
POV Alya
langkah kami sampailah pada sebuah pintu besar , di sebuah teras yang di sangga oleh tiang tiang besar, rumah ini di dominasi dengan warna putih
aku ulurkan tangan ke pintu
tok tok tok
"kenapa harus mengetuk pintu?!" Wildan tampak protes
tapi aku sedikit kaget, tapi kemudian aku faham , kenapa juga aku harus mengetuk pintu ini kan rumahnya
"ayo masuk .... !" tiba tiba Wildan menarik tanganku, ya benar pintu ini tidak di kunci, jelas saja dia faham kapan pintu ini di kunci atau tidak
kami pun sampai di dalam rumah, dan ya sepertinya semua keluarga sedang berkumpul, dan semua mata menatap pada kami berdua
tidak, tapi lebih tepatnya semua tertuju padaku,
ya tiba tiba saja anak laki- lakinya membawa seorang gadis bersamanya setelah 2 minggu ini menghilang
__ADS_1
"wildan...., dari mana saja kau ini?" tiba- tiba seorang wanita paruh baya membuka keheningan kira - kira 7 orang disana termasuk aku dan Wildan
"dan gadis ini siapa?" tiba - tiba wanita itu menunjukku, aku pun sedikit tersentak, tapi Wildan tampak masih diam saja,
tapi mungkin kalau aku yang di tanya aku juga akan merasa bingung harus aku jawab apa walaupun memang tidak terjadi apa- apa di antara kami
"ma...., tenanglah dulu, biarkan kami duduk dulu, dan pasti akan aku jelaskan pada kalian!" Wildan pun menarik lagi tanganku yang memang dari tadi tidak pernah lepas dari genggamannya
setelah kami duduk mereka pun mengikuti berjalan di mengikuti,
di sana tampak ada pria paruh baya yang tampaknya itu papa nya Wildan ,
satu wanita tua kira - kira usia 75 tahunan sepertinya beliau nenek Wildan,
dan satu wanita yang sedang hamil , satu lagi pria muda kira- kira lebih tua dari Wildan
"sekarang jelaskan pada kami nak!" pria paruh baya itu tampak lebih tenang dan bijaksana
"baik, ma... pa.... nenek ....., saya akan jelaskan, tapi perkenalkan dulu, dia adalah Alya, kalian masih ingat kejadian sepuluh tahun yang lalu saat aku hilang di perjalanan, kalian menemukanku tiga hari kemudian, saat itu aku bersamanya!" Wildan tampak memberi jeda pada ceritanya
__ADS_1
"ayo Wil lanjutkan, ini pasti seru...!" ya pria muda itu tampak tertarik dengan cerita Wildan
"usst ..... diam Ardi, biar dia lanjutkan ceritanya....!" nenek itu ikut angkat bicara, nenek juga tampak tertarik dengan ceritanya
"apa kalian tau sejak saat itu aku menunggu saat ini untuk bertemu lagi dengannya, saya selama ini memang mencarinya!"
"truss apa yang kau ingin lakukan dengan gadis ini?" tampak mama Wildan mengimidasi, aku langsung faham kalau beliau tidak menyukaiku
"d i a ....., dia akan mencari orang tua kandungnya ma... !" tampak Wildan memberi alasan, tapi aku langsung tercengang dengan alasan Wildan
"dia di sini juga akan melanjutkan kuliah!" kalau alasan ini lebih bisa aku terima, karena bagaimana mungkin aku mencari orang tuaku, aku saja tidak punya petunjuk sama sekali tentang mereka
"trus gadis ini akan tinggal di mana nak?" kemudian nenek itu ikut bertanya
"aku mohon biarkan dia tinggal di sini sampai dia menemukan keluarganya, dan aku juga akan mengurus kuliahnya !" Wildan tampak memohon
"baik, tapi hanya sampai dia menemukan keluarganya!" mama Wildan tampak memberi penegasan, ya sepertinya memang mama Wildan lah yang mendominasi rumah besar ini
jangan lupa kasih dukungan dengan memberikan like dan komentarnya ya
__ADS_1