
mentari sudah menyingsing menunjukkan keperkasaannya
semua kali melangkah dengan aktifitasnya masing masing
Alya masih mondar mandir di dalam kamarnya
ia begitu mersa bingung harus melakukan apa
di tempat baru ini ia benar benar tak memilik rencana sama sekali
rumah sudah terlihat sepi, semua keluar ruangan rumah melakukan kegiatannya masing masing
Alya menyusuri ruang keluarga, ia memandang foto besar yang terpajang di sana, foto tiga bersaudara itu seketika menjadi pusat perhatiannya
"jadi ini tiga bersaudara itu ...." gumam Alya sambil terus memperhatikan foto itu
hingga sebuah suara mengagetkannya
"hari ini kau ikut aku ya!" tampak Wildan mengajak Alya, Alya segera membalik badannya mengarah ke sumber suara
"kau di rumah, tidak bekerja?" tanya Alya heran karena masih mendapati Wildan di rumah
"ya karena akan mengajakmu keluar, aku punya surprize untuk mu ...."
"kemana?" tanya Alya penasaran
"jangan bawel deh......,nurut aja napa saya sih ...."
"baiklah ......"
" kamu manis deh!" Wildan sambil menowel dagu Alya
*****
mereka pun masuk ke dalam mobil, Wildan tampak serius dengan mobilnya, tapi ya beberapa kali terlihat memperhatikan Alya
Alya mengamayi jalanan ibu kota, sesekali bibirnya terlihat melengkung saat mendapati sesuatu yang menurutnya menarik
setelah menempuh perjalanan satu jam akhirnya Wildan memarkirkan mobilnya di parkiran sebuah gedung,
dan betapa terkejutnya Alya saat membaca nama gedung itu UNiVERSITAS XXXXX
__ADS_1
"waw ....., ini benarkah.....!" Alya terkagum kagum, dan Wildan hanya tersenyum bahagia melihat wajah Alya
bagaimana tidak dia bisa kuliah di universitas ternama ini, bahkan dulu untuk bermimpi pun tidak sampai, tapi dia sekarang sedang berdiri di halaman kampus ini
"iya, ini benar...., aku akan mendaftarkan mu di sini, selain kampus ini memang bagus, Ardi juga kuliah di sini"
"jadi nanti ada yang menjagamu di kampus selama aku bekerja!" Wildan terus menjelaskan sambil berjalan menyusuri halaman kampus
"memangnya aku bayi yang harus di jaga!" katanya sewot, sebenarnya memang Alya tidak terlalu nyaman jika harus di jaga sebegitu ketatnya
******
mereka sampai pada sebuah ruangan, di sana adalah ruangan dekan, Wildan menyuruh Alya menunggu di luar sedangkan Wildan masuk sendiri kedalam
Wildan tampak berbincang- bincang dengan seorang wanita sebentar, yang sepertinya sangat akrab,
beberapa saat Wildan keluar dengan di ikuti wanita tadi
"kenalkan ini Alya!" Wildan tampak memperkenalkan wanita itu dengan Alya
"hai ..., Alya, kenalkan aku Meta, aku yang akan mengantarmu ke kelas!" kata wanita yang bernama Meta itu sambil mengulurkan tangannya
"senang berkenalan dengan anda!" Alya pun menyambut tangan Meta
"Meta ini kebetulan teman aku, jadi kamu tidak usah sungkan dengannya, dia juga dosen di sini!" Wildan pun ikut memperkenalkan dengan Alya
merekapun terus mengobrol sambil berjalan
"nggak apa apa kok, bisa di mulai saja besok, dan mengenai jadwal nanti akan aku masukkan ke group kelas Alya!"
"Kita sudah sampai di depan kelas kamu Alya!" Meta menunjuk sebuah kelas,
kelas itu tampak besar dan rapi, di sana ada beberapa mahasiswa yang sedang asyik mengobrol, tampak kegiatan perkuliahan belum dimulai
"terimakasih ya atas bantuanya!" Wildan melengkungkan senyumnya
"tapi ini tidak gratis lo!" Meta tersenyum menggoda
"maksudnya?" Wildan tampak kaget dengan perkataan Meta
"kamu bisa mengajakku makan malam misalnya di lain kesempatan, ya karena aku akan bantu kamu jaga adik kamu ini!" matanya tampak menunjuk pada Alya
"hah ...., adik .....!" gumam Alya dalam hati,
__ADS_1
ya sepertinya Meta memang menyukai Wildan, Meta memang gadis yang cantik, dia tampak elegan dengan baju yang setengah resmi dan tampak pas di tubuhnya,
"itu tidak sulit kan....!" Meta pun memberi penegasan
"maaf, aku tidak bisa janji!"
"ya sudah kami tinggal dulu ya, sampai ketemu besok!" Wildan segera menarik tangan Alya, dan berlalu dari Meta
*******
mereka pun berjalan menuju ke parkiran kampus
"kakak ....!" tiba- tiba sebuah suara menghentikan langkah mereka
"Ardi ....!"
"kakak disini, ada apa?" Ardi tampak penasaran
"aku sudah mendaftarkan Alya di sini, biar kamu bisa bantu kakak jaga dia!"
"ah kakak, sampai segitunya ya!"
tapi Alya hanya bisa mendengarkan percakapan kakak beradik itu,
"ya udah kami pergi dulu!"
"memangnya kakak mau kemana, memang nggk jadi kuliahnya, kan kelas mau di mulai!"
"kami mau jalan jalan dulu!" kami pun berlalu neminggalkan Ardi yang madih terbenging
-
-
-
-
-
-
-
__ADS_1
-
teman teman minta bantu like dan votenya ya, biar tambah semangat nulisnya