
Pagi ini Alya berangkat ke rumah tuan Sanjaya di antar Wildan, rasanya memang sedikit canggung saat mengingat kalau sekarang Alya akan ke rumah calon tunangan Wildan
sedangkan hubungan Wildan dengan Alya sudah seperti sepasang kekasih
Setelah menurunkan alya di rumah tuan Sanjaya , Wildan tidak ikut turun dengan Alya, karena dia tidak mau ribut dengan Vina, bertemu dengan Vina membuat moodnya rusak
“nanti sore aku jemput ya!” dan Alya hanya bisa menganggu
Alya tampak bingung, rasanya dia sudah sering keluar masuk rumah itu, Alya pun mengetuk pintu dan seperti biasa bik jum membukakan pintu
“non Alea sudah datang ..., silahkan masuk non, tuan tadi sudah bilang kalau non akan datang, jadi sudah saya siapkan makanan favorit non!” penjelasan bik jum panjang lebar
“kenapa aku tidak keberatan di panggil Alea ya, namaku kan Alya?” Alya mulai bertanya- tanya dalam hati
“terima kasih bik ...!”
Bik jum pun mengajak Alya menuju ke ruang makan, dia heran melihat berbagai makanan tersedia di atas meja
“bik, ini semua bibik yang masak?’’
“iya, bik jum masak semua untuk non alea!”
“memangnya nyonya rumah ini kemana bik?”
“nyonya Helsa ke arisan sedangkan non Vina masih tidur!”
“hah ...., jam segini masih tidur!” alya sangat terkejut karena sekarang sudah jam sepuluh, bagaimana Vina masih tidur
“non Vina sih sudah biasa seperti itu!”
“pemalas sekali dia!”
“ya sudah tidak usah ngomongin dia, lebih baik non alea makan deh...!”
“terima kasih bik ...!”
Bik jum pun mengambilkan makanan di piring Alya
“rasanya sudah lama sekali aku nggak makan makanan seperti ini!” gumam Alya tanpa sadar
‘’ non alea ingat sesuatu ...?”
‘’ apa bik ...?’’
“bukan apa-apa non, lanjutkan makannya ...!’’
Setelah acara makan selesai, Alya pun melakukan tugasnya , dia melihat lihat sekeliling , seakan dia sudah faham dengan seluk beluk tempat itu, dia tidak perlu bertanya tanya untuk tau tempat yang tersembunyi
Dan apa pun yang di lakukan Alya ternyata selalu di awasi oleh bik jum dan di laporkan ke tuannya,
“Alya kenapa kau di sini?” saat Vina bangun, dia terkejut mendapati Alya di rumahnya
“kamu kan pakek EO ku, jadi aku di sini di kirim bos ku untuk menyiapkan pertunangan mu!”
“tapi ini masih kurang empat hari lagi?”
“kami terbiasa bekerja secara totalitas, jadi kami selalu menyiapkan jauh- jauh hari!”
“ok deh, terserah kamu, oh iya sekalian bereskan kamarku!”
__ADS_1
“tapi ...!” Alya mencoba protes
“tidak usah tapi- tapi ..., kamu kan kerja di sini, di sini aku bosnya , jadi nggak usah bantah!”
“baiklah...!” Vina pun berlalu meninggalkan Alya di depan kamarnya
“dasar rubah ..., pengen aku cekik ...!” gerutu Alya sambil mengangkat tangannya seperti hendak mencekik
“kamu ngomong apa?” ternyata Vina mendengar apa yang di katakan Alya
“tidak aku Cuma peregangan saja, aku kan akan melakukan tugas berat!” Alya tampak salah tingkah mencari alasan, dan segera masuk ke dalam kamar Vina
“dasar cewek jorok, kamarnya berantakan sekali, penampilannya saja cantik, tapi jorok!” Alya terus menggerutu sambil merapikan kamar Vina
“Vina ...!” tiba- tiba sebuah suara menghentikan pekerjaan Alya
“Alya ...!” tapi yang dia lihat malah Alya
“om ...!” ternyata Tuan Sanjaya yang datang
‘Kenapa kamu di sini, Vina mana?’’ tuan sanjaya tampak terkejut melihat Alya yang bersih bersih kamar Vina
“Vina keluar om, aku sedang merapikan kamar Vina!”
