
akhirnya Alya dan Vino sampai di depan sebuah gedung perbelanjaan
Vino segera memarkirkan mobilnya di belakang gedung yang sebelum terlebih dahulu menurunkan Alya di tepan gedung
setelah menunggu beberapa menit, akhirnya Vino kembali
"lama sekali!" Alya sedikit menggerutu
"maaf, parkirnya agak jauh ....!"
mereka pun kembali berjalan hingga sampai di depan sebuah boutique
"ines boutique. ..., bukan kah ini butik mama kamu?" Alya pun sedikit kaget
"jadi kamu sudah pernah ke sini ...., ?"
"iya kemarin bersama ....!" kini raut muka Alya kembali murung
"maaf maaf ...., jangan ingat lagi, ayo masuk, aku ada kejutan untukmu!!"
Vino menarik tangan Alya, dia tidak membiarkan Alya kembali murung
"mama ......!"
Vino langsung memeluk wanita paruh baya itu
"pagi bibi......!" Alya pun ikut menyapa dengan senyum ramahnya
"hey.....,, siapa ini? bukankah kamu yang kemarin?" mamanya Vino langsung mengenali Alya
"iya bi .....!"
"jangan panggil bibi dong, panggil tante aja lebih enak di dengar, kamu cantik sekali dengan baju itu!"
"terimakasih. . .!" mamanya Vino memang lebih ramah dari pada mamanya Wildan
"andai saja mamanya Wildan seramah mamanya Vino!" guman Alya dalam hati
"ah...., mikir apa sih aku ini!" Alya berusaha kembali fokus pada orang orang di depannya
"Alya kamu tidak apa apa?" Vino menbuyarkan lamunanku
__ADS_1
"tidak apa apa!"
"oh iya ma, dia pemilik desain yang pernah aku tunjukkan ke mama itu lo ma!"
"benarkah ....., kamu berbakat sekali sayang ....!" mamanya Vino tampak memuji Alya, tapi Alya malah tampak bingung dengan yang di katakan Vino
"desain apa ya?"
"maaf ya Alya, kemarin aku sengaja mengambil buku gambar kamu yang tertinggal di kafe!" Vino tampak menjelaskan
"jadi kamu yang ngambil gambarku?"
"iya, aku mengambilnya tampa izin, maaf ya!" Vino tampak sedikit takut jika Alya marah
"aku nggak marah kok ....!" sekarang Vino sedikit lebih lega mendengar jawaban Alya
"bisa nggak kalau kita bekerja sama sayang?"
"maksud tante ...??" Alya sedikit bingung
"ayo kita duduk dulu ,biar tante jelaskan, memang kalian nggak capek dari tadi berdiri terus!" akhirnya mereka bertiga duduk di sebuah sofa
"nah kalau sambil duduk gini kan enak ngobrolnya, ujang ....., buatkan kamu coklat hangatnya!" sebelum memulai penbicaraan tante ines menyuruh officeboy untuk membuatkan minuman untuk mereka
"minum dulu ...., biar ngobrolnya lebih enak!"
akhirnya Alya dan Vino meminum minumannya
"jadi begini sayang, tante ngajak kamu kerja sama, kamu yang buat desainnya, biar tante yang masarin di butik tante, nanti kamu juga bisa bantuin ngejahitnya ....!"
"benarkah tante, tante nggak becanda kan?!" Alya tampak tidak percaya dengan apa yang di dengar
"masa muka tante terlihat becanda sih ...., nggak kan ....!"
"nggak tante .....!"
"gimana kamu terkejud nggak?!" sekarang Vino tampak menggoda Alya
"trimakasih tante ...., aku benar benar nggak nyangka tante auka sama desain saya !" Alya tampak berkaca kaca
"iya sayang ... !!!" sekarang mamanya Vino tampak memeluk Alya dengan penuh kasih sayang
__ADS_1
"sudah jangan nangis, sekarang siap tanda tangan kontrak kan?!" sambil menepuk nepuk punggung Alya dengan lembut
"iya . ..., jadi mulai besok kamu ke sini aja, dan ini aku sudah menyiapkan berkasnya sudah dari satu bulan lalu lo sayang!"
"baik tante ......!"
setelah melalui obrolan panjang dan kadang kadang di selingi dengan candaan membuat hubungan mereka semakin terlihat akrab
Alya seperti menemukan sosok ibu di diri ines mamanya Vino
****
setelah srlesai urusannya di butik Vino dan Alya pun berpamitan
"oh iya setelah ini kamu mau ke mana, biar aku antar?" Vino menawarkan diri pada Alya, dia takut kalau Alya sampai sedih lagi
"aku mau belanja bahan makanan!"
"baiklah, ayo kita ke supermarket!"
"tidak, kita ke pasar saja!"
"kenapa harus ke pasar?" soalnya uang Alya hanya beberapa lembar lima puluhan ribu saja jadi dia berfikir kalau belanja di pasar pasti lebih murah
"nggak pa pa , aku lebih suka ke pasar!" Alya tampak berbohong pada Vino
"baiklah ayo. ...!"
mereka pun menuju ke pasar, sesampai di pasar Alya terlihat sibuk memilih milih belanjaan, tapi Vino tampak sangat tidak nyaman tapi dia tetap mengikuti kemanapun Alya pergi
"Aku akan menjadi alasan kenapa kamu tersenyum, menemanimu ketika tak ada yang mau bersamamu, dan menghapus setiap tetesan air mata yang kau jatuhkan. Karena aku ada untuk menjadi bagian dari sejarah hidupmu. Alya "
-
-
-
-
-
__ADS_1
-
jangan lupa dukung denan like dan vote ya 😊😊😊😊😊