Promise Of Love

Promise Of Love
67. kekacauan


__ADS_3

Setelah kepergian Alya dan Wildan, di pesta malam itu menimbulkan banyak sekali kekacauan


Vina yang tidak terima dengan keputusan sepihak Wildan membuatnya benar- benar terpukul, dia langsung tak sadarkan diri


Keluarga Wildan yang tak hentinya minta maaf atas apa yang di lakukan putra kebanggaannya dan pulang dengan penuh rasa malu


Tuan Sanjaya yang harus di cerca pertanyaan oleh nyonya Helsa yang terus menangisi nasib putrinya


Dan lagi – lagi Vino yang harus menelan pil pahit karena cintanya tak juga terbalas, dia harus pulang dengan rasa terluka walaupun sedikit terhibur dengan adanya Rani


Vino mengantar pulang Rani kerumah Alya


***


Di tempat lain bak sejoli yang sedang di mabuk cinta, seakan dunia ini milik berdua, tanpa memikirkan kekacaun- kekacauan yang terjadi akibat ulah mereka


Wildan dan Alya masih terus terjaga sampai matahari benar- benar terbit dan menusuk ke kulit mereka, malamnya mereka habiskan dengan kata- kata cinta yang keluar dari mulut mereka


“hari sudah mulai terik, ayo aku antar kamu pulang?” ajak Wildan pada Alya yang terlebih dulu berdiri dan membantu Alya berdiri


Setelah ini aku harus pulang ke mana? Kenapa aku bingung, apa ibu tiri ku akan menerima ku setelah apa yang ku lakukan pada putrinya


Alya tampak bermain dengan pikirannya


“aku pulang kemana?” Alya merasa bingung sendiri


“aku akan mengantarmu kerumah kontrakan saja ...!”


Maafkan aku , aku belum siap melihat kau di maki ibu tiri dan kakak tirimu, nanti jika sudah tiba waktunya pasti tiun Sanjaya akan menjemputmu


“baiklah ..., mungkin itu akan lebih baik ....!”


Baikilah walaupun itu tidak adil bagiku, karena sudah sekian lama aku menunggu hari ini tiba, tapi akan lebih baik aku menghindar dulu setelah malam ini pasti tidak akan mudah untukku


Wildan kembali memegang tangan Alya, menggandengnya menyusuri bibir pantai menuju dimana mobilnya terparkir


“kenapa kau tidak pernah memakai sopir?” Alya tampak penasaran


“aku akan lebih bebas kemana- mana sendiri tanpa sopir, memangnya kenapa?”


“keluargamu kan bukan keluarga sembarangan, jadi bukan hal yang tidak mungkin kan jika memiliki sopir pribadi!”


“lebih penting aku membayar orang untuk mengawasimu dari pada sopir untukku!”


“maksudnya ....?” kali ini Alya terperanjak menghentikan langkahnya sebentar


“ya ..., aku tidak mau kecolongan seperti waktu itu ...!”


“maksudnya membayar orang ...?” Alya tampak berpikir keras


“kamu lihat dua orang itu ...!” Wildan tampak menunjuk ke arah dua orang yang berdiri kira kira seratus meter darinya


“siapa mereka ...?”


“mereka orang yang aku tugaskan untuk menjagamu kemanapun kamu pergi dan melaporkan apa saja yang kamu lakukan!”


“apa ...!” Alya benar- benar meras tak percaya


Kenapa aku bisa tak menyadarinya selama ini, sejak kapan ini?


“jadi sejak semalam dia, maksudku mereka mengawasi kita?”


“tidak, semalam aku menyuruh mereka istirahat di mobil!”


“di mobilmu? Maksudku mobil yang kita pakai?”


“tidak, di mobil yang mereka pakai!”


“sejak kapan?”

__ADS_1


“apanya?”


“kau membayar bodyguard itu?”


“mereka sudah lama bekerja untukku!”


“maksudku , kau tugaskan untuk mengawasiku?”


“ya sejak aku menemukanmu, tapi setelah aku membawamu ke sini ancaman itu sudah hilang jadi aku memberi pekerjaan lain padanya, tapi sejak malam itu kau di hadang preman jadi aku mulai mengawasimu lagi!”


“jadi apa pun yang aku lakukan kamu tahu?”


“ya termasuk pernyataan cinta pria kaku itu!”


Waw ..., ini benar- benar hebat, pants saja dia marah sekali saat tanganku di pegang olehnya


“kau memikirkan apa?”