“sudah hentikan, kenapa kamu yang merapikan, dasar anak itu ...!” tuan Sanjaya tampak kesal
“tidak pa pa kok om ...!”
“iyo ikut om, biar om tunjukkan sesuatu!”
“baik om ...!”
“ini kamar siapa om?’’
“masuklah nanti kamu juga tau ....!”
Alya pun segera membuka pintu kamar itu, kamar itu tak pernah di ubah sedikitpun oleh tuan Sanjaya, masih kamar yang sama, yaitu kamar anak perempuan dengan banyak boneka di mana- mana, dengan dinding warna pink
Alya pun mengitari seluruh isi kamar , dia seperti mengulang apa yang biasa dia lakukan belasan tahun silam, dia memainkan bonekanya, duduk di meja belajarnya, dan merebahkan tubuhnya di kasur yang pernah dia tiduri
Sedang di sana tuan Sanjaya masih berdiri di pintu menyaksikan apa saja yang di lakukan Alya dari jauh, tanpa terasa dia menitik kan air matanya, dia seperti melihat Alea kecil
“dia benar- benar Alea ku, Alea ku sudah kembali!” batin tuan Sanjaya
Tiba- tiba Alya meraih tangan tuan sanjaya dan mengajaknya berdansa, persis dengan yang dia lakukan Alea di waktu kecil setiap kali tuan Sanjaya pulang dari kantor
Kemudian Alya sadar dari tingkah konyolnya dan melepaskan tangan tuan Sanjaya
“maafkan saya om ...!”
“tidak pa pa nak, kamu suka kamar ini?”
“suka sekali om, sepertinya aku menemukan sesuatu di sini om!”
“kalau begitu kamu boleh menginap di sini, dan ini jadi kamarku!”
“apa itu boleh om?”
“kenapa tidak ...!”
__ADS_1
“tapi maaf deh om, aku harus pulang, karena kakakku sendiri di rumah, lagi pula nanti Wildan juga menjemput ku om!”
“baiklah tapi lain hari kamu harus menginap di sini!”
Tak berapa lama Wildan pun datang menjemput Alya, kebetulan Vina belum pulang, jadi Wildan tak perlu susah susah untuk menghindar darinya
Setelah itu Wildan dan Alya pun berpamitan dengan tuan Sanjaya dan bik jum
Sepoanjang perjalanan Alya tak henti- hentinya bercerita tentang apa saja yang dia lakukan di rumah tuan sanjaya, Wildan pun menanggapinya dengan seksama
“kamu tau, calon tunangan mu itu benar- benar jorok!”
“benarkah ...?”
“kamarnya seperti kapal pecah ...,semua bajunya berserakan di mana- mana!”
“trus apa lagi?”
“dia itu pemalas ...!”
“benarkah ...?”
“masak cewek bangunya jam sepuluh ..., kalau dia punya suami, pasti dijamin suaminya langsung kurus!”
“kok bisa?”
“soalnya dia tidak akan di masak kan makanan setiap hari ...!”
Masih banyak lagi hal- hal yang di ceritakan, tentang masakan bik jum, kamar itu, seluk beluk rumah besar itu, dia sampai ingat ada berapa kamar, dada berapa ruangang, ada ruang apa saja, sampai letak- letak ruangan itu
hingga mereka sampai di depan rumah, Alya pun masih enggan untuk berhenti bercerita
"sampai jumpa besok Alya ...!"
"sampai jumpa besok juga Wilda .....!"
"selamat malam, selamat mimpi indah , jangan lupa mimpi in aku ya!"
"iya mimpi in kamu kurus karena nggak di kasih makan sama istri kamu!"
tawa pun kembali pecah, mereka pun masuk ke dalam rumah masing masing dengan kegirangan
-
-
-
-
-
-
terima kasih ya atas dukungannya
jangan lupa untuk selalu like n vote ya
dan kritik kritik yang membangun akan tetap aku tunggu
__ADS_1
😍😍😍😍😍😍😍😍