Promise Of Love

Promise Of Love
71. dia


__ADS_3

Alya sampai di depan InezBoutique


Langkahnya sedikit ragu apalagi saat dia melihat di sana ada Vino, dia sedikit canggung dengan Vino dan nyonya inez setelah kejadian itu


Bagaimana ini, apa yang harus aku lakukan aku benar- benar sangat takut jika mereka beranggapan buruk padaku, ya sih aku memang salah


Rasanya jantungnya berdebar, bergulat di dalam sana, tapi di tengah keraguannya untuk melangkah, Vino sudah terlebih dahulu melihat kehadirannya


“Alya ..., masuklah ...!” sapa Vino sambil mempersilahkan Alya masuk ke butik


Alya hanya menjawabnya dengan senyuman dan masih dengan langkah ragu nya memasuki boutique,


Kenapa aku harus di hadapkan dengan situasi seperti ini, Alya


Aku tau Alya kamu pasti merasa tidak nyaman dengan hal ini , Vino


“Vino ...., apa tante inez ada?” tanpa memandang wajah Vino


“kebetulan mama tidak ada, tappi sepertinya tadi mama titip pesan!”


“apa pesannya?”


“sebentar aku panggil mbaknya dulu!” Vino pun mengedarkan pandangan ke segala arah, tak butuh waktu lama dia menemukan yang di cari,


“mbak, sini deh ...!” di ikuti dengan seorang perempuan yang menghampiri mereka


“iya tuan muda ada apa?”


“tadi mama pesan apa?”


“oh iya, kalau mbak Alya datang suruh datang lagi besok saja soalnya nyonya sedang ke luar kota!”


“nah sudah dengar kan ...!”


“makasih ya mbak, silahkan kerja lagi ...!” mbak itu kembali lagi ketempat nya semula


“ya sudah kalau begitu saya permisi dulu ya ....!” Alya berpamitan pada Vino


“sebentar ...!” Vino menghentikan langkah Alya, mau tak mau Alya pun menoleh kembali ke belakang sambil memberi pandangan bertanya


“boleh aku bicara?”


“apa?”


“bisalah kita ngobrol sebentar di kafe itu?” sambil menunjuk ke sebuah kafe di depan butik itu

__ADS_1


“baiklah ....!”


Alya mengikuti langkah Vino, saat Vino berusaha menggandeng tangan Alya, Alya dengan senatural mungkin menghindar, karena dia tahu jika mungkin saja para bodyguard itu mengikutinya walaupun dia tidak bisa melihat keberadaannya, memang sepertinya mereka sudah sangat ahli dalam mengintai, jadi bukan hal yang sulit untuk menyembunyikan diri


Dia tidak mau membuat Wildan salah faham lagi dan mereka berantem lagi Cuma gara- gara dia


Tak butuh waktu lama untuk sampai di kafe itu, untuk jalan kaki mereka hanya membutuhkan waktu lima menit untuk sampai, vino mencari tempat yang agak sepi agar pembicaraan mereka tidak terganggu dengan pengunjung lain


Vino menggeserkan tempat duduk untuk Alya, baru kemudian dia sendiri duduk, diia mengedarkan pandangan mencari keberadaaan pelayan kafe kemudian melambaikan tangannya


Tak berselang lama pelayan kafe menghampiri mereka dan menyodorkan buku menu


“kamu mau makan apa?” tanya Vino pada Alya


“ngak usah, aku minum saja!”


“baiklah ...., dua gelas ice coffe ya!”


“baik tuan!”


Pelayan kafe itu meninggalkan mereka berdua, tak butuh waktu lama pelayan kembali dengan membawa nampan dengan dua gelas ice coffe di atasnya, pelayan itu dengan sigapnya menaruh dua gelas itu satu di hadapan Vino dan satunya di hadapan Alya, kemudian meninggalkan mereka berdua melanjutkan pekerjaannya


“ada apa?” tanya Alya tiba- tiba


“apanya?” Vino tau apa maksud Alya tapi pura –pura masa bodoh


“memangnya butuh alasan untuk bertemu denganku, kamu kan masih karyawan ku!”


Oh iya ya aku kok bisa lupa ya ....


“maaf!”


“untuk apa?”


“maaf karena mungkin saya tidak bisa kerja sama kamu lagi!”


Aku tidak mau menciptakan permusuhan di antara kalian, karena aku tahu awalnya hubungan kalian baik


“kenapa?”


Aku tahu pasti itu yang akan kamu tanyakan


“karena...., aku..., aku harus fokus sama kuliahku, lagi pula kan aku juga bekerja sebagai desainer di butik mama kamu merangkap sebagai EO, jadi aku rasa lebih baik aku melepaskan salah satu kan!”


Huh ...., lega akhirnya berhasil juga aku utarakan

__ADS_1


“jadi begitu juga kamu akan melepasku ...!” wajah Vino berubah masam


Loh...,loh..., kok jadi gini sih, kenapa dia baper sekali ....


Kini Alya menyangga kepalanya menunjukkan wajah kebingungannya


Lebih baik aku jawab asal aja deh ....


“aku tidak pernah mengikatmu kan?”


“mungkin begitu denganmu, tapi tidak denganku ...!”


Apa ini? Apa maksudnya?


“memang kamu kenapa? Hubungan kita hanya sebatas bos dan karyawan kan?”


“begitukah kamu menganggapku, tapi bagaimana dengan perasaanku?”


“maafkan aku, aku tak bisa ....!”


Alya meneguk minumannya hingga habis , dia tak mau lama- lama terjebak dalam situasi seperti itu


“kalau sedah tidak ada yang di bicarakan lagi aku permisi ya!”


Alya segera bangun dari duduknya


“tapi aku mohon jangan menghindar dariku!”


Alya hanya menjawab dengan anggukan dan meninggalkan Vino seorang diri


-


-


-


-


-


-


terimakasih y atas dukungannya


jangan lupa like n vote ya

__ADS_1


biar tambah semangat nulisnya


😂😂😂😂😂😂


__ADS_2