Promise Of Love

Promise Of Love
56. makan malam 1


__ADS_3

pagi harinya Wildan terbangun masih dalam genggaman tangan Alya, dia mengedip- kedipkan matanya untuk menyesuaikan cahaya , dia lihat Alya masih tertidur pulas, dia enggan melepaskan genggaman tangan Alya


Dia pandangi wajah Alya yang terlihat sendu, tiba- tiba perasaan bersalah itu muncul lagi, rasanya dia ingin sekali menghukum dirinya sendiri karena telah lalai, seandainya dia bisa pulang tepat waktu dan bisa menjemput Alya pulang mungkin kejadiannya tidak akan seperti ini


Mungkin jika dia lebih memperhatikan kemana Alya pergi kejadian seperti ini tak akan terulang lagi


Lamunannya terlenti saat dia mengingat tentang janji makan malam dengan om Sanjaya, sejenak iya berfikir untuk mengundur janji makan mmalam, dia takut jika Alya belum bisa melupan kejadian tadi malam, mana mungkin dia akan menambah beban pikiran Alya lagi


Dia pasti akan banyak berpikir jika melihat orang- orang di masa lalunya nanti, bagaimana aku bisa menyusahkan alya seperti ini


“Widan ...!” tiba- tiba sebuah panggilan pelan mengagetkannya, ya di belakang Wilda sudah berdiri Rani di sana


“iya ....!” Wildan pun menjawab dengan pelan juga


“kita sarapan dulu, aku sudah siapkan makanan ....!”


“baiklah...!” Wildn pun berusaha melepaskan genggaman tangan Alya, dan beranjak meninggalkan Alya yang sedang tertidur lelap


Wildan dan Rani pun menuju ke meja makan, di sana Rani sudah menyiapkan nasi goreng dan telur ceplok, mereka pun memulai makan


“maafkan aku ....!” Wildan pun memulai percakapan


“untuk apa?” Rani terlihat heran


“karena aku belum bisa menjaga Alya dengan baik, aku belum bisa menepati janjiku ...!”


“ini bukan salahmu kan, ini Cuma musibah ...!”


“tapi tetaplah percaya padaku .....!”


“aku tetap mempercayaimu kan ...!”


“terima kasih ...!”


Merekapun menghabiskan makanannya, tapi tiba- tiba suara Alya mengagetkan mereka


“kakak ....!” Alya berteriak dari dalam kamar


Wildan dan Rani pun tanpa pikir panjang langsung berlari menghampiri Alya


“ada apa dek ...?” Rani panik


“kakak aku lapar .....!”


“astaga ...., jantung kakak sudah mau copot....!” Rani sambil mengelus dadanya


“biar aku ambilkan makanan!” Wildan menawarkan diri


Tak butuh waktu lama Wildan pun sudah membawa satu piring nasi goreng yang di atasnya sudah ada telur ceplok


“biar aku suapi ya ...!” Wildan pun duduk di samping alya duduk dan menyuapi nya, alya pun memakan makanannya dengan lahap nya


“kalian jangan khawatir, ini kan sudah biasa terjadi padaku, aku sudah akrab kan dengan para preman- preman pengganggu, aku Cuma syok saja, karena ini pertama kalinya setelah cukup lamaku baik- baik saja!” Alya pun berbicara panjang lebar sambil mengunyah makanannya


‘sudah diam ..., makan saja ...!” Wildan tampak menyuapkan makanan

__ADS_1


Setelah selesai makan, Alya pun tampak kembali ceria, kini Wildan tak ragu lagi untuk mengungkapkan rencananya


“Alya malam ini aku ingi mengajakmu makan malam bersama seseorang, apa kamu mau?”


“makan malam dengan siapa?” Alya tampak penasaran


“makan malam dengan orang yang tidak pernah kamu duga ....!”


“ber i tau dulu siapa orangnya!” Alya mengerucutkan mulutnya tanda tidak suka dengan teka teki Wildan


“ini surprise jadi tidak akan aku katakan, pokoknya kamu ntar malam harus dandan yang secantik mungkin ....!”


“ok deh aku nyerah ....!”


“ya sudah aku berangkat ke rumah sakit dulu, sampai jumpa pukul tujuh ....!”


