Promise Of Love

Promise Of Love
34. kebingungan WILDAN


__ADS_3

POV WILDAN.


aku nggk bisa berkata apa- apa lagi, memang di sini aku yang alah yang sudah membiarkan keadaan ini terjadi


rasanya sakit sekali melihat dia di peluk orang lain


kenapa, kenapa bukan aku yang membantunya saat dia akan terjatuh


merelakan dia jatuh di pelukan orang lain itu tidak mungkn, ini berat


tapi mungkin dia juga merasakan yang sama saat melihatku menari dengan orang lain dan bukan dia


aku benar- benar muak dengan diriku sendiri


"aku ke sana dulu. ...!" aku pun berlalu meninggalkan Vina tanpa menunggu jawaban darinya


mataku menjelajah ke segala arah, aku mencari keberadaan Alya, tapi aku tak menemukannya di manapun


"apa mungkin dia sudah ke kamarnya?" aku pun segera menuju ke kamar Alya


aku segera membuka pintu kamarnya, tapi aku tak menemukannya di sana


"apa mungkin dia di kamar mandi?" aku segera mengetuk kamar mandi,


"Alya ....., Alya......!" tapi tak ada sautan dari dalam, aku membuka pintu kamar mandi, dan ya tidak ada Alya di sana


aku mumbuka lemari Alya, dan barang- barangnya masih utuh, semuanya masih lengkap


trus dia kemana? aku seperti orang bodoh kesana kemari mencari- carinya tapi tak juga ketemu


aku segera menemui semua orang saat pesta sudah usai


aku melihat semua tamu sudah pulang


"apa kalian melihat Alya?"


"tidak kak. ...!" Ardi langsung menanggapi dia juga tampak cemas


"ya sudah aku cari Alya dulu .....!"

__ADS_1


"tidak ....., kamu nggk boleh kemana- mana!" tiba- tiba mama melarangku


"mama ini apa apaan sih, Alya nggak kenal siapa- siapa di sini ma ....!"


"siapa suruh dia pergi dari rumah .....!" tapi mama masih tak mau tau


"ya sudah kak biar aku saja yang cari Alya!" Ardi menawarkan diri


"apa sih bagusnya dia, hingga semua anak mama sampai mati matan belain dia!"


"mama ....., stop ma, ini semua gara gara mama, kalau sampai terjadi apa apa sama Alya , aku tidak akan memaafkan mama!" ini untuk pertama kalinya aku marah pada mama


aku tak tau harus berbuat apa lagi, karena memang ini semua karena ulah mama


aku pun langsung pergi tak peduli dengan larangan mama


di belakangku Ardi ikut keluar, tpi kami naik mobil yang berbeda


*****


aku menyusuri jalan di malam hari yang lengah, tak seperti di waktu siang hari


aku melihat jam tangan yang melingkar di tanganku, jarum jam sudah menunjuk ke angka tiga


aku memejamkan mata sebentar


******


hingga mataku terasa silau ...., aku segera membuka mataku


ternyata hari sudah pagi, aku kucek kucek mataku untuk menyesuakan cahayanya


ku lihat kembali jam tanganku, akut terkejut, sekarang sudah jam sembilan, lama sekali aku tidurnya


aku mencari cari ponselku, dan ku lihat sudah banyak sekali daftar panggilan tak terjawab, tapi tak ada satupun panggilan dari Alya


aku segera menghubungi nomor Alya, tapi tak bisa di hubungi, hingga aku ulang beberapa kali tapi hasilnya tetap sama


"mungkin dia sudah pulang ......!" aku harus pulang

__ADS_1


aku pun segera memacu mobilku menuju rumah


*******


tak berapa lama aku sampai di rumah, aku segera turun dan berlari masuk ke dalam rumah berharap dia sudah pulang


tapi seperti kemarin malam aku tak menemukannya dimana pun


aku pun putus asa, aku masuk ke kamar Alya ku jatuhkan tubuhku di tempat tidur Alya


ini benar- benar berat, rasanua hari ini aku tak sanggup pergi ke rumah sakit, bagaimana aku bisa menyembuhkan orang lain kalau aku sendiri terluka


rasanya tidur di tempat biasa Alya tidur sedikit mengobatiku karena aroma farfum Alya yang masih tertinggal di selimutnya, aroma rambut Alya yang masih tertinggal di bantalnya


"kemana kamu Alya, aku tak bisa jika harus jauh darimu, sudah cukup aku menunggumu jangan buat aku menunggu lagi!"


-


-


-


-


-


*awalnya cinta itu tidak buta, tapi saat cinta itu sudah masuk kedalam ruang gelap dalam hati dan enggan untuk pergi maka cinta itu akan menjadi buta


-


-


-


-


-


-

__ADS_1


-


jangan lupa like dan vote ya 😉😉😉😉😉😉😉😉😉😉😉😉*


__ADS_2