Promise Of Love

Promise Of Love
12. menunggu bantuan


__ADS_3

mereka berjalan menyusuri jalan, tak ada satu pun mobil yang lewat atau setidaknya seorang yang juga berjalan


Wildan tampak menenteng tas berisi baju milik Alya , sedang Alya tetap saja tampak ceria seperti tidak ada masa saja, ia berjalan kesana kemari, meloncak menempel seperti tupai


"hai kau .... , kenapa kau seperti itu, tampak tidak ada masalah saja!" tampak wajah Wildan mengerutu kesal, ia sudah cukup lelah menenteng barang yang menurutnya cukup berat, sedangkan Alya asik melenggang


Alya menatapnya dengan penuh tanda tanya


"apa lagi, ini tasmu berat sekali....!" Wildan mengangkat tas Alya yang berada di tangannya dengan muka masam, tapi bukanya kasihan Alya malah memasang senyuman manisnya,


menbuat Wildan hanya bisa menatapnya penuh kagum, senyu Alya seakan berhasil menyihirnya


"masalah apa......?, kalau kita selalu berdua, masalah apa yang akan muncul ?!" jawaban itu keluar begitu saja dari mulut manisnya


membuat Wildan seketika menghentikan langkahnya, ia berdiri terpaku menatap punggun Alya yang terus saja berjalan tanpa beban


"benar juga ya ....!" sekarang gantian Wildan yang tersenyum gembira, ia segera mengejar Alya yang sudah jauh di depan


"itu...., dokter ..., ada gubuk, kita berteduh di sana saja ...!" tiba tiba Alya menunjuk ke subuah gubuk tua yang berada tak jauh dari tempat mereka berdiri, gubuk yang sepertinya sudah cukup lama di tinggalkan, tampak dati keadaannya yang sudah tak terawat lagi


"ok, ayo kita kesana!" Wildan meliha apa yang di lihat Alya, ia segera menatik tangan Alya sekarang mereka menuju ke gubuk itu


*****


Akhirnya mereka masuk ke dalam gubuk itu, kotor, Alya pun segeraembersihkannya dengan memakai sapu lidi yang sudah tinggal 30 cm panjangnya


"bersih ...." Alya pun segera mendudukkan bokongnya yang terasa sudah meronta


"apa kau capek?" Wildan tampak khawatir dengan keadaan Alya, ia terus memperhatikan Alya, ia ikut duduk di sampingnya


"tidak....!" Alya pun kembali membersihkan sedikit tempat yang mereka duduku karena masih tampak debu di sana


"tidurlah aku akan menjagamu!" perintah Wildan


"Aku harus tidur dimana?" Alya tampak bingung karena sepertinya tidak cukup tempat itu untuk berbaring


"disini .... !" tampak Wildan menunjukkan pundaknya


"trimakasih!" tampa segan Alya menyandarkan kepalanya di bahu wildan, ya itulah Alya


"entah apa hingga aku tidak bisa jauh darimu, jagan pernah pergi dariku!" batin Wildan dan kemudian ikut tertidur bersama semakin gelapnya malam


****

__ADS_1


mentari mulai mengusik mata yang enggan terbuka, sorot sinatnya menembus dedaunan yang melindungi mereka


karena cahaya mentari mulai menyilaukan mata, Alya tampak mengerjap ejapkan matanya yang terkena cahaya, ia merakan ada tempat nyaman di sebelahnya


"astaga aku lupa, aku tidur di bahunya" Alya segera menjauhkan kepalanya dari pundak Wildan, ia mengamayi wajah nya yang sedang terpejam


" ternyata dia lucu sekali kalo sedang tidur!" gumam Alya sambil memandangi wajah Wildan, ia menemukan kesempurnaan di sana, wajah tampan dengan pahatan yang sangat sempurna, bibir tipisnya kemerahan alami


"kenapa? aku tampan ya?!" ternyata Wildan cuma pura pura tidur, Alya terkejut segera mengalihkan pandangannya


"lama - lama kamu jatuh cinta lo sama aku!" sambil senyum menggodanya, yang di balas dengan tatapan tajam dari Alya


kruuuk ......


tiba- tiba perut Alya bersuara tanda sudah mulai lapar, karena memang sejak berangkat mereka belum makan


"kamu lapar ya, sebentar aku cari makan dulu !"


