Promise Of Love

Promise Of Love
42. dokter cinta


__ADS_3

Setelah mereka meninggalkan Alya mereka melanjutkan perdebatannya


“kenapa masih disini?” tanya Wildan dengan nada kesalnya


“kau juga masih di sini!” Vino tak kalah kesalnya


“maaf t uan Vino, ku harap anda tidak lupa kalau di sebelah itu adalah rumahku!”


“berati anda juga harusnya pulang ke rumah anda tuan Wildan!”


“aku di sini ada urusan, aku sedang menunggui calon istriku yang sedang sakit, jadi anda bisa pergi dari sini!”


Vino pun tersenyum kecut mendengar penjelasan dari Wildan


“bagaimana anda bisa mengaku sebagai calon suami dari Alya, jika anda akan bertunangan dengan orang lain!”


“maaf itu bukan urusan anda tuan Vino!”


“semua yang menyangkut hidup Alya akan menjadi urusan saya!”


“apa maksud kamu?”


“karena aku sudah mencintainya sejak kejadian malam itu, mungkin benar anda yang terlebih dulu mencintainya, bahkan jauh sebelum aku kenal dengannya, tapi jika anda sampai melepaskannya lagi, maka bukan tidak mungkin aku akan mengambilnya dari anda, ingatlah itu, jangan pernah menyakitinya lagi, dia terlalu berharga untuk di sakiti, aku pergi!" Vino pun berlalu meninggalkan Wildan dan segera menaiki kembali mobilnya


Disaat yang sama terlihat Wildan masih tertegun mendengar perkataan Vino, dia benar- benar tidak menyangka dengan apa yang dikatakan Vino


“mungkin Tuan Vino benar, aku yang salah aku sudah membuat Alya menangi, mana janji yang pernah aku ucapkan pada Alya dulu, aku sendiri yang mengingkarinya!" kini wajah Wildan terlihat sangat frustasi, dia munjatuhkan tubuhnya di bangku yang ada di teras rumah Alya


*****

__ADS_1


Hari sudah mulai sore Wildan kembali memeriksa Alya, dia ambil peralatan dokternya, dia memeriksa tekanan darah dan suhu tubuh Alya, semuanya sudah kembali normal


“mungkin kamu kemarin Cuma kecapakan saja, jadi saat terkena air hujan tubuhmu langsung bereaksi!” Wildan menjelaskan keadaannya pada Alya, tapi Alya malah tersenyum memperhatikan Wildan


“kenapa malah tersenyum?” Wildan pun keheranan dengan ekspresi yang di keluarkan Alya


“tidak ...., aku Cuma baru sadar saja kalau selama ini aku selalu berhadapan dengan seorang dokter, padahal dulu aku sangat takut pada dokter!” mereka berdua akhirnya tertawa bersama


“sekarang kamu takut nggak sama dokter?”


“kalau dokternya seganteng ini, pasien mana yang akan takut!”


“jadi sekarang kamu sudah mengakui kegantenganku kan!”


“sedikit .....!” tawa mereka kembali pecah di tengah keheningan sore itu


“untuk ....?”


“untuk semuanya, kamu sudah merawatku, apa lagi ini gratis .....!”


Cletuk


Sebuah sentilan endarat di kening Alya


“auh sakit tau .....!” merekapun kembali tertawa


“rasanya sudah lama sukali aku tidak menyentik keningnya yang menggemaskan itu!” batin Wildan


“ayo kita keluar, kata makam malam !” ajak Wildan pada Alya, Alya hanya menanggapinya dengan anggukan, rasanya tak sanggup dia menolak ajakan Wildan lagi, walaupun tak bisa di pungkiri kini hatinya masih luka

__ADS_1


“ ya sudah kamu siap siap ya aku tunggun di depan!”


Wildan pun meninggalkan Alya di dalam kamarnya, dan tak butuh waktu lama kira kira Cuma lima belas menit Alya pun sudah keluar menghampiri Wildan, Alya memang seorang gadis yang simpel, dia tidak suka berbelit belit, apalagi soal dandanan dia lebih suka simpel dan nyaman untuk di pakai


Seperti yang dia kenakan saat ini, dia mengenakan dres notif bunga kecil warnanya yang kalem tidak terlalu mencolok , dengan lengan sebahu dan masih setia dengan flet shoes nya, rambut yang di gerai se punggung dengan warna coklatnya sedikit asesoris di sebelah rambutnya


'‘bangaimana, siap berangkat??” Alya sambil berputar menunjukkan penampilannya pada Wldan


Disana Wildan juga tampak santai tak berkemeja lagi, sekarang dia mengenakan kaos ketaknya dan celana sport warna hitam, tak lupa dia menyakukan tangannya ke kedua saku celananya hingga menambah kesan maco


“siap cantikku .....!”


Mereka masuk kedalam mobil dan mobilpun melaju di jalanan yang cukup ramai itu, karena ini malam minggu jadi banyak muda mudi yang menghabiskan waktu bersama


Kelak akan kau temukan bahwa perpisahan hanya sebuah jalan untuk kembali di pertemikan. Diwaktu yang tepat dan di tempat yang seharusnya


By Kutipanpena


-


-


-


-


-


jangan lupa like n vote nya ya , tambah cinta deh ......😘😘😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2