggal nya sama dengan kamu. Makanya mama dikasih bonus. Agar bisa ajak anak mama jalan jalan ".


" Makasih ma, Seharusnya uangnya bisa di tabung saja!. Karena Intan juga bisa beli barang yang lebih murah dari ini ma".

__ADS_1


"Husssttt. Sekali kali tidak papa sayang. Hitung hitung juga sebagai hadiah ulang tahun kamu ".


Ingin sekali rasanya ia menangis saat ini. Karena tinggal menghitung jam saja. Wanita itu pasti akan datang dan mengambil putrinya. Rasanya tak kuasa untuk mengorbankan Intan remaja. Namun, Ia juga sudah terlanjur menandatangani surat perjanjian nya. Jika, Tidak maka wanita itu pasti akan membuat hidupnya jauh lebih menderita lagi.


__ADS_2