
Akhirnya mereka pun turun dengan farmasi Alya di tengah diantara Rani dan Jesi, karena selama ini Alya tidak punya teman dekat selain Jesi, mereka menuruni tangga dengan perlahan karena bawahan Alya sempit ke bawah sehingga sedikit kesulitan saat menuruni tangga
Semua mata tertuju pada mereka terutama , ppengantinnya, apalagi Wildan , dia sampai tidak mengedipkan matanya hingga alya sampai di hadapannya melihat , penampilannya sangat berbeda dengan penampilannya biasanya, kali ini dia memakai make up
Wildan baru tersadar saat Alya membisiki kan sesuatu di telinganya
“sebegitu nya kamu mengagumi ku ya .....!”
Wildan tersadar dari keterpukauannya dan segera menggandeng tangan Alya untuk duduk berjejer, di depannya sudah ada penghulu dan tuan Sanjaya sebagai wali nikah untuk Alya
Ijab qabul segera di laksanakan kini tangan Wilda sudah berjabat dengan tangan tuan Sanjaya
“saya nikah dan kawinkan engkau Wildan Putra wijaya dengan putri kandung saya Aleana putri Sanjaya !”
“saya terima nikah dan kawinnya Aleana putri sanjaya binti sanjaya dengan maskawin tersebut di bayar tunai!”
Akhirnya Wildan dapat menyelesaikan ijab qabulnya dengan hanya satu tarikan nafas
‘gimana saksi sah ...?”
“saaaaahhh!” serentak semua undangan mengatakan sah
Penghulu pun segera memanjatkan doa, kini mereka telah sah menjadi suami istri
Setelah ijab qobul selesai semua tamu pun menikmati hidanga yang di sediakan sedang kedua mempelai sedang berganti baju di tempat yang berbeda untuk acara resepsi
Tak butuh waktu lama mereka sudah kembali ke ruang resepsi , mereka duduk di altar pelaminan dan melakukan beberapa sesi foto, setelah selesai sesi foto para tamu pun bergantian memberi selamat
kini hari semakin sore, satu per satu tamu sudah mulai berpamitan meninggalkan acara pernikahan, tinggal beberapa anggota kelurga saja, aris dan Mira pun sudah lebih dulu pulang karena bayinya di tinggal di rumah
__ADS_1
kini tinggal tuan Wijaya dan istrinya, pak danu dan Rani yang masih tinggal , tak berapa lama pun mereka juga berpamitan pulang, pak danu dan Rani meninggali rumah kontrakan Alya untuk sementara selama masih di kota
setelah semua tamu pulang tuan sanjaya menyuruh Alya dan Wildan untuk beristirahat
“nak kalian istirahatlah, kalian pasti capek!”
“baik ayah, kalau gitu kami ke kamar dulu!”
kini Alya menaiki tangga di ikuti Wildan di belakangnya
Setelah sampai di depan kamar, Alya tampak menghentikan langkahnya
“kenapa berhenti?”
“tidaaaak ....”
“trus itu . kenapa?”
Alya tampak mencari- cari alasan, dan segera berlalu meninggalkan Wildan, Wildanpun hanya mengeluarkan senyum jahilnya sambil menatap alya yang berlari menuruni tangga kembali
Setelah Alya tak terlihat, Wildanpun segera memasuki kamar Alya, ini untuk pertama kalinya Wildan memasuki kamar Alya, Wildan sangat terkejut
“astaga...., kenapa semuanya pink ..., cewek banget sih dia ...!”
Wildan segera merebahkan badannya di atas tempat tidur, dia sudah merasa lelah karena seharian ini harus mengikuti seangkaian acara, tak butuh waktu lama , Wildan pun telah terlelap
***
Di dapur Alya segera mengambil minum, dia meneguk satu gelas penuh air putih
__ADS_1
“pelan non, makanya jangan lari- larian jadi haus kan!”
Ternyata bik jum dari ntadi memperhatikan tingkah Alya yang konyol
“eh..., bibi...!” Alya hanya bisa menyambutnya dengan cengar- cengir
“nggak papa non, awal- awal memang ngrogi kayak gitu, nanti kalau sudah biasa, pasti nyaman sendiri!”
“ah..., bik jum nih ada- ada aja deh ......!”
“beneran non...!”
“ya udah bik, kalau gituaku istirahat dulu ya, bibi juga istirahat, pasti capek!”
“iya non!”
Alya pun berlalu meninggalkan bik jum menuju ke kamarnya
cinta akan membawa kita dalam kebahagian tanpa harus kita mengejar kebahagiaan itu
karena yang jelas kebahagiaan itu tidak perlu di kejar
karena kebahagian tergantung bagaimana kita menghadapi hidup
intinya jangan selalu mengeluh
syukuri semua yang Tuhan kasih buat kita
karena Dia tahu apa yang kita butuh
__ADS_1
ENJOY YOUR LIFE WITH SMILE 🌟🌟