Promise Of Love

Promise Of Love
46. titik terang


__ADS_3

POV WILDAN


Hari ini mama memaksaku untuk datang ke kantor papa, sejak kejadian itu aku belum menginjakkan kakiku ke kantor papa, apalagi mengobrol hangat dengan mama, rasanya mama sudah seperti duri dalam kisah cintaku dengan Alya


Walaupun tak suka akhirnya aku hanya bisa menurut, ya karena aku anak tertua yang seharusnya bertanggung jawab dengan kehidupan keluarga besarku, termasuk kemajuan perusahaan keluarga


Akhirnya aku sampai di depan ruangan papa, segera ku ketuk pintu ruangan itu


Tok tok tok


“masuklah ...!” dari dalam terdengar sahutan yang jelas itu suara papa


“pagi pa, ada apa papa memanggilku kesini?”


“masak ke kantor sendiri perlu di panggil sih nak ....!”


“langsung saja pa, aku nggak punya banyak waktu pa!”


“kamu jangan seperti itu dong Wil sama papa, papa nggak tau menau soal perjodohanmu itu, itu semua idenya mama, tapi aku yakin mama pasti bermaksud baik!”


“terserah kalian saja!” aku masih saja bersikap datar enggan menanggapi protes papa


“kamu pulang ya nak , mama sangat merindukanmu, apa lagi nenek kamu!”


“maaf pa aku belum bisa pulang, sebelum semua kekacauan ini berakhir!”


“ya sudah kita bahas lainnya, sebenarnnya papa menyuruh kamu ke sini karena ada pekerjaan untukmu, papa harus keluar kota , sedangkan adikmu Aris sedang mengantar istrinya ke rumah mertuanya jadi papa ingin kamu datang Ask conpany untuk menyerahkan berkas berkas penting ini, karena tidak mungkin aku menyuruh orang lain!”


“baik pa ....!” aku pun langsung berlalu meninggalkan papa, aku tak mau terlalu banyak komentar dengan tugasku


Tapi saat aku sampai di dalam mobil aku baru sadar

__ADS_1


“Ask company ? shiitttt papa membodohiku lagi .....! papa pasti sengaja melakukan ini padaku, apa maksud papa mengirimku ke perusahaan milik papanya Vina?”


“ya sudah lah aku lakukan apa yang si rencanakan papa ...! lagi pula aku tak mungkin menolaknya sekarang!”


Ku lajukan mobilku menuju ke sebuah gedung perkantoran yang tidak kalah besar dengan gedung perusahaan kami, aku segera menemui resepsionis


“apa tua sanjaya ada?”


“apa tuan sudah ada janji?”


“tolong beritau kalau Wildan Adi Wijaya ingin bertemu!”


Dan wanita itu segera menyambungkan telponya, tak butuh waktu lama, setelah wanita itu menaruh gagang telponya


“tuan sanjaya ada di lantai 5 tuan!”


“trimakasih!” aku pun segera berjalan menuju ke sebuah lift, aku menunggu hingga lift terbuka, aku menyentuh tombol angka lima, dan lift kun melesat ke lantai lima hingga lift terbuka kembali


“kamu sudah datang nak ...!” sapa om sanjaya padaku dan aku Cuma bisa tersenyum


“silahkan duduk nak ....!” om sanjaya mempersilahkan aku duduk di sebuah sofa besar di sudut ruangan itu


“baik om ....!” mataku tak hentinya berkeliling memandangi seisian ruangan itu, tapi kemudian aku teringat dengan berkas yang aku bawa


“oh iya om, papa menyuruhku mengantarkan berkas ini pada om Sanjaya, katanya penting!”


“oh iya trimakasih ya ....!”


“berarti urusan kita sudah selesai kan om, kalau gitu aku pamit dulu!”


“kenapa terburu- buru sekali sih nak?”

__ADS_1


“maafkan saya om tapi saya tak bisa berlama- lama!” aku pun langsung beranjak dari dudukku, tapi tiba tiba pandanganku terhenti pada satu foto di sudut meja kerja om Sanjaya


“sebentar om, itu foto siapa?” aku menunjuk ke foto itu


“ oh .... itu, dia putri om ....!”


“Vina ....?”


“bukan, dia Alea , putri om yang sudah meninggal sebelas tahun yang lalu!”


“tapi sepertinya aku tak asing dengan anak itu ? apa boleh saya melihat fotonya saat usia delapan tahun?” aku merasa foto itu sangat mirip dengan Alya kecil


“kalau delapan tahun kayaknya nggak punya, tapi kalau yang mendekati delapan tahun kayaknya ada, tapi nanti biar aku cari dulu di rumah ya!”


“trimakasih om, aku tunggu fotonya besok ya om, soalnya ini penting sekali untuk seseorang, ya sudah saya pamit dulu ya om, selamat siang!” aku pun segera meninggalkan ruangan om Sanjaya, rasanya hari ini aku menemukan titik terang tenteng jati diri Alya


“ya Alya dan Alea itu namanya hampir sama kan!”


-


-


-


-


-


-


-

__ADS_1


jangan lupa like n coment ya


__ADS_2