Promise Of Love

Promise Of Love
16. Wildan


__ADS_3

POV Wildan


setelah di usir dari kamar Alya, aku pun menuju ke kamarku, kamar ku dan kamar Alya di satukan oleh teras, di lantai dua rumah kami, jadi tidak sulit untukku menemui Alya


aku segera merebahkan tubuhku di tempat tidur, rasanya hari ini hari yang melelahkan, sambil ku penjamkan mata ini


tapi pikiranku melayang layang, aku harus mulai merencanakan hari esok kan, Alya harus kuliah dimana? siapa orang tua Alya?


tok tok tok


suara pintu di ketuk membuyarkan fikiranku


"Wildan.....! sebuah teriakan datang dari balik pintu, siapa lagi kalau bukan kakakku yang segera akan menjadi bapak,


tapi kelakuannya tetap seperti anak kecil, sedangkan Ardi dia lebih tertutup padaku walaupun dia anak bungsu


aku segera membuka mata dan bangun dari tidurku, sebuah pelukan hangat mendarat di tubuhku


"bro ...., kemana saja kau selama ini, aku sangat merindukanmu?" kak Aris selalu saja memelukku setuap kali kami bertemu


"kak....., lepas, !"


"maaf ......, aku kesenengan!" kak Aris pun segera melepas pelukanya


"mira bilang lo bawa bidadari ya?"


"dasar kalian berdua sama saja!" aku masih dalam posisi duduk di samping tempat tidur, Arispun mengikutiku duduk,


" aku benar- benar penasaran bidadari lo itu seperti apa? hingga membuat adikku yang tak laku laku ini menunggu selama ini?"

__ADS_1


"jangan ganggu dia!" plototku padanya sedikit bercanda, aku memang selama hanya bisa cerita kepada kak Aris dan Ardi walaupun dia sedikit cuek


"maaf....., maaf ....!" Aris tampak mengangkat kedua tangannya sengan wajah memelas


"bagaimana bisa aku marah padamu kak!" kataku sambil duduk di sampingnya


"trus bagaimana ?"


"seharusnya aku yang bertanya padamu kak, bagaimana di rumah selama aku tinggal?" akupun membalikkan pertanyaan


"kacau ....., mama sudah memilihkan jodoh untukmu!"


"benarkah ....!" aku sedikit terkejut


"iya....., lo tau anak teman bisnis papa pemilik AskCompany ?"


"tidak, kenapa?"


"trus apa yang harus aku lakukan?" aku pun bingung harus bagaimana


"apa gadismu itu sudah tau perasaanmu?"


"sepertinya tau tapi ......!"


"tapi kenapa?"


"tapi aku tidak tau perasaannya padaku!"


"berarti kita harus menggali perasaannya"

__ADS_1


"bagaimana caranya?" aku semakin penasaran, ya maklum aku belum pernah menaklukkan hati wanita manapun, kebanyakan mereka yang mendekatiku


"ada dua cara!" aku terkesiap mendengarkan kelanjutannya, kak Aris pun segera melanjutkan ucapannya


"pertama lo harus membuat dia terkesan dengan mu, kedua lo harus membuat dia cemburu pada mu, untuk itu lo harus menjalankan yang cara yang pertama dulu!" penjelasannya panjang lebar membuatku sedikit faham


"ok ......, kita laksanakan cara yang pertama!"


*******


malam ini di meja makan tak henti- hentinya aku perhatikan wajah Alyaku, ini makan malam pertamanya bersama keluargaku


tampaknya dia sudah mulai akrab tengan anggota keluarga yang lain, nampak sesekali dia ikut bicara


ya walaupun tatapan mama tampak tidak suka, aku yakin lama lama mama suka


sepertinya Alya sadar kalau aku sudah memperhatikannya, tapi kenapa tidak menyapaku?


jangan pernah mengabaikan aku, aku sungguh tak akan sanggup, batinku


jika bisa aku, pasti aku akan melamarmu sekarang, tapi aku tidak mungkin memaksamu, tapi aku akan membuatmu jatuh cinta padaku


tanpa terasa aku tersenyum- senyum sendiri, hingga sebuah apel mendarat di wajahku


"auw .... sakit!" tiba- tiba tawapun pecah , ternyata dari tadi semua memperhatikan tingkahku


"kakak ....., apa yang sedang kau fikirkan?!" Ardi tampak tertawa


"sudah- sudah lanjutkan makannya!" siapa lagi yang bicara ketus kalau bukan mamaku

__ADS_1


**cinta terkadang membutakan seseorang, tapi janganlah merasa buta karena cinta, cinta itu ibarat pelangi satu tapi memiliki warna yang bermacam macam


jangan lupa kasih dukungan ke Author dengan memberikan LIKE dan KOMENTARnya dan lagi kasih vote juga ya**


__ADS_2