
POV ALYA
Hari ini benar- benar hari yang panjang untukku, aku benar- benar tak percaya dengan apa yang di lakukan sama Wildan, dia menciumku ....!
Ini untuk pertama kalinya aku berciuman, tapi rasanya malah aneh karena di waktu dan tempat yang salah,bibirnya mendarat di bibirku
aku mendorong tubuhnya keras sampai tubuhnya menjauh beberapa langkah dari tubuhku, akupun berlari meninggalkannya seorang diri
entah apa yang aku rasakan saat ini, aku benar benar bingung, apa aku harus marah, ataukah aku harus sedih atau malah bahagia
aku berjalan menyusuri trotoar, hingga aku menemukan sebuah tempat duduk, aku mendudukkan tubuhku di sana
memang tidak bisa aku pungkiri kali ini dia benar mengenai perasaanku, tapi aku juga tak mau buta dengan perasaanku, karena jelas dia sebentar lagi akan bertunangan dengan orang lain, malah aku yang jadi desainer bajunya, EO nya pun juga menganbil dari EO kami, aku pasti akan banyak ikiut andil dalam pertunangannya nanti
dalam sejenak aku berpikir mungkin aku tidak boleh pasrah dengan perasaanku, aku juga harus memperjuangkan cintaku, tapi aku siapa aku bukan siapa siapa
aku sudah terlalu banyak mengalah, apa mungkin kali ini aku juga harus berjuang demi cinta ku, apa aku harus meminta pendapat kakak ya, kakak kan yang paling tau soal beginian
aku harus menelpon kakak
tut tut tut
“hallo ....., Alya .....!”
__ADS_1
“hallo ..., kakak!”
“ada apa dek?”
“kakak sibuk nggak?”
“nggak ada yang lebih penting dari adikku tersayang, coba ceritakan pada kakak!”
Akhirnya aku menceritakan semuanya pada kakak , sampai dengan kejadian barusan, aku cerita panjang lebar hingga aku tidak sadar kalau sekarang aku sedang berada di pinggir jalan
“ok kebetulan kakak lagi nggak ada kerjaan, dan toko juga bisa aku tinggal sama bapak, jadi besok atau lusa aku akan menengokmu saja ya, kakak nggak tenang denger ceritamu, aku pikir dokter Wildan akan tanggung jawab sama adek kesayanganku ini, tapi kenyataannya lain!”
“sudah deh kakak jangan marah – marah, beneran kakak mau kesini?”
“iya donk, aku juga mau jalan jalan !”
“ya sudah ya kak kita sambung nanti, ada yang datang!”
Tut tut tut
“ayo pulang denganku!” Ardi lagi lagi menawariku tumpangan
“ada tarifnya nggak nih?” aku mencoba bercanda dengannya
__ADS_1
“kalau penumpangnya secantik kamu, setiap hari gratis pun aku rela deh ....!” ternyata dia malah membalasku dengan gombalan
“dasar gombal .....!”
“tapi suka kan ....., ayo naik!” aku pun menurut saja, setelah mengenakan helm aku segera naik ke motornya, dia mengantarku sampai rumah , di depan rumah sudah terlihat Wildan sedang berdiri di sana
“trimakasih ya atas tumpangannya!” setelah menyerahkan helmnya aku segera masuk ke dalam rumah tanpa menyapa Wildan, aku masih canggung dengan kejadian tadi
Bersyukur adalah salah satu hal yang mungkin sebagian orang masih sulit melakukannya. Banyak orang yang merasa selalu tidak puas dengan apa yang telah dimilikinya.
mungkin benar aku harus mulai bersyukur karena di sana ada dua orang cowok yang tak hentinya memperhatikanku
"Kita harus menemukan waktu untuk berhenti dan berterimakasih kepada orang-orang yang telah membuat perbedaan dalam hidup kita." - John F. Kennedy
"Kamu tidak bisa kembali dan mengubah awal saat kamu memulainya, tapi kamu bisa memulainya lagi dari di mana kamu berada sekarang dan ubah akhirnya." - C.S Lewis
-
-
-
-
__ADS_1
-
jangan lupa like n vote ya 😘😘😘😘😘😘😘