
Hari ke 2 menjelang pertunangan
Alya sama sekali tak mengerti tentang rencana Wildan dan tuan Sanjaya, kini dia harus datang ke rumah yang seharusnya tidak dia datangi, hatinya begitu sakit jika dia mengingat untuk apa dia datang ke sana
Harusnya aku marah , aku tidak terima , kenapa Wildan suka sekali menyiksaku, bukankah datang ke sana sama saja dengan mengibarkan bendera perang
“apa kau sudah siap ...!”
Lagi lagi dia sudah siap mengantarku ke lubang kesengsaraan, tapi mungkin aku terlalu berlebihan, selain rubah itu di sana kan juga ada tuan Sanjaya dan bik jum, mereka cukup baik padaku gumam Alya
“baiklah, kaun suka sekali menyiksaku ...!”
Aku bahkan tidak bisa mengartikannya, kadang dia benar- benar berharap aku bisa membalas cintanya, tapi kenapa dia juga sangat semangat dengan rencana pertunangannya yang jelas- jelas bukan denganku Alya masih terus bergumam dalam hati
Sampai di rumah tuan Sanjaya
“selamat datang non!”
Tampak bik jum menyambut Alya dengan sangat ramah
“selamat pagi bik, !”
Kenapa bibi jum sangat ramah padaku, seperti aku ini nona mudanya saja, seharusnya dia bersikap biasa saja, memang tidak bisa aku pungkiri aku memang sangat nyaman dengan sikapnya, sepertinya aku mendapatkan kembali kasih sayang telah lama hilang
“kalau non butuh bantuan aku akan siap membantu!”
“terima kasih bik!”
Dari sekian banyak pelayan di rumah ini kenapa Cuma bik jum yang terus bersamaku
Alya pun segera berlalu meninggalkan bik jum, sia melihat ke segala arah hingga pandangannya tertuju pada dua wanita yang sedang duduk berbincang di ruang keluaraga,
Ya ampun....., kenapa aku harus bertemu dengan dua rubah itu, semoga hariku menyenangkan
“selamat pagi nyonya ...!” sapa Alya bersikap manis
Tapi seperti yang di perkirakan Alya, ada tatapan- tatapan mengancam dari mata mereka, seakan hendak menerkam Alya
“lihat ma, gadis tak tau diri ini, dia lo ma yang berharap mendapatkan cinta Kak Wildan!” dengan senyum liciknya
“gadis seperti ini yang mau jadi saingan kamu, apa istimewanya dia ..., sungguh bukan lefel kita ...!” kata nyonya helsa sambil berdiri mengelilingi Alya sambil memegang pakaian dan rambut Alya dengan sangat jijik
Apakah ini sarapan pagiku, sungguh rasanya pengen sekali mencakar wajah mereka yang kebanyakan make up ini
“maaf nyonya bisa saya mulai pekerjaan saya hari ini?” Alya masih tetap dengan senyum yang sedikit terlihat di buat- buat
“memangnya apa yang bisa kamu kerjakan gadis ingusan?” tanya nyonya Helsa dengan senyum meremehkan
Dasar nenek sihir, kalau mungkin bisa aku akan menjadi putri dan mengubahmu jadi rubah kembali
Kini alya mulai mengepalkan tangannya, tapi dia tetap mempertahankan senyumnya
“saya yang akan mengurus keperluan dekorasi dan keting pesta pertunangan putri anda nyonya, jadi berilah saya sedikit arahan biar saya mulai mengerjakanya, nyonya menginginkan dekorasi yang mana?” Alya sambil tetap luwesnya dengan tetap tersenyum sambil menyodorkan buku yang berisi gambar dekorasi pesta
Sekuat apa pertahanan mu gadis udik, aku akan terus mengerjai mu, karena kamu telah berani mendekati kak Wildan Ku batin Vina sambil senyum licik
“ok ma ..., kan aku yang akan tunangan biar aku saja ma yang menentukan dekorasinya!” sambil menyahut buku yang di pegang mamanya
__ADS_1
“baiklah mama ikut saja ....!”
“aku mau seperti ini ...yang acaranya di luar ruangan!” sambil menunjuk sebuah gambar
“baik nona ...., saya permisi ke taman belakang dulu nyonya, nona ...!”
Akhirnya aku bebas juga dari dua rubah ini
Alya pun beranjak meninggalkan dia wanita itu, alya tampak tersenyum lega sambil mengelus dadanya
Setelah merasa terbebas dari kedua orang wanita itu , Alya pun menuju ke taman belakang, dangan halaman yang sangat luas, dan di lengkapi dengan kolam renang yang luas juga rasanya mata Alya seperti di manjakan
Alya memulai dengan tugasnya, beberapa kru-nya membawa pernak pernik yang harus di pasan di sana sini, dia menyuruh kru-nya memasang bunga bunga yang lebih di dominasi dengan warna putih dan beberapa lampu hias
“ini non minumnya !” bik jum menghampiri dengan membawa segelas jus
“terima kasih bik, seharusnya bik jum tidak usah repot- repot membawakan aku minuman, aku bisa mengambilnya sendiri bik jika aku haus!”
