
Setelah memarkirkan mobilnya,Wildan segera turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Alya.
Mereka pun berjalan beriringan masuk ke dalam ruang pesta. Dr. Wildan tak pernah melepaskan pinggang Alya, seakan memang dia ingin sekali menunjukkan pada dunia bahwa gadis di sampingnya adalah miliknya.
Sudah banyak yang hadir di pesta itu, terlihat semuanya tampak orang- orang besar, pengusaha-pengusaha baik yang muda maupun yang tua. Semua relasi bisnis keluarganya hadir. Ini menjadi kesempatan untuknya bisa menemukan keluarga Alya.
Dr. Wildan dan Alya memasuki ruang pesta, semua mata menatap ke arah Wildan dan Alya. Mereka benar-benar menjadi pusat perhatian.
Sebagian mereka ada yang berbisik- bisik, mengatakan kalau mereka pasangan yang serasi, cowoknya tampan dan ceweknya cantik.
Dan ada pula yang bertanya-tanya perihal Alya, kalau Wildan pasti sudah tidak asing di kalangan mereka, tapi kalau Alya baru kali ini mereka melihatnya. Siapa gadis yang telah berhasil menarik hati dokter muda tampan itu?
"Ayo kita ke sana." Ajak dr. Wildan sambil menunjuk ke salah satu sudut ruangan."Itu di sana ada mama sama papa!" ya di ujung ruangan tampak mama dan papa Wildan juga memperhatikan kedatangan mereka.
Tuan Wijaya dan istrinya sedang berdiri bersama seseorang di sana.
"Malam ma, pa....!" sapa Wildan pada mereka.
"Malam nak .....!" pak Wijaya menyambut Alya dan Wildan dengan ramah.
"Mumpung kamu sudah datang, papa pengen kenalkan kamu sama rekan bisnis papa, ini namanya tuan Sanjaya!" pak Wijaya tampak menunjuk orang yang berdiri di sampingnya.
Alya sedikit terkejut mendengar nama itu, sepertinya nama itu tidak asing baginya. Kenapa nama itu begitu familiyar? Begitu tidak asing.
"Sanjaya ....., rasanya familiar sekali di telingaku! Siapa dia?" batin Alya
"ah. ..., mungkin cuma perasaanku saja!" gumam Alya berusaha menghilangkan prasangkanya itu.
"Salam kenal om, saya Wildan!" tampak Wildan menyambutnya dengan memperkenalkan diri.
"Ooh iya Al ...., kamu bisa tinggalkan Wildan sebentar, kami akan ngobrol dengan Wildan dulu!" tiba- tiba mamanya Wildan, bibi Retno menyuruh Alya meninggalkan Wildan. Ya sedari tadi Alya tampak tidak di anggap.
"Alya tetap di sini bersamaku ..." ucap dr. Wildan sambil menahan tangan Alya yang sedari tadi tetap diam.
"Ini pembicaraan bisnis ...., Alya tidak akan suka, ya kan Al ...?" ucap Retno sambil mengedipkan matanya pada Alya, berharap gadis itu mengerti.
"Iya ....,Aku akan bosan, biarkan aku ke sana sebentar...!" Alya pun langsung berbalik hendak meninggalkan mereka tapi tangan Alya tertahan oleh tangan Wildan, Wildan langsung menarik tangan Alya
"Ma...., jangan gitu dong, biar Alya tetap di sini!" Wildan tidak menyerah, ia tetap meminta pada mamanya untuk membiarkan Alya tetap di sampingnya.
"Bukanya apa Wildan, Alya pasti bosan kalau dia bersama kita yang membicarakan masalah bisnis, dia pasti nggk bakalan mengerti, iya kan Alya ....!" bibi Retno tampak membulatkan matanya pada Alya, yang artinya Alya harus meninggalkan mereka.
"Iya , aku pasti akan bosan di sini, biar aku ke sana, ke kak Mira, aku nggk pa pa kok!" Alya tampak memberi alasan agar Wildan tidak menahannya lagi.
"baiklah ...., aku akan segera menemui mu!" Wildan pun membiarkan Alya pergi dari hadapannya. Tapi matanya tetap mengikuti langkah Alya. Ia tak ingin membiarkan Alya lepas dari pandangannya.