Wildan pun segera beranjak dan lari mencari makan,


Alya berusaha menghentikannya, tapi belum sampek mangap Wildan sudah keburu pergi


"ah dasar bodoh, dimana dia bisa dapat makan kalau di tempat seperti ini!" Alya pun menggerutu sendiri dengan kebodohan Wildan


"emang dia mau cari di mana!" Alya tampak terus menggerutu sambil berlalu memanjat pohon mangga yang memang tampak sangat lebat buahnya tak jauh dari tempatnya beristirahat


cerocosnya sambil memetik beberapa buah mangga,


tiba -tiba Wildan datang, dan terkejutnya saat melihat Alya di atas pohon


"a s t a g a Alya ......!" ternyata suara Wildan mengejutkan Alya hingga dia kehilangan keseimbangan dan


buuug


Alya terjatuh dari pohon,


tapi setelah membuka matanya ternyata dia tepat di atas tubuh Wildan,


mereka pun saling berpandang dengan jarang yang sangat dekat sedekat jari kelingking dan jari telunjuk,


"auw sakit .....!" suara Wildan memecah keheningan di antara mereka


"maaf maaf!" Alya pun segera berdiri dari atas tubuh Wildan

__ADS_1


"tidak apa apa kok, aku iklas kok walau di timpa tubuh kamu 100x atau 1000 x juga nggak pa pa !" tapi ekpresi Wildan malah mengejutkan dengan gombalanya


"ih .... dasar!" sambil menepuk lengan Wildan


"auw.....!" tiba- tiba Wildan mengeryitkan matanya tanda kesakitan


"mana yang sakit?" tampak wajah Alya yang sangat khawatir


" tangan kamu terluka!" Alya tampak membalut luka Wildan dengan sapu tangannya , tapi Wildan tanpa sepatah kata pun keluar dari mulutnya ,


ia masih memandangi wajah Alya dengan tatapan cinta


"sudah....!" Alya sambil memetik metikkan jari jarinya di depan mata Wildan


" apa??!" Wildan segera sadar dari lamunannya


"kau ini yaa, apa yang kau lakukan di atas sana? memang kau ini siapa? superhero? dasar gadis ceroboh!"


Wildan tampak seperti emak emak yang lagi ngomeli anaknya,


tapi tanpa jawaban Alya tampak mengambil mangga mangga yang jatuh dan menyodorkan satu mangga ke arah Wildan


"nih makan !" sambil menyodorkan mangga langsung ke mulut Wildan sekeyika membuat Wildan diam


"makanya jangan sok tau, dasar ....!" Alya segera a bangun dan memunguti mangga yang telah ia jatuhkan


setelah memungiti semua mangga, Alya kembali metatap Wildan sambil menahan senyum karena buah mangga masih tak beralih dari mulutnya, membuatnya tampak lucu


"apa ....?" Wildan pun segera mengambil mangga di mulutnya, ia tampak Wajah Wildan kesal, tapi jatuhnya malah lucu membuat Alya tersenym geli


BERSAMBUNG


**jangankan untuk marah, untuk berkata tidak saja aku tidak bisa , sejak kapan kau kuasai hatiku, bahkan aku tidak tau mulainya kapan, tapi rasa ini jangan pernah berakhir


 


by: triadefi**


 


JANGAN LUPA KASIH DUKUNGAN KE AUTHOR DENGAN MEMBERIKAN LIKE DAN KOMENTARNYA YA


KASIH BOTE JUGA

__ADS_1


BIAR TAMBAH SEMANGAT


LOVE YOU


__ADS_2