“saya tidak merasa di repotkan non, saya malah senang bisa melayani non alea!”
Lagi- lagi kenapa dia memanggilku dengan nama alea, sebenarnya siapa sih Alea, aku kok jadi penasaran sih gumam alya
“aku bukan Alea bik, aku Alya ....!”
“maafkan saya non ...!”
“kalau boleh saya tau, memang Alea itu siapa bik, kenapa tuan Sanjaya dan bibik memanggilku Alea?”
“non Alea adalah putri sulung tuan non, dia seumuran dengan non, dia juga mirip sekali dengan non!”
“trus dia sekarang di mana bik?”
Lagi- lagi kenapa kepala ku pusing sekali ya, lagi- lagi bayangan masa laluku saling berkelebatan, seolah ingin muncul bergantian, tapi mengapa tidak utuh
Alya tampak memegangi kepalanya hendak limbung, tapi untung saja dia segera menemukan kursi untuk duduk
“non kenapa? Apa kepala non pusing? Istirahatlah dulu non ....!” bik jum terlihat sangat khawatir
“bibik tidak usah khawatir, aku baik- baik saja, mungkin tekanan darah ku sedang turun jadi aku sering pusing akhir- akhir ini!”
***
Hari pun mulai sore, alya terlihat masih sibuk dengan dekorasi luar ruangannya, dia masih tampak memilih –milih bunga yang akan di pasang, dan tiba- tiba Vina datang menghampiri Alya
“wah wah wah ...., kamu ternyata bisa ya mengatur dekorasi sebagus ini, tapi aku harap kamu tidak membuat kesalahan dalam acara pertunangan ku nanti, atau aku tidak akan melepaskan mu ....!” Vina pun sambil mencengkeram kedua pundak Alya dengan tatapan membunuhnya
Kenapa sih Wildan harus memilih wanita seperti ini untuk jadi calon istrinya, aku benar- benar tidak rela, Wildan terlalu baik untuknya, mungkin dengan sedikit melawannya tidak masalahkan ...
“lepaskan tanganmu ..., aku tidak perlu kan menuruti kata- kata kamu, kamu kan bukan bos ku!” kini Alya lebih berani
“kamu berani sekali padaku ...!” Vina terlihat sangat geram, sambil berkacak pinggang
“memang kamu siapa hingga aku harus takut denganmu ...!” Alya pun berbalik hendak meninggalkannya tapi tiba- tiba ....
Byuuuur ....
Vina mendorong Alya ke dalam kolam
__ADS_1
“tolong ..., aup ..., tolong ..., aku nggak bisa berenang !” Alya tampak mengumpulkan tenaganya untuk tetap bisa berada di permukaan tapi Vina tampak tersenyum kemenangan
Tapi sekali lagi lagi ....
Byuuuuuur ....
Ternyata Wildan datang dan melihat Alya hampir tenggelam, dia tak banyak berpikir dan langsung berlari ke kolam dan nyebur begitu saja lengkap dengan jas dan sepatunya
Alya terlihat mulai lemas, Wildan dengan sigapnya menangkap tubuh Alya dan segera membawanya ke atas,
di sana sudah terlihat tuan Sanjaya dan bik jum yang tampak khawatir dengan ke adan Alya ,
sedangkan Vina dan nyonya Helsa tampak kesal melihat yang menolong Alya adalah Wildan
Setelah sampai di pinggir kolam renang , Wildan segera merebahkan tubuh Alya ,
Wildan menekan- nekan perut dan dada Alya untuk mengeluarkan air yang tertelan Alya, tak butuh waktu lama Alya pun memuntahkan air dan terbatuk- batuk
“kau tidak pa pa!” tanya Wildan panik
Alya tampak masih lemas, bik jum segera memberi handuk,
Wildan pun membangunkan tubuh Alya dan membalutnya dengan handuk
“kamu benar- benar sudah tidak pa pa nak ...?” tuan sanjaya tampak sangat khawatir,
dan Alya hanya menjawabnya dengan gelengan kepala, dia masih sangat syok
Setelah Alya agak tenang Wildan pun kembali mencerca dengan berbagai pertanyaan
“bagaimana kamu bisa nyebur ke kolam, jika kamu nggak bisa berenang?”
Aku tidak mungkin bilang kalau aku di dorong sama vina,
“aku terpeleset, karena kurang hati- hati!”
“lain kali jangan seperti ini, aku tidak tau apa yang akan terjadi padaku jika sampai kamu celaka!” Wildan tampak sangat khawatir
Kenapa dia berkata seperti itu padaku, lagi lagi dia membuatku bingung, sebenarnya apa maunya sih, bagaimana dia memberi harapan padaku padahal dia mau tunangan dengan orang lain
Melihat perlakuan wildan pada Alya membuat tuan Sanjaya berfikir
*Apa mungkin mereka mempunyai hubungan, kenapa Wildan sangat perhatian dengan Alea tanpa mempedulikan perasaan Vina
-
-
-
-
-
terima kasih ya atas dukungannya
jangan lupa like n vote ya
__ADS_1
vote nya yang banyak ya
😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘*