Promise Of Love

Promise Of Love
19. belanja


__ADS_3

setelah memohon ijin untuk meninggalkan rumah Vino,


mobil melaju,memecah padatnya jalanan ibu kota hingga mereka pun sampai pada pusat perbelanjaan terbesar di jakarta


selama perjalanan mereka lebih banyak diam karena Wildan masih sedikit kesal, tepatnya cemburu


dia mendiamkanku, apa salahku batin Alya karena semenjak keluar dari mobil Wildan berjalan mendahului Alya


mereka pun berjalan menuju ke restaurant di mall itu


"kenapa kita kesini?" Alya rasanya tidak sanggup lagi menahan bicara


"kita cuci baju ....!" kata Wildan ketus, sambil memilih tempat duduk di pojok restaurant


mendengar jawaban ketus Wildan membuat Alya begitu kesal hingga membuatnya enggan untuk mengambil tempat duduk, ia terus memandang Wildan dengan penuh kekesalan


"kenapa masih tetap berdiri?" Wildan kembali mengeraskan suarannya, membuat Alya semakin kesal


"dasar , orang aneh, emangnya aku salah apa? kenapa dia ketus padaku?" gerutu Alya dalam hati sambil duduk berhadapan dengan Wildan


Wildan pun memanggil pelayan dan menunjuk beberapa menu tampa meminta persetujuan dari Alya terlebih dahulu


selang beberapa saat makanan yang telah di pesan Wildan sampai di meja, di sana ada dua porsi stik daging, dua porsi stik kentang dan dua gelas orange jus


tanpa percakapan mereka memulai makan, tapi bagaimana bisa, Alya tampak kesulitan memakan stik dagingnya


ya memang dia sudah sering melihat tayangan orang yang sedang makan stik, tapi ternyata apa yang ia lihat tidak semudah dengan mempraktekannya


"astaga ......., bagaimana cara menggunakan ini semua, apa boleh aku pakai tangan ya ....., tak ada nasinya lagi ....,batin Alya


ternyata Wildan menyadari kerepotan Alya, dia segera menggeser kursinya hingga menjekati duduk Alya


Alya yang terkejut segera menatap Wildan


Wildan meraih tangan Alya yang sedang memegang pisau dan garpu, dia menggerakkan tangan Alya, membatu memotongkan


dan tak lupa dia juga membantu menyuapkan pada Alya, sejenak mata mereka saling pandang


"kenapa kau manis sekali, sehingga untuk marah pun aku tidak bisa!" batin Wildan


tapi Alya masih tertegun dengan apa yang di lakukan Wildan, ia tak menyangka orang yang baru saja membentaknya kini menyuapinya dengan lembut


"ayo buka mulutmu ....!" perintah Wildan lagi, Alya pun segera tersadar dan membuka mulutnya

__ADS_1


"manis.....!" sanjung Wildan


"terima kasih!"


"lain kali jangan pernah tunjukkan senyum manismu itu pada laki- laki lain!" Wildan memberi penegasan pada Alya


"kenapa dia mengaturku, aku kan bukan siapa- siapa dia!" batin Alya yang masih bersikap bodoh


******


acara makan pun selesai, tempat yang mereka tujuan pertama adalah tempat berbagai macam baju


"sekarang pilihlah baju sesukamu!" perinta Wildan saat sudah memasuki toko baju berbagai brand ternama


"tapi kayaknya mahal semua deh, kita pindah tempat aja ya!" Alya memberi saran pada Wildan


clekuk .....


"auh .... sakit!" sebuah sentilan mendarat di keningnya


"makanya jangan banyak protes, masa bodoh sama harga, kalaupun mau ambil semua baju di sini aku beli semua!" Wildan tampak menyombongkan diri


"oh ... iya ya aku kan sedang jalan sama dokter yang kaya raya!" ledek Alya


auh......, sadis sekali sih ....!" Wildan pun malah menarik hidung Alya tanda sangat gemas


tanpa menunggu persetujuan Alya, Wildan pun langsung memilih beberapa baju yang tadi telah di pegang oleh Alya


"ayo, sekarang coba dulu di ruang ganti!"


