
Tak berapa lama mereka sampai di depan sebuah butik, Alya pun segera turun dari motor dan berusaha melepaskan helmnya, tapi entah kenapa pengamannya sulit untuk di lepaskan
“kenapa?” ardi pun bertanya pada Alya
“ini kenapa sulit sekali dilepas?
“sini biar aku lepaskan ...!” Ardi pun membantu melepaskkan tali pengaman helmnya, entah berapa detik mata mereka saling berpandang,
Ardi merasakan sesuatu yang berbeda, jantungnya berdegup sangat kencang
“gimana sudah bisa ....!?” pertanyaan Alya membuyarkan lamunan Ardi
“iya ini sudah bisa .....!”
“trimakasih ya atas tumpangannya, aku masuk dulu ....!” saat Alya pergi, Ardi masih berdiri tak percaya dengan apa yang di rasakan
“apa yang kamu lakukan Ardi, ini salah, kamu tidak boleh suka sama dia, dia gadiss kakakmu, kamu Cuma di suruh kakakmu untuk menjaganya, jangan menaruh hati padanya!” Ardi berusaha menasehati dirinya sendiri
“jangan bodoh kamu Ardi, kamu tidak mungkin menyakiti kakakmu!” setelah puas memaki dirinya sendiri akhirnya dia kembali menaiki motornya dan berlalu meninggalkan butik
********
Alya pun masuk ke dalam butik dia menemui tante ines dan menyerahkan beberapa rancangan busana
“oh iya Alya, tante ada klien baru lo, dia mau tunangan dan dia suka rancangan darimu, nanti tante akan buat janji denganya, kamu bisakan?”
“tapi hari ini saya harus ke kafe tante?”
__ADS_1
“tapi kan kalau ijin barang sehari boleh kan, soalnya dia maunya kamu sendiri yang mendesain bajunya!”
“gimana ya tante , aku nggak enak sama Vino tante kalau keseringan ijin!”
“aku ijinin kok ...., nanti sekalian aku antar!” tiba tiba Vino masuk dan mengejutka Alya
“jadi kamu tau?” Alya pun kembali bertanya
“tante kan sudah minta ijin sama bos kamu, trus kamu kenapa kesini sayang .....?”
“ mama ...., aku kan kangen mama , masak nggak boleh kesini ....!” Vino pun memeluk mamanya dari belakang
“kangen mama, apa kangen Alya???”
“apaan sih mama ini, jangan di masukkan ke hati ya omongan mama!” Alya pun Cuma bisa menanggapinya dengan tersenyum
“maaf nyonya, putri anda ingin bertemu!”obrolan mereka terhenti ketika tiba- tiba sekertaris tante ines masuk
“ ya sudah, biarkan dia masuk, kami sudah selesai kok!’’
Tak berapa lama putri tante ines pun masuk, tapi betapa terkejutnya Alya saat tau yang masuk adalah Reva
“mama ....!” Reva pun segera memeluk mamanya, tanpa dia sadari kalau Alya juga berada di situ
Saat melihat ke arah wanita yang duduk di samping kakaknya, Reva baru sadar kalau di sana ada Alya
“Alya...., kenapa kau di sini?” Reva menatap Alya dengan tatapan sinis
__ADS_1
“jadi kalian sudah saling kenal ?” tanya tante inez
“sangat kenal ma , ngapain kamu di sini? Ngak cukup dengan dua cowok, sekarang kamu juga masih dekati kakak aku ....!” cerca Reva
“Reva apa apaan kau ini?” Tante inez tidak percaya dengan yang di katakan putrinya
“kau salah faham Rev ....!” Alya berusaha menjelaskannya, tapi apa boleh buat dasar Revanya saja sudah terlanjur tidak suka sama Alya
“salah faham apanya? Apa masih kurang, oh iya kemarin kata Vina kamu juga ngedeketin papanya, dasar cewek bermuka dua ....!” Revfa tak hentinya mencerca Alya
“sudah jangan dengarkan dia, ayo kita pergi ....!” Vino pun langsung menarik tangan Alyamembawanya keluar dari butik tanpa menghiraukan Reva
“kak ...,kakak ...., tunggu!” tapi Vino tidak memperdulikan panggilan Reva, rasanya sudah cukup sakit melihat orang yang dia cintai di hina di depannya
Vino mengajak Alya duduk di kursi taman yang tak jauh dari dia memarkir mobilnya, dia tidak tahu harus memulai dari mana tapi yang jelas sekarang Alya tampak sangat terluka, tidak sulit memang jatuh cinta padanya, walaupun dia tak begitu cantik tapi entah apa yang ada dalam dirinya gingga membuat semua orang yang dekat padanya menjadi sangat suka
-
-
-
-
-
janag lupa like dan coment ya 🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗
__ADS_1