Alya benar-benar menghampiri Mira
__ADS_1
"Hai kak ....!" sapa Alya.
"Hai Al ...., wah ..., kamu cantik sekali ...." Mira tampak mengagumi penampilan Alya.
"Trimakasih kak ...."
"Duduklah ....., ayo kita nikmati pesta ini, makanlah ..." Mira menunjuk tempat duduk di sampingnya dan menyerahkan sepiring kecil kue untuk Alya. Alya pun segera duduk dan menerimanya.
"Terimakasih kak ...."
"Jangan sungkan"
Mereka pun akhirnya mengobrol hangat berdua, ya Mira memang sudah menganggap Alya seperti adiknya sendiri.
Tapi tak lama, Ardi pun datang menghampiri mereka.
"Sayang ...., aku mencarimu kemana-mana, tarnyata kau di sini."
"Maaf ...., aku menemani Alya."
"Lalu ..., dimana Wilda?" tanya Ardi.
"Tuh ...., lagi sama mama dan papa."
"Tuh anak memang ya, bukannya nemenin Alya malah ngobrol asik di sana."
"Tapi maaf ya Alya, aku harus meminta kakakmu ini ..."
"Kemana sayang ...?" tanya Mira.
"Kita di cari teman aku, dia ingin bertemu denganmu sayang ..."
"Iya kak, nggak pa pa kalau kakak mau ke sana. Aku akan makan sepuasnya ..." ucap Alya meyakinkan Mira agar bersedia meninggalkannya.
Dengan berat hati, Mira pun akhirnya meninggalkan Alya.
******
setelah beberapa lama duduk seorang diri, tiba- tiba ada yang menghampirinya. Sebuah suara yang tak asing memanggilnya.
"Alya...!" suara itu dapat di kenali Alya, suara yang tidak asing. Suara siapa?
"Kenapa sendiri saja?" lalu sebelum Alya menjawab dia sudah bertanya lagi. Ya sekarang ia baru bisa mengenali suara itu. Vino.
"Pak Vino ......!" Alya langsung teriak kegirangan melihat Vino datang. Ya akhirnya dia ada temannya di tempat asing ini.
"Kenapa sendiri saja .....?" Vino pun langsung duduk di samping Alya tanpa permisi.
__ADS_1
"Dimana pak dokter mu .....?" sebelum sempat menjawab lagi, Vino sudah kembali bertanya lagi, Alya pun langsung menunjuk ke arah Wildan tanpa menjawab.
"Untung ada pak Vino, jadi aku tidak bosan lagi, di sini tidak ada yang aku kenal selain keluarga Wildan, jadi aku bosan !"
Tapi tiba-tiba Alya kembali terperanjak dari duduknya, saat matanya tanpa sengaja menangkap seorang wanita menghampiri Wildan dan kedua orang tua Wildan.
"Re-va . ...!"
"Ada apa Alya?" Vino ikut kaget melihat reaksi Alya
"Dia Reva.....!" Alya sambil menunjuk ke arah gadis cantik yang menghampiri Wildan
"Kamu kenal gadis itu?"
"Iya ...., dia senior aku di kampus, kami beda satu tingkat!"
******
POV ALYA
Kenapa perasaanku tidak nyaman ya, apa yang mereka bicarakan hingga aku tidak boleh ikut mendengarkan
Katanya dia tidak akan jauh dari aku kenapa dia tidak juga kembali padaku
"hHei ....., kenapa malah melamun ....!" aku sampai lupa kalau di hadapanku kini ada Vino
"tidak .....!"
"maksudnya tidak salah ....!"
Vino pun akhirnya berhasil mengusir kesunyianku di pesta ini,
****
Aku akan menjadi alasan kenapa kamu tersenyum, menemanimu ketika tak ada yang mau bersamamu, dan menghapus setiap tetesan air mata yang kau jatuhkan. Karena aku ada untuk menjadi bagian dari sejarah hidupmu.
BERSAMBUNG
Jangan lupa kasih dukungan ke Author dengan memberikan LIKE dan KOMENTARnya ya
kasih Vote juga ya
yang buanyak
terima kasih
Happy Reading 😘😘😘😘
__ADS_1