Promise Of Love

Promise Of Love
23. pertemuan ke 3( Vino)


__ADS_3

Sepulang kuliah Alya dan Jesi menaiki sebuah taksi dan di belakangnya tampak motor Ardi mengikuti tanpa mereka sadari


Selang lima belas menit mereka sampai di depan sebuah kafe, setelah turun dari taksi, Alya dan Jesi langsung masuk ke dalam kafe


"kamu tunggu di sini ya ..." ucap Jesi dan Alya hanya bisa menganggukkan kepala, Alya segera duduk di salah satu bangku


Tampak dari kejauhan, Jesi sedang berbincang dengan pelayan kafe dan melakukan panggilan kepada seseorang


"halo kak kami sudah sampai!"


Jesi tampak sedang menghubungi seseorang dari ponselnya


dan Ardi masih setia membuntutinya Alya, dia tampak duduk agak jauh dari Alya dan Jesi sehingga mereka tidak menyadarinya


Jesi kembali menghampiri Alya


"bagaimana jesi?" Alya penasaran


"tunggu sebentar, bosnya akan segera menuju ke sini!" jesi segera duduk di bangku yang masih kosong di depan Alya


******


lima belas menit kemudian seorang pria mendekati bangku Alya dan Jesi


"Jesi?" tampak pria itu menyapa Jesi, Alya sedikit terkejut, karena sepertinya dia mengenal pria itu


"iya..., kak Vino ya?" Jesi balik bertanya, ya pria itu Vino, Pria yang sama yang telah bertemu dengan Alya dua kali


"dan ini...., nona Alya !, senang bertemu dengan anda lagi!" lagi lagi dia mengulurkan tangannya, dan Alya pun hanya bisa tersenyum


dan di sudut lain, Ardi tampak penasaran dengan pria yang di temui Alya


"siapa pria itu, apa kakak tau ya? tapi Alya kan baru di sini mana mungkin mengenal pria itu!" Ardi hanya bisa menebak nebak


Alya pun menyambut tangan Vino dengan senyum manisnya


"senang bertemu dengan anda tuan!"


"jadi kalian sudah saling kenal?" Jesi tampak penasaran


"tidak, hanya beberapa kali saja tidak sengaja bertemu!" tampak menjelaskan, takut terjadi salah faham


"ngomong- ngomong jangan panggil tuan, panggil saja Vino, kesannya saya tua sekali jika di panggil seperti itu!"


"baik....Vino!" jawab Alya


"kalian belum pesan apa- apa? pelaya sini!" tampak Vino memanggil salah satu pelayannya, dan sejurus kemudian pelayan kafe itu tampak menghampiri

__ADS_1


"buatkan yang spesial untuk mereka berdua!" dan pelayan itu langsung mengambilkan tiga gelas ice cocholate drink


"minumlah, ini gratis untuk kalian!"


"trimakasih lo kak, kata kakakku kak Vino itu galak, ternyata tidak ya, kakak ramah sekali!" tampak Jesi mengagumi Vino


******


"ngomong- ngomong kata Jimi ada yang mau bekerja, siapa?" Vino sambil menyruput minumanya


"ini kak teman aku Alya yang mau bekerja!" tampak Jesi menunjuk Alya


"benarkah????, kenapa?" tampak Vino sedikit tidak percaya, bagaimana mungkin wanita yang katanya calon istri seorang dokter Wildan melamar pekerjaan sebagai pelayan


"a- aku...., ingin mandiri!" jawab Alya tampak gugup


"tapi apa kata orang nanti jika calon istri dokter bekerja sebagai pelayan!"


mendegar itu Jesi langsung tersedak,


"huk huk huk' mata Jesi segera menyelidik, mengamati wajah Alya, jelas saja Alya tidak pernah menceritakan bab ini padanya


"haah..., calon istri dokter????"


kemudian Vino melanjutkan kembali bicaranya


"aku mohon...., aku butuh sekali pekerjaan ini, aku tidak mau bergantung dengan orang lain, aku ingin mandiri!" Alya pun mengatupkan kedua tanganganya sambil mengeluarkan wajah memelas


rasanya Vino tidak tega melihat wajah memelas Alya


"baik lah, apa boleh buat, kamu besok sudah bisa mulai bekerja di sini paruh waktu!"


"sungguh wajahnya itu, kenapa bisa menguras emosiku!" batin Vino


"terimakasih, terimakasih banyak!" fengan spontan Alya langsung meraih tangan Vino, sejurus kemudian mata mereka saling berpandang


Sadar akan hal itu, Alya segera melepaskan tanganya


"maaf, maaf, aku tidak bermaksud, aku terlalu senang!"


"tidak apa- apa, aku ikut senang ....!" Vino tampak tersenyum pada Alya


*****


setelah menghabiskan minumanya mereka segera berpamitan


"kalau gitu kami permisi dulu ya kak!"

__ADS_1


"kalian naik apa?" tanya Vino


"kami naik taksi!" jawab Alya


"kalau gitu biar aku antar saja ya, kebetulan saya tidak punya pekerjaan, lagian di luar hujan kan!"


"baik kak!" Jesi segera menyahuti perkataan Vino, yang segera mendapat pelototan dari Alya tanda tidak setuju


"nggak usah, Vin, lain kalo saja, aku kan setiap hari ke sini jadi lain kali saja!" Alya berusaha menolak


"tapi aku memaksa lo!" ucap Vino kemudian


"iya Al, lagian kak Vino iklas kok, ya ..., kita ikut ya ....., pliiisssss"


Akhirnya bujukan dari Jesi bisa meluluhkan hati Alya


"baiklah!"


Alya menyerah, Vino mengantar mereka berdua, Alya duduk di samping kemudi sedang kan Jesi duduk di belakang


mereka berbincang- bincang selama perjalanan, hinga sampai di depan rumah jesi


Jesi turun terlebih dahulu, kini dalam mobil tinggal Alya dan Vino


Alya tampak tidak nyaman dengan keadaan ini, dia harus duduk berdua dengan seorang pria di dalam mobil


"kau kenapa?" sepertinya Vino menyadari ketidak nyamanan Alya


"tidak!"


"kamu jangan khawatir, nanti kalau dokter Wildan salah faham aku akan membantumu menjelaskan padanya!"


"bukan itu! aku hanya belum terbiasa saja berdua dengan orang yang baru aku kenal!" ucap Alya, tak mau Vino salah mengerti


akhirnya mobil sampai jiga di depan rumah Wildan,


" kita sampai ..." ucap Vino


"terimakasih atas tumpangannya, pak Vino ...." dan Vino hanya mengangguk membiarkan Alya turun


Vino tidak turun dari mobil, karena takut membuat salah paham , dia hanya memperhatikan langkah Alya sampai di depan gerbang


setelah Alya menghilang di balik pintu gerbang yang menjulang tinggi itulah, Vino pun segera menjalankan mobilnya meninggalkan rumah Wildan


BERSAMBUNG


jangan lupa kasih dukungan ke Author dengan memberikan LIKE dan KOMENTARnya ya

__ADS_1


kasih VOTE juga


__ADS_2