
Setelah mengantar Alya ke kampus, Wildan segera memacu mibilnya menuju ke Ask Company, dia sudah janji ketemu dengan om Sanjaya, sesampai di d Episopan gedung perkantoran itu, Wildan segera memarkir mobilnya,
Setelah mobilnya terparkir, Wildan segera menuju ke dalam gedung, tapi tiba- tiba langkahnya teerhenti ketika ddia berpapasan dengan seseorang , dia adalah Vina, ya jelas saja Vina di sini, karena ini perusahaan papanya
Apa boleh buat Wildan harus berbasa basi dulu dengannya, dan sedikit beralasan supaya dia tidak ikut ke dalam
“kak Wildan ..., Wah senang sekali pagi- pagi sudah ketemu sama kakak, rasanya aku akan jadi wanita yang paling beruntung ya ...!’ sapa Vina panjang lebar
“aku juga senang bertemu denganmu, sedang apa pagi- pagi sudah ke kantor, kamu tidak ke kampus ...?” tanya Wildan
“tadi bareng papa berangkatnya, jadi aku disini, sebenarnya sih mau ke kampus tapi lihat kakak di sini jadi males deh ....!" penjelasan Vina panjang kali lebar
‘dasar cewek crewet bermuka dua ...., bagaimana aku menghindarinya’ gerutu Wildan dalam hati
“kamu harus tetap ke kampus, aku suka sama cewek rajin lo ...., lagi pula aku jiga tidak lama kok disini....., lain kali kita jalan- jalan berdua, tapi kalau sekarang maaf aku ada urusan yang penting dengan papa kamu!” Wildan mencoba beralasan
“ya sudah deh kak, kalau begitu aku ke kampus ya kak, kakak pasti mau ngomongin soal pertunangan kita , iya kan ...!” Vina pun sambil menggelayuti tangan Wildan
“iya, tapi lepaskan, ini di depan umum tidak enak dengan orang- orang, ya sudah kaamu berangkat giiih ....!” Wildan sanbil berusaha melepaskan tangan Vina, tapi Vina malah melepaskan ciuman ke pipi Wildan
“sampai jumpa lagi kak ....!” Vina pun berlalu meninggalkan Wildan
“dasar cewek agresif..., ya Tuhan jauhkan aku darinya, aku mohon ....., aku sungguh tak sanggup jika berlama- lama dengan nya ....!” gerutu Wildan
***
Wildan pun akhirnya sampai di depan ruangan Sanjaya, CEO perusahaan Ask Company, Wildan pun mulai mengetuk pintu
Tok tok tok
“silahkan masuk ...!” om Sanjaya langsung tau siapa yang datang
“pagi om ...!”
“pagi nak Wildan ..., silahkan duduk!”
“terima kasih om ...!" kali ini wildan tidak duduk di sofa lagi, tapi duduk di depan meja kerja om Sanjaya
“sebenarnya om penasaran dengan maksud kamu kemarin yang meminta foto anak om yang sudah meninggal, kenapa bukan foto Vina, kalian kan akan segera bertunangan?” Om Sanjaya tampak penasaran
“mungkin aku bisa menemukan anak om ...!”
__ADS_1
Mendengar penjelasan wildan Om Sanjaya sangat terkejud
“bagaimana bisa kamu menemukan akan saya, sedangkan anak saya sudah meninggal belasan tahun yang lalu?”
“tapi om tidak pernah melihat jasadnya kan om?”
“aku melihat jasadnya ...!”
“om yakin itu jasad anak om ...?” Wildan berusaha meyakinkan, tapi kelihatannya keyakinan nya sedikit goyah
“ya memang ada jasadnya, tapi wajahnya tak bisa di kenali ...., !”
“belasan tahun silam saat keluarga kami sedang berlibur, aku bertemu dengan seorang anak gadis , aku membantunya terbebas dari penculik, dan gadis itu mirip sekali dengan putri om dalam foto itu!” Wildan pun menjelaskan panjang lebar
“benarkah ....?!”
“tapi aku bertemu dengannya pada usia delapan tahun, jadi mungkin jika anda menunjukkan fotonya di usia yang sama aku bisa memastikan kalau dia putri anda atau bukan!”
“sebenarnya aku sangat susah sekali menemukannya, karena istriku sudah membuang semua kenangan lama tentang anak dan istri pertamaku!”
“jadi anda tidak mendapatkannya?”
“tapi tenang saja , aku mendapatkannya dengan susah payah, untuk asisten rumah tangga ku, yang nsudah mengurus putriku sejak lahir masih menyimpan foto putriku, dia bilang untuk mengobati rasa kangennya pada putriku, karena dia sudah menganggap putriku sebagai putrinya!”
Om sanjaya pun menyerahkan foto itu pada Wildan, danbenar saja foto ini sana dengan Alya belasan tahun yang lalu
“apa om akan percaya jika saya bilang putri om masih hidup?”
“apakah kamu berkata benar ...!”
“iya om, dia benar benar gadis yang sama yang saya temui belasan tahun lalu!”
“terus dia tunggal di mana?”
“dia selama ini tinggal di daerah xxxx, dia tinggal bersama bapak dan kakak angkatnya yang merawatnya selama ini!”
“lantas bagaimana caranya agar aku bisa menemuinya?”
“om undang saja kami makan malam di rumah om, biar dia bisa mengingat- ingat kembali kenangan masa lalu nya bersama keluar om!”
“itu mudah saja!”
__ADS_1
“tapi ada syaratnya om!”
“apa syaratnya, pasti aku penuhi, aku minta dua syarat dari om!”
“mintalah ...!”
“syarat pertama aku minta om tidak memberi tahu penbicaraan kita kepada siapapun termasuk pada keluarga om, sampai semuanya benar- benar aman!”
“kenapa kok seperti itu?”
“karena aku harus mencari bukti- bukti kuat tentang kejahatan seseorang!”
“maksudnya apa?” Om Sanjaya semakin penasaran
“orang yang berusaha melenyapkan putri om belum terungkap, dan selama itu pula nyawanya masih terancam, jadi demi keselamatan putri om, biarkan rahasia ini akan tetap menjadi rahasia,sampai kita menemukan pelaku kejahatan itu!”
“ok ..., om mengerti, dan syarat yang kedua apa?”
“syarat yang ke dua akan aku minta bila waktunya sudah tepat om!”
“baiklah, bagaimana kalau besok malam kita makan malam di rumahku , !”
“baik om saya setuju, ya sudah om saya permisi dulu, sampai jumpa besok malam ...!”
“ok trimakasih, sampai jumpa !”
Kini Wildan keluar dari kantor Ask Company, dan menuju ke rumah sakit, karena hari ini dia ada jadwal terapi beberapa pasiennya, mungki hari ini akan jadi hari yang sibuk untuk Wildan
-
-
-
-
-
-terima kasih ya atas dukungannya, jadi tambah semangat deh nulisnya
jangan lupa like n vote ya
__ADS_1
😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