"ayo? memangnya kamu mau ikut?" protes Alya lagi, sambil meraih semua baju yang di pegang Wildan


"beli baju sebanyak ini, memangnya dia yang mau pakai !" gerutunya lirih sambil berlalu ke ruang ganti


Wildan malah tampak bingung dengan kelakuan Alya,


setelah beberapa saat, Alya pun keluar dengan pakaiannya dan itu berlangsung hingga puluhan kali, jika Wildan menggelengkan kepala berati dia tidak suka ,tapi jika mengangguk brati iya, setuju


mereka pun menuju ke toko sepatu dan Wildan pun menyuruh pegawai toko untuk memilihkan beberapa sepatu


kemudian tak lupa Wildan mengajak Alya ke toko hp,


"kenapa kita ke sini?" protes Alya

__ADS_1


"aku susah menghubungimu jika kau tak punya ponsel"


Wildan tampak memilihkan ponsel keluaran terbaru untuk Alya beserta nomornya


"di sini sudah ada nomorku, jadi nanti kalau kamu butuh apa- apa tinggal hubungi aku!" Wildan sambil menyerahkan ponsel itupada Alya


"tapi ini berlebihan, aku nggk suka, ini semua terlalu mahal!" protes Alya, sambil mengerucutkan bibirnya


"tidak ada yang terlalu mahal untukmu, uangku tidak akan habis hanya dengan membelikan semua ini untukmu!" lagi lagi Wildan menyombongkan diri


"ini kan uang papa kamu ....!" Alya masih dengan protesnya, tapi ternyata Wildan sangat tidak suka dengan apa yang di katakan Alya


"siapa bilang ini punya papa, aku sudah mulai bekerja sejak SMA, hingga aku bisa membangun rumah sakit sendiri, walaupun belum sebesar perusahaan papa, tapi untuk memenuhi kebutuhan kita nanti saat menikah cukup kok!"


"siapa juga yang mau menikah denganmu ....."


"ya kau lah ....., memang siapa lagi ...."


Wildan pun segera mendekatkan wajahnya pada Alya dan memelankan suaranya


"memang kamu tidak mau nikah sama aku?!"


"tidak ....!" jawab Alya dengan pipi yang sudah merah merona karena malu


"tapi aku akan memaksa!" tapi Wildan tidak mau kalah, kemudian Wildan merogoh saku jasnya , ia mengambil sebuah kartu berwarna gold


"o iya, ini untukmu ....!" wildan tampak card


"di situ sudah ada isinya, paswordnya tanggal lahir kamu, aku akan menyranfernya setiap bulan, kau harus menggunakannya, aku akan marah jika dalam satu bulan kau tidak mengunakannya sama sekali" ucap Wildan panjang lebar


"aku kan bisa cari uang sendiri, aku tidak bisa terima ini, ini akan melukaiku!" Alya berusaha menolaknya


"aku tidak mau ada kata penolakan ya ...."Wildan memaksa


"tapi aku tidak mau, aku bisa bekerja sendiri, ini melukai harga diriku!" Alya pun tetap kekeh dengan pendiriannya untuk tidak menerimanya


"kenapa?"


"karena aku bukan wanita simpananmu!" jawab Alya tegas


"baiklah, ambilah kartu ini, jika kau perlu kau boleh mengambilnya sebagai hutang, kau bisa mengembalikan lagi kalau kau sudah punya uang!"


mendengar alasan Wildan, Alya pun akhirnya menyerah akhirnya Alya pun menerimanya

__ADS_1


jangan lupa bayar aku dengan memberikan LIKE dan KOMENTARnya ya


dan lagi kasih vote juga ya


__ADS_2