Promise Of Love

Promise Of Love
20. Jesy


__ADS_3

POVAlya


matahari sudah sepenggal di atas kepala, semua orangelakukan aktifitasnya, begitupun aku


hari ini pertama kalinya benar- benar aku masuk ke kampus, Wildan hanya mengantarku sampai ke gerbang


padahal aku bisa saja berangkat dengan Ardi, tapi tetap saja dia mengantarku sampai gerbang


aku pun menjelajahi kampus baruku, rasanya seperti mimpi, ada rasa bahagia tapi entah kenapa bahagiaku ini tak sebegitu terasa ada yang masih menganjal dalam hati dan pikiranku


apalagi saat aku memandang diriku sendiri, ini seperti bukan aku, barang barang yang aku kenakan bukan milikku sendiri, aku merasa diriku seperti wanita simpanan pria kaya


ini bukan aku, aku tak punya solusi atas segala pemikiranku


karena sudah jam sembilan, aku segera mempercepat langkahku, tak mau terlambat di hari pertama, aku langsung menuju ke kelas yang sudah di tunjukkan bu Meta kemarin


aku memilih tempat duduk di pojok belakang, aku belum siap jadi pusat perhatian karena aku masuk di pertengahan semester, walau sejak pertama masuk sepertinya semua mata menatap ke arah ku


tiba- tiba gadis cantik dan agak cuby menghampiriku dan duduk di bangku sebelahku


"hai ..., kamu anak baru ya, kenalkan namaku jesika, panggil saja jesi, aku keponakan bu Meta ...." kata gadis itu sambil mengulurkan tangannya


dan tidak perlu menunggu lama aku pun langsung menyambut tangannya karena ini yang aku butuhkan sekarang, aku butuh teman di kota besar ini


"aku Alya, senang berkenalan denganmu!" kamipun akhirnya bercakap- cakap panjang lebar hingga kelaspun di mulai


******


setelah dua jam kelas berakhir aku dan Jesi menuju ke kantin untuk menunggu jam ke dua di mulai


kami langsung akrab satu sama lain, sesampai di kantin kami langsung memesan dua mangkuk bakso dan dua gelas es teh


"kamu tau tidak di sini ada cowok yang jadi idola semua cewek lo, makanya aku senang sekali kalau pergi ke kantin jam- jam segini, mereka pasti akan kesini!" cerocos Jesi panjang lebar, memang dia anak yang suka sekali bercerita

__ADS_1


"benarkah!" aku sebenarnya sedikit malas menangapi hal hal yang menurutku tidak terlalu penting, urusannya dengan Wildan saja sudah cukup membuatnya pusing


"iya......, lihat itu mereka kesini!" Jesi tampak menunjuk ke segerombolan mahasiswa, maksudnya tiga orang mahasiswa


"yang mana?" aku sedikit berbisik pada Jesi


"itu...., yang tengah.....!"


"Ooo .....,!"tapi tiba- tiba aku terkejut saat memperhatikan dengan seksama cowok yang di tengah, dengan kaos ketat warna hitam dan jaket di bahunya


"Ardi....!" tanpa terasa aku menyebutkan namanya


"kau kenal????" tampak Jesi penasaran


"ti- tidak, aku cuma mendengar anak anak tadi menyebutkan namanya!" aku segera mencari alasan, aku tak mau orang memandangku gadis yang tinggal serumah dengan orang yang bukan siapa siapanya


aku sedikit terkejut, tapi memang Ardi juga cowok yang tampan, tidak kalah tampan dengan Wildan


aku jadi ingat kata- kata Wildan bahwa Ardi harus membantu menjagaku untuknya


ting ....


tiba- tiba sebuah pesan masuk di hp ku, sebuah pesan dari Wildan


"kamu sudah dapat teman ya, semoga sukses cantik!" sebuah pesan singkat yang aku langsung tahu dari siapa itu, karena yang tahu nomorku hanyalah Wildan, bahkan aku belum sempat memberitahu kak Rani bahwa aku punya ponsel, seenggaknya kak Rani tidak perlu menghubungi Wildan hanya untuk mengetahui kabarku


jadi segitunya Wildan mempehatikan ku sampek adiknya pun harus jadi mata- matanya, ya mungkin Ardi sudah melaporkanya


aku segera menjawab pesan singkat itu


"wah....., bodiguardmu sungguh handal ya😜😜😜😜!"


tiba- tiba pikiranku kembali terusik, aku tidak mungkin terus menjadi parasit, apalagi mamanya Wildan terlihat sekali tidak menyukaiku

__ADS_1


"kau kenapa tiba tiba murung?" pertanyaan Jesy membuyarkan lamunanku


"ah ...., tidak pa pa, aku cuma kepikiran sesuatu saja ..."


"ceritalah ....., aku akan sangat senang jika kau mau terbuka padaku ..." Jesy tampak memaksa


"Jesi ..., bisakah kau membantuku?" Jesi langsung menghentikan makannya, dan memandangku


"apa?"


"aku butuh pekerjaan paruh waktu, kira- kira ada nggk ya?"


"sebentar, sepertinya di dekat dekat sini ada, di sebuah kafe, nanti aku coba tanyakan sama kakakku, karena pemilik kafe itu teman kakakku!"


"benarkah ....., terimakasih banyak, aku sayang kamu!" aku segera memeluk teman baruku itu


"iya ...., sama- sama!"


-


-


-


-


-


-


-


teman - teman jangan lupa like dan vote ya biar tambah semangat nulisnya

__ADS_1


__ADS_2