
setelah wildan berhasil masuk ke dalam rumah, pak danu yang sedang menganyam segera meninggalkan pekerjaannya,
ia pun menyambutnya dengan sangat ramah, ia beranjak dari duduknya dan segera menghampiri Wildan
ya karena keramahan dan kebijaksanaanya itu lah kenapa kini pak danu di tuakan di kampung itu
"silahkan duduk nak!" pak Danu mempersilahkan Wildan untuk duduk di salah satu kursi rotan itu
"trimakasih pak!" Wildan pun tersenyum dan segera duduk di susul pak Danu yang duduk berhadapan dengannya
"nak buatkan minum untuk tamu kita!" perintah pak Danu pada kedua putrinya
"baik pak!" ya rani pun berlalu sambil di ikuti alya di belakangnya menuju ke dapur
di dapur
"kak kira kira apa ya tujuan orang itu datang kemari?" tanya Alya sambul menyandarkan punggungnya di puntu kulkas
"kakak juga tidak tahu, tapi yang jelas dia tamu bapak, jadi kita harus sopan padanya!" Rani menjawab sambil meracik teh untuk tamunya
"baik kak!" Alya hanya bisa menurut
"tapi kak?" tapi masih mau melayangkan protesnya
"apa alya, kamu jangan bawel ya, aku timpuk kamu nanti!" Rani menatap Alya kesal, karena Alya yang terlalu bawel
setelah selesai membuat minuman rani pun bergegas ke ruang tamu lagi,
tapi kali ini tidak dengan alya, karena alya masih termenung di dapur dengan segudang pertanyaan di benaknya
"silahkan minumnya!"rani pun sambil menaruh gelas di meja depan wildan dan pak danu
"trimakasih" suara itu ternyata membuat rani gugup, jantungnya seperti mau copot,
siapa juga yang tidak tertarik dengan cowok setampan wildan
" mana Alya?" tanya pak danu kepada rani
ternyata selama Rani dan Alya di dapur Wildan sudah mengutarakan perihal kedatangannya ke rumah itu kepada pak Danu
"dia di belakang pak!"
__ADS_1
"ya sudah panggilkan!" dengan tanpa bertanya rani bergegas memanggil Alya,
ya Rani memang mewarisi sikap pak Danu, dia dewasa dan bijaksana dalam menyikapi masalah
"ada apa pak?"Alya pun datang dan langsung bertanya pada pak Danu
"dia Wildan, dokter Wildan!" pak Danu mempertegas status Wildan
"lalu .....?" berbeda dengan Rani , Alya lebih kritis dan banyak bertanya
"beliau akan tinggal di sini untuk beberapa hari karena ada urusan, jadi kalian harus menyiapkan keperluannya, terutama kamu Alya!" pak Danu sambil menunjuk Alya ,
ya dan Alya pun langsung tersentak kaget
"akuuuu.....!" Alya dengan wajah bodohnya yang bikin gemes ia menunjuk wajahnya sendiri
"iya nak....., untuk itu sekarang kamu antar dokter Wildan ke wisma penginapan, kamu bantu bereskan tempat itu!" pak danu menunjuk Alya
" dan untuk kamu rani sekarang masaklah untuk kita makan malam!" lalu beralih pada Rani
mereka hanya bisa mengangguk
Alya pun berjalan di ikuti oleh Wildan di belakangnya,
rasanya ingin sekali ku cubit pipinya yang cuby itu, menggemaskan sekali, gumam Wildan
"kau... bicara apa?" tiba tiba Alya berbalik arah , membuat Wildan tekejut
"apa?... aku tidak bicara apa apa!!!!!" Wildan pura pura bodoh
"benarkah......!" wajahnya menyelidik sambil mengitari tubuh wildan
bagaimana si crewet ini bisa tau????? sungguh mengherankan
batin Wildan
"apa....? kenapa kau memandangi wajahku seperti itu, iya.... aku tau, aku memang tampan....!" Wildan sambil membenahi rambutnya yang tidak berantakan
"ah.... sombong sekali anda, maksudku, kenapa bapak bisa menyetujui kamu tinggal di sini?"
"itu karena kau....!"ucap wildan sedikit berbisik
__ADS_1
"apa.....?"
"apa...., aku tidak mengucapkan apa apa....!"
"tidak aku tadi dengar, kau bicara sesuatu!"
"terserah kau saja lah ......!"
sekarang gantian Wildan yang berada di depan
"memangnya kau punya kuncinya?" setelah sampai di depan pintu Alya pun gantian bertanya
"aku kan tamu ya jelas tidak lah" protes Wildan
saat Alya menghampiri Wildan , sebuah pot mengenai kakinya, lebih tepatnya kakinya tersandung pot,
bisa di banyangkan seperti dalam film film romantis, maka dengan cekatan tangan kekar wildan menangkap tubuh Alya, angin pun tiba tiba datang, alunan lagu bersambut, begitulah cinta, mata saling bertatap, bak dunia milik berdua, waktu serasa berhenti berputar untuk beberapa detik
" lepaskan aku...!" teriakan alya pun membuyarkan suasana romantis itu
"dasar kau ini ya, tak tau waktu!" gerutu Wildan
"lepaaaas....!" karena teriakan Alya, membuat Wildan segera melepaskan pegangannya pada tubuh Alya
buuuuug...........
"au......, sakit tau!" gerutu Alya, karena tubuhnya terjatuh kelantai
" kenapa kau jatuhkan aku?" protes Alya sambil mengelus pantatnya yang nueri karena beradu dengan lantai
"kenapa sih kau ini?" tampak wildan dengan wajah bingungnya
"kenapa kau jatuhkan aku? sakit tau!"
" dasar kau ya........, tadi suruh lepaskan sekarang kau menyalahkan aku, dasar anak labil!" gerutu wildan sambil mengambil kunci dari tangan Alya, dan membuka bintunya, dengan alya masih di pasisi duduk di lantai
**kau datang bagai alunan lagu, lagu sedih ataupun bahagia tetap ku nikmati setiap ketukan nadanya, begitu lupa dengan cintamu
by: triadefi**
__ADS_1
jangan lupa kasih dukungan dengan memberikal like dan komentarnya dan lagi kasih vote juga ya