
POV WILDAN.
aku nggk bisa berkata apa- apa lagi, memang di sini aku yang alah yang sudah membiarkan keadaan ini terjadi
rasanya sakit sekali melihat dia di peluk orang lain
kenapa, kenapa bukan aku yang membantunya saat dia akan terjatuh
merelakan dia jatuh di pelukan orang lain itu tidak mungkn, ini berat
tapi mungkin dia juga merasakan yang sama saat melihatku menari dengan orang lain dan bukan dia
aku benar- benar muak dengan diriku sendiri
"aku ke sana dulu. ...!" aku pun berlalu meninggalkan Vina tanpa menunggu jawaban darinya
mataku menjelajah ke segala arah, aku mencari keberadaan Alya, tapi aku tak menemukannya di manapun
"apa mungkin dia sudah ke kamarnya?" aku pun segera menuju ke kamar Alya
aku segera membuka pintu kamarnya, tapi aku tak menemukannya di sana
"apa mungkin dia di kamar mandi?" aku segera mengetuk kamar mandi,
"Alya ....., Alya......!" tapi tak ada sautan dari dalam, aku membuka pintu kamar mandi, dan ya tidak ada Alya di sana
aku mumbuka lemari Alya, dan barang- barangnya masih utuh, semuanya masih lengkap
trus dia kemana? aku seperti orang bodoh kesana kemari mencari- carinya tapi tak juga ketemu
aku segera menemui semua orang saat pesta sudah usai
aku melihat semua tamu sudah pulang
"apa kalian melihat Alya?"
"tidak kak. ...!" Ardi langsung menanggapi dia juga tampak cemas
"ya sudah aku cari Alya dulu .....!"
__ADS_1
"tidak ....., kamu nggk boleh kemana- mana!" tiba- tiba mama melarangku
"mama ini apa apaan sih, Alya nggak kenal siapa- siapa di sini ma ....!"
"siapa suruh dia pergi dari rumah .....!" tapi mama masih tak mau tau
"ya sudah kak biar aku saja yang cari Alya!" Ardi menawarkan diri
"apa sih bagusnya dia, hingga semua anak mama sampai mati matan belain dia!"
"mama ....., stop ma, ini semua gara gara mama, kalau sampai terjadi apa apa sama Alya , aku tidak akan memaafkan mama!" ini untuk pertama kalinya aku marah pada mama
aku tak tau harus berbuat apa lagi, karena memang ini semua karena ulah mama
aku pun langsung pergi tak peduli dengan larangan mama
di belakangku Ardi ikut keluar, tpi kami naik mobil yang berbeda
*****
aku menyusuri jalan di malam hari yang lengah, tak seperti di waktu siang hari
aku melihat jam tangan yang melingkar di tanganku, jarum jam sudah menunjuk ke angka tiga
aku memejamkan mata sebentar
******
hingga mataku terasa silau ...., aku segera membuka mataku
ternyata hari sudah pagi, aku kucek kucek mataku untuk menyesuakan cahayanya
ku lihat kembali jam tanganku, akut terkejut, sekarang sudah jam sembilan, lama sekali aku tidurnya
aku mencari cari ponselku, dan ku lihat sudah banyak sekali daftar panggilan tak terjawab, tapi tak ada satupun panggilan dari Alya
aku segera menghubungi nomor Alya, tapi tak bisa di hubungi, hingga aku ulang beberapa kali tapi hasilnya tetap sama
"mungkin dia sudah pulang ......!" aku harus pulang
__ADS_1
aku pun segera memacu mobilku menuju rumah
*******
tak berapa lama aku sampai di rumah, aku segera turun dan berlari masuk ke dalam rumah berharap dia sudah pulang
tapi seperti kemarin malam aku tak menemukannya dimana pun
aku pun putus asa, aku masuk ke kamar Alya ku jatuhkan tubuhku di tempat tidur Alya
ini benar- benar berat, rasanua hari ini aku tak sanggup pergi ke rumah sakit, bagaimana aku bisa menyembuhkan orang lain kalau aku sendiri terluka
rasanya tidur di tempat biasa Alya tidur sedikit mengobatiku karena aroma farfum Alya yang masih tertinggal di selimutnya, aroma rambut Alya yang masih tertinggal di bantalnya
"kemana kamu Alya, aku tak bisa jika harus jauh darimu, sudah cukup aku menunggumu jangan buat aku menunggu lagi!"
-
-
-
-
-
*awalnya cinta itu tidak buta, tapi saat cinta itu sudah masuk kedalam ruang gelap dalam hati dan enggan untuk pergi maka cinta itu akan menjadi buta
-
-
-
-
-
-
__ADS_1
-
jangan lupa like dan vote ya 😉😉😉😉😉😉😉😉😉😉😉😉*