Promise Of Love

Promise Of Love
episode akhir


__ADS_3

Setelah rapi Alya pun merasa lapar, perutnya mulai terus berbunyi


“Wildan ...!”


“iya ...!” Wildan yang sedang asik dengan ponselnya segera mendongak melihat kearah Alya yang masih duduk di depan meja riasnya


“aku lapar ...!”


“kamu mau turun atau sarapan di sini aja?”


“lebih baik turun saja, aku ingin melihat lihat rumah ini!”


“tapi sayang, aku ingin tetap bedua sepanjang hari di kamar ini bersama mu!” Wildan mengampiri Alya dan melingkarkan tangannya di pundak Alya dan mulai menciuminya


“jangan egios Wildan!” dengan menunjukkan wajah melasnya


“kamu manis sekali, baiklah, pangeranmu ini tak mampu menolak lagi ....!”


Akhirnya Wildan menuruti Alya


Wildan menggandeng Alya menuju pintu yang tadi tak sempat Allya buka


“ini pintu...?”


“iya, ini pintu keluar kamar, makanya aku melarangmu membukanya kalau sedang tidak pakai baju!”


Alya hanya mengangguk tanda mengerti, Alya tetap berjalan di belakang Wildan


Wildan membuka pintu kamarnya.


***


Pov Alya

__ADS_1


Aku benar- benar terpana melihat rumah ini, saat pintu terbuka aku melihat di luar kamar , ini bukan rumah tapi ini istana, aku sudah cukup heran dengan besarnya rumah ayahku, tapi ini lebih besar lagi, kamarku berada di lantai dua


Kami menuruni tangga , di bawah tangga ada ruangan besar sepertinya ruang keluarga ada beberapa sofa besar di sana, ada tv besar di sudut ruang


Di ujung tangga sudah berdiri seorang laki-laki paruh baya sudah seumuran dengan ayahku


“selamat pagi tuan muda, selamat pagi nona!” sapanya sambil menundukkan kepalanya


“pagi pak !” aku balik menyapanya, tapi dia membalasku dengan senyuman


“ini pak harun, beliau adalah kepala pelayan di rumah ini!”


Wildan mengenalkanku padanya, wau keren sekali rumah ini, ada kepala pelayannya juga


“salam kenal pak harun ....!” aku memberi senyum termanis yang aku punya


“sarapannya sudah siap tuan, nona!”


“terimakasih pak ...!” setelah mengucap terima kasih Wildan kembali menarik tanganku menuju ke meja makan yang jaraknya tak jauh dari ruang keluarga, pak Harun mengikuti kami dari jarak beberapa langkah di belakang kami


“pak , duduklah di sini, nanti capek lo ...!” aku memberi isyarat kepada pak Harun untuk duduk di sampingku


“tidak usah nona, biar aku di sini saja!”


Wildan hanya mendengarkan percakapanku dengan pak Harun dengan tersenyum penuh makna


“pak, silahkan tinggalkan kami , tidak papa!” tapi Wildan malah menyuruh Pk Harun pergi, entah apa yang di fikirkan


***


Pov Wildan


“pak , duduklah di sini, nanti capek lo ...!”Alya memberi isyarat kepada pak Harun untuk duduk di sampingnya, tapi aku tahu Pak Harun pasti menolaknya

__ADS_1


“tidak usah nona, biar aku di sini saja!”


Aku hanya tersenyum mendengar percakapan mereka, aku tak mau membuat pak Harun semakin serba salah maka aku pun menyuruhnya untuk meninggalkan kami


“pak, silahkan tinggalkan kami , tidak papa!”


“baik tuan, silahkan di nikmati makanannya!”


Aku hanya membalas dengan senyuman, dan pak Harun pun meninggalkan kami berdua


Rasanya senang sekali bisa berduaan dengan istri tercinta, walau pun kini istriku terlihat manyun


“apa tidak ada yang mau mengambilkan aku makan ya?”


“oh iya, maaf ya sayang .....!”


“bisa di ulang satu kali lagi nggak panggilannya, aku suka!”


Rasanya senang sekali akhirnya Alya mau memanggilku ‘sayang’ , aku sudah menunggu panggilan itu sekian lama


“apaan sih..., aku malu”


“kenapa harus malu aku kan suamimu sayang ...”


“iya ... sayaaaaang...”


“ya udah sekarang ambilkan makananku sayang”


Alya pun dengan cekatan mengambilkan makanan untuk ku


“lauknya apa sayang?”


“apa saja, yang penting yang ngambilin kamu, aku mau makan ...”

__ADS_1


“gombal ih ....!”


Kami pun akhirnya memulai makan pagi


__ADS_2