Promise Of Love

Promise Of Love
13. datangnya bantuan


__ADS_3

Alya dan Wildan kembali menyusuri jalan yang sepi, yang k marin, ia hendak menuju ke tempat di mana mobilnya terparkir



jalan itu begitu sepi walaupun di siang hari, bahkan saking sepinya, tidak ada mobil yang lalu lalang, tak ada suara bising


tapi sesaat sebelum mereka sampaki di mobil mereka, tiba- tiba keajaiban pun datang,


sebuah mobil silver melaju dengan kecepatan sedang, dengan cepat Alya menghadang mobil itu di tengah jalan,


"kamu gila ya, apa yang kamu lakuin?" teriak Wildan frustasi melihat tingkah Alya


untunglah mobil itu mengerem dengan sigap secara mendadak hingga terdengar geseran antara mobil dan aspal jalan, hampir saja menyenggol tubuh Alya


"apa yang kau lakukan, kau sudah bosan hidup ya!!!" maki maki orang yang ada dalam mobil, sambil mendongakkan kepalanya ke cendela mobil


Alya masih setia memejamkan mata, begitupun Wildan


tapi setelah merasakan tubuhnya tak mengalami apapun, membuat Alya segera membuka matanya


"maaf tuan....." alya mengatupkan kedua tangannya pada orang yang mengeluarkan sebagian badannya dari dalam mobil


"bisakah kami minta tumpangan, paling tidak sampai di keramaian saja, tidak usah sampek rumah tidak apa apa!" cerocos Alya tampa henti,


sedang Wildan masih terdiam karena tidak percaya dengan apa yang barusan iya lihat,


tapi tiba- tiba sebuah suara menyadarkannya


"dokter Wildan...!" sapa pemilik mobil itu sambil menbuka pintu mobil dan turun


"iya..., apa saya kenal anda?" Wildan masih bingung, karena orang yang baru saja marah marah pada Alya menghampirinya


"iya, anda yang menangani penyakit ibu saya!" sambil menyalami tangan Wildan

__ADS_1


"anda tuan Vino?" akhirnya Wildan ingat sebuah nama, dan wajahnya juga tampak tak begitu asing walau hanya sekali mereka bertemu


"iya, dokter, saya Vino Hermawan!" pria itu memperkenalkan diri


"senang bertemu dengan anda tuan Vino!" Tapi sekarang gantian Alya yang tertegun menyaksikan obrolan dua orang yang sama sama ganteng itu, mereka tampaknya seumuran


bagaimana mereka saling kenal, batin Alya


"sedang apa dokter di sini, apa dia istri dokter?"sambil menunjuk Alya


"belum...! tapi pasti akan jadi istri!" tampak Wildan memberi penegasan


"baiklah dokter saya akan mengantar kalian pulang!" akhirnya Vino bemberi tumpangan


dan mereka bertiga pun masuk ke dalam mobil, Wildan duduk di depan bersama Vino, sedang Alya duduk sendiri di kursi belakang


"ok, sekarang kita menuju ke mana?" tanya Vino karena belum tau alamat rumah Wildan


"kita ke xxxxxx !" Wildan memberi tahukan alamat rumahnya


apa pedulinya tanya tanya, kenal juga tidak, batin Alya sambil memicingkan matanya tidak suka


" Alya ....!" sebelum Wildan menjawab, Alya segera mendahuluinya


"Alya Wiranti Putri!" lanjutnya memperjelas


"waw ...., nama yang bagus!" puji Vino tapi Wildan tampak begitu kesal melihat Vino yang tak henti hentinya memperhatikan Alya


"tapi gaya superhiro kamu tadi luar biasa lo, aku suka ...!" Vino memuji apa yang telah di lakukan Alya tadi


"jangan suka ....!" Wildan tampak bergumam lirih tapi masih bisa di dengar Vino


"apa dokter?" ingin memperjelas

__ADS_1


"tidak, fokus nyetirnya saja tuan Vino !" Wildan tampak mengalihkan pembicaraan


*****


setelah lima jam perjalanan akhirnya mereka sampai di depan rumah mewah dengan pagar yang sangat tinggi, di samping kirinya ada pos satpam, jika dari luar saja sudah tampak segede itu dalamnya pasti luar biasa


Wldan tampak turun dulu dari mobil dan kemudian membukakan pintu untuk Alya, dan Alya pun turun dengan di pegang tangannya oleh Wildan dan menutup kembali pintu mobilnya


tampak dari dalam mobil Vino menurunkan kaca mobilnya


"terima kasih tuan Vino atas tumpangannya!" Wildan mengucapkan terimakasih


"sama sama , saya juga senang bisa membantu kalian, sampai jumpa lagi ya, oh iya aku sudah nyuruh orang saya untuk nganbil mobil pak dokter, nanti mobil nya akan segera sampai!"


"saya ucapkan terimakasih banyak atas bantuanya lagi ya, asal nggak meminta imbalannya calon istri saya saja !" canda wildan


"ya kalau di ijinkan , aku akan mengambilnya ....ha ha ha....!" tawa Vino tapi kata kata itu berhasil membuat Wildan tercengang nggak percaya


memang aku apa? hoe aku bukan barang ...., batin Alya sebal


"anda tidak mampir dulu?!" Wildan pun berbasa basi pada Vino


"tidak lain kali saja trimakasih, saya pergi dulu !" Vino mulai menyalakan mesin mobilnya, dan sedikit melambaikan tangan


*******


setelah melewati gerbang , Alya terpesona dengan megahnya rumah keluarga Sanjaya itu



ya di sana ada kolam renang yang sangat luas, rumah yang besar, pasti butuh berhari hari hanya untuk membersihkan satu rumah saja


jangan lupa kasih dukungan le author dengan memberikan like dan komentarnya ya

__ADS_1


kasih vote juga


__ADS_2