“tidak !” Alya menghindar dari pandangan Wildan


Mereka pun sampailah di depan mobilnya, Wildan segera membukakan pintu, tapi malah di balas dengan tawa oleh Alya


“kenapa kau menertawakanku, memang ada yang lucu?” Wildan jadi sangat salah tingkah menghadapi tawa Alya


“kau mirip supir saat membukakan pintu mobil untukku!”


Cletuk


Tiba- tiba sentilan keras mendarat di kening Alya


“auh ..., sakit!”


“itu hukuman karena kau telah menertawakanku !” kini wajah Wildan terlihat cenberut sambil meninggalkan Alya begitu saja ke pintu yang lainnya dan segera masuk ke dalam mobil,


“apa kau akan tetap berdiri di situ saja!” Wildan memanggil Alya yang masih berdiri mematung sambil mengusap- usap keningnya yang ngilu


Mobil pun melaju dengan santai, Alya masih memandangi dari sepion depan mobil yang terus mengikuti mobilnya


“Wildan!”


“hemmm!”


“kau masih marah ya?”


“hemmm!”


“jadi masih marah ya!”


Gitu saja marah sih, ngambekan sekali dia ....


“boleh aku bertanya?”


“hemmm!”


Memang Cuma itu yang bisa dia katakan


“sampai kapan dia , maksudku mereka mengawasiku?”


“sampai kau jadi istriku, dan pria kaku itu tidak mengganggumu lagi!”


Ih ... posesif sekali dia ternyata


“kau cemburu ya sama Vino?”


“sudah tau kenapa masih tanya!?”


“baiklah, aku tidak bertanya lagi!” kini Alya lebih memilih diam ketimbang menanggapi orang yang lagi marah, salah salah malah kena semprong, dia memainka sedikit ponsel di tangannya, lalu matanya tertuju pada sebuah pesan


Dek kakak pulang dulu ya, maaf kakak tidak nunggu kamu pulang, soalnya kakak naik kereta pertama , akuyakin kamu baik- baik saja, Wildan pasti menjagamu dengan baik, salam ku buat Wildan ya

__ADS_1


Sampai jumpa


“ih ..., kenapa aku bisa lupa ..!” tanpak Alya sedikit membanting ponselnya ke bangku yang tersisa antara Alya dan Wildan


“ada apa?” ternyata sedikit gerakan Alya membuat Wildan penasaran


“aku lupa kalau kakakku pulang hari ini!”


“sudah jangan sedih, pasti tak lama lagi mereka akan kembali ke sini!”


“mereka, mereka siapa?’’


“kakakmu dan bapakmu!”


“kenapa?”


“mereka pasti akan menghadiri pernikahan kita!”


“siapa juga yang mau menikah ...!”


Wildan tampak kesalnya mendengar pernyataan Alya, dia dengan tiba- tiba menghentikan mobilnya, kemarahan yang belum mereda akibat membayangkan kemesraan Alya dengan Vino kini harus di tambah lagi


“apa- apaan sih ini ....?” Alya sedikit terkejut dengan reaksi berlebihan Wildan, dia lupa jika bercandanya ternyata memicu amarahnya lagi


“aku tidak akan melepaskanmu, walau kau yang meminta!”


Dasar posesif siapa juga yang mau lepas darimu


“berhenti membuatku kesal, kalau tidak aku akan menciummu sekali lagi di sini!”


Mendengar itu, Alya tanpa sadar langsung menggeser tubuhnya menjauh dan secara reflek menutup mulutnya rapat, kini Alya tak mau bersuara lagi hingga mereka sampai di depan rumah kontrakan


Wildan hanya menurunkan Alya, dia tak ikut masuk


“kau mau ke mana lagi?”


“ada yang harus aku bereskan!”


“apa?”


“bukan apa- apa , istirahatlah jangan lupa sarapan , sebentar lagi para pengawal akan membawakanmu makanan!”


“jadi mereka tetap di sini?”


“jangan merasa tidak nyaman, dia akan mengawasimu dari jauh, kamu tidak akanmerasa terawasi, mereka tidak akan terlihat di hadapanmu, percayalah ...!”


“baiklah,!”


“masuklah!”


Tak menunggu nlama alya pun langsung bmasuk ke dalam rumah, setelah memastikan Alya telah masuk rumah , Wildan pun segera masuk kembali kedalam mobil dan melajukan mobilnya


-


-


-


-


-


terimakasih ya atas dukungannya jagan lupa like n vote ya


happy new year


sampai jumpa di tahun 2020


🗓🗓🗓🗓🗓

__ADS_1


__ADS_2