Wildan pun segera berlalu meninggalkan Alya yang enggan untuk beranjak dari tempat tidur,


hari ini kampus sudah libur, dia juga tak punya janji dengan tante inez, jadi sepanjang hari ini waktunya akan dia habiskan dengan menemani kakaknya, Rani


***


Di tempat lain, di rumah tuan sanjaya saat sarapan, ya di sana ada tuan Sanjaya, Vina dan nyonya Helsa istri kedua tuan Sanjaya


“sayang, malam ini kita kedatangan tamu istimewa, jadi nanti mama suruh bibi masak yang spesial ya, kita makan malam bersama!” tuan sanjaya nampak memulai pembicaraan


“tentu sayang, memang siapa sayang tamunya?” tanya nyonya Helsa


“tapi hari ini aku mau jalan- jalan pa, pumpung hari libur ....!” Vina tampak protes


“iya pa maaf ya ....!” jawab Vina merasa tidak enak


“tapi kamu nggak ingin tau siapa tamunya?”


“memang siapa pa ?”vina tampak penasaran


‘’ yang mau ke sini itu Wildan ....! bener nggak mau nih ....?’’ kini tuan sanjaya menggoda


“papa nggak bohong ....?’’ tampak Vina berbinar- binar


“emang papa pernah bohong???’’


“ok pa aku akan ikut makan malam ...!”


“katanya ada janji ...!” goda tuan Sanjaya pada putrinya


“aku bahkan akan membatalkan semua janjiku hari ini, hari ini aku akan mempercantik diri, aku akan ke salon dan beli baju terbaik untuk makan malam ...!”


Memang tak bisa di pungkiri kekayaan tuan Sanjaya, bahkan jika di bandingkan dengan perusahaan milik keluarga Wijaya masih besaran perusahaan tuan Sanjaya, jadi Vina benar- benar di manjakan bak putri raja, apa pun yang dia inginkan pasti akan di wujudkan oleh papanya, termasuk perjodohannya dengan Wildan


***


Setelah selesai dengan pekerjaannya, Wildan tak membuang waktu lama untuk segera pulang, dia melihat jarum jam masih menunjuk ke angka empat,


“mungkin aku mampir dulu deh ke butik tempat Alya bekerja, aku ingin dia memakai baju buatannya sendiri!”

__ADS_1


Wildan pun menjalankan mobilnya menuju ke inezboutique, tak butuh waktu lama Wildan pun sampai di depan boutique, dia memarkirkan mobilnya dan masuk ke dalam boutique


“ada yang bisa saya bantu tuan?’ tanya salah satu karyawan butik


“pilihkan aku baju rancangan Alya!’’ Wildan meminta karyawan untuk menunjukkan baju rancangan Alya


“silahkan ikut saya!’’ karyawan itu mengajak Wildan ke sebuah deretan baju yang di pajang di bagian boutique,


Wildan pun memilah- milah baju yang di anggap cocok dengan Alya


Kemudian matanya tertuju pada satu baju berwarna salm, dengan sedikit hiasan bunga di bagian pinggang, dengan lengan sebahu dan panjang selutut, dia merasa baju itu cocok dengan Alya


Wildan pun menyerahkan baju itu ke karyawan toko untuk di bawa ke kasir, saat menuju ke kasir, tiba- tiba langkah Wildan terhenti saat berpapasan dengan orang yang di kenal


‘’nyonya .....!’’ Wildan menyapa wanita paruh baya itu


‘’dokter ...., tumben kesini dokter, ada yang bisa saya bantu ....?’’


“jadi ini butik nyonya?”


“iya ....!”


‘lagi-lagi kenapa sih harus Vini si kaku itu ...’ batin Wildan tidak terima


“saya sudah dapat yang saya cari kok nyonya, bagaimana kesehatan nyonya?”


“sekarang sudah lebih baik , sudah tidak kambuh lagi, apa dokter tidak mampir dulu ...!’’


“maaf lain waktu saja nyonya, saya banyak urusan ...!”


“baiklah , tapi lain kali janji lo ya ....!”


Wildan pun meninggalkan poutique, pikirannya kembali penuh dengan rasa cemburunya pada Vino


Dia terus menggeruti, ‘kenapa sih Alya harus minta bantua pada laki- laki itu, aku kan bisa membantunya’ batin Wildan benar- benar terganggu


‘apa sih kurangnya aku hingga dia tidak percaya padaku ...?’


‘ya Tuhan salahkah perasaan ini ....!’


Wildan pun tak mau pikir panjang, dia langsung menjalankan mobilnya karena kini sudah jan lima, dia harus mulai siap- siap dan berangkat ke rumah tuan Sanjaya


-


-


-


-


-


-


terimakasih atas dukungannya jangan lupa like n vote ya, sebanyak banyaknya 🤗🤗🤗🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2