Promise Of Love

Promise Of Love
64. hari H


__ADS_3

Malam ini adalah malam pesta pertunangan Vina dan Wildan. Pesta yang sudah dari kemarin yang sudah menjadi perbincangan hangat para usahawan- usahawan, tak Lupa para pelayan di rumah itu atau pun rumah besar Wildan


Karena mungkin mereka sedikit bingung karena mereka tahunya tuan mudanya yang bernama Wildan dekat dengan nona Alya, nona yang di bawanya dari kampung itu


Alya meletakkan HP nya yang sedari tadi sibuk dengan pesan sana- sini, telpon sana sini perihal persiapan pesta yang akan segera berlangsung, masih di kamar favoritnya di rumah besar ini karena bahkan sekarang bik jum sudah memberi akses kunci cadangan untuk masuk ke kamar ini


Alya kemudian beralih pada pantulan dirinya di dalam cermin besar di depannya. Dia sudah memakai riasan yang cukup baik sekarang, karena mau tak mau Alya sekarang sudah sering menggunakan riasan karena tak jarang dia harus mengatur pesta orang lain dan dia juga harus berpenampilan baik di depan para kliennya


Cukuplah, lagi pula kan bukan aku yang akan jadi primadona malam ini, jadi nggak masalah kan seharusnya


Tapi kemudian desahannya menghilangkan kepercayaan dirinya. Walaupun nanti dia tidak akan semudah yang di bayangkan tapi kan ada kak Rani dan ..., yang akan menemaninya


Hei bodoh jangan memikirkan dia .....


Alya tampak mengumpat pada dirinya sendiri


Baiklah, beranikan dirimu Alya, Nikmati saja pesta nya sampai selesai. Jangan pedulikan Vina dan Wildan.


Alya tampak kembali untuk menguatkan dirinya, Alya mengambil hadian yang sudah di siapkan untuk pertunangan Vina dan Wildan


Jangan terlalu berharap Vina akan menyukai hadiah darimu, Aaaa, aku benar- benar ingin menangis karena saking tegangnya memikirkan bagaimana aku nanti bersikap di hadapan Wildan. Bahkan ini lebih menegangkan di bandingkan aku di kejar- kejar para preman itu karena saat itu Wildan masih bersamaku


Alya menuruni tangga, rumah besar itu tampak sibuk, di sisi lain dia melihat tuan Sanjaya yang sedang berbincang dengan para tamu, begitu pun dengan nyonya Helsa


Lalu dimana primadonanya saat ini


Ternya yang sedang di cari Alya sedang berdiri di sisi lain di samping kolam bersama teman- teman rubah nya


Bagaimana aku bisa melawan tiga rubah sekaligus , satu rubah saja sudah cukup merepotkan bagiku, Lebih baik aku serahkan kado ku nanti saja


Di tengah kerumunan dia kembali celingukan mencari seseorang


Terus di mana Wildan


Dia pun menyusuri seluruh ruangan dan taman tapi tak juga menemukan padahal di sana sudah terlihat , tapi kemudian tangan menarik kuat tangan nya menjauh dari keramaian


Kenapa dia di sini


“apa yang kau lakukan Wildan ...!’’ kini jantung Alya benar- benar berdegup kencang


“aku merindukan mu ...!” jawab Wildan dengan wajah sendu


Seandainya kau tahu hatiku juga sangat terluka melakukan ini, kalau bisa aku ingin sekali berteriak dan memintamu untuk menyelamatkanku dari sini Batin Wildan benar- benar berkecamuk

__ADS_1


“omong kosong apa sih kau ini ...!” Alya tampak tidak percaya


Bagaimana dia bisa mengatakan hal ini padaku, yang jelas- jelas dia ingin lepas dariku


“beri aku kesempatan, ambil ini!’’ Wildan tampak menyerahkan album foto lama yang sudah sangat usam


“apa ini , ...?’’ Alya sedikit tidak mengerti dengan apa yang di lakukan Wildan


“buka , dan lihatlah, kau harus bisa menyelamatkanku sebelum acara pertunangan ini usai ....!”


Semoga kamu mengerti dengan apa yang ku maksud, sedikit ingatanmu saja akan membatu lepas dari pertunangan menyebalkan ini ....


Wildan pun segera meninggalkan Alya. Alya masih mematung dengan segudang pertanyaan yang tak bisa teruraikan


Kenapa dia harus berkata dengan syarak akan makna seperti itu, dia kan tau kalau otakku pas- pasan bagaimana aku bisa mengerti maksud perkataan mu ....


Alya kembali bergabung dalam pesta, dan sesekali melihat pekerjaan para kru memastikan sound system lancar karena acara segera di mulai


Alya memberanikan diri mendekat ke tempat Vina dan teman- temannya berdiri, dia berencana memberikan hadiah pertunangan kepada Vina


“selamat malam Vina, selamat ya atas pertunangan mu.” Alya mengeluarkan bingkisan kecil dari tasnya. Dan menyerahkan pada Vina. Wanita itu hanya tersenyum sinis menerimanya. Lalu melempar jauh ke semak semak tanaman di taman. Alya menatap nanar semak tempat Vina melemparkan hadiahnya.


Sudahlah, kau sudah tahu akan seperti ini kan kejadiannya, kamu saja sok akrab dengannya, jangan sedih.


Dia menarik tangan Alya paksa supaya menjauh dari mereka


“apa yang kau lakukan, kau akan menyakiti dirimu sendiri jika terus melakukan ini!” sentak Vino pada Alya, sedang gadis itu masih saja tertunduk dengan mata nanar


Wildan yang melihat Vino terus memegang tangan Alya , hatinya terasa terbakar, tanpa pikir panjang Wildan langsung menghampiri mereka berdua


Wildan menarik tangan Vino dan mengangkat kerah baju vino dengan kasar, hingga semua yang hadir di pesta serentak melihat keributan yang terjadi


“apa- apaan kau ini lepaskan tanganmu ...!” Vino tampak sangat kesal dengan kelakuan Wildan


“”aku tidak hanya akan melakukan ini jika kamu berani menyentuh tangan Alya lagi, aku akan mematahkan tanganmu ....!” teriak Wildan sambil melepaskan kerah baju Vino dan sedikit mendorongnya


Vino pun tampak merapikan bajunya masih dengan wajah dingin dan tenangnya, di samping mereka masih ada Alya yang berdiri tak percaya dengan yang bari saja dia lihat


Apa sih sebenarnya mau mu Wildan ..., aku benar- benar tak mengerti


Tampak dari kejauhan Vina menghampiri mereka dengan sedikit berlari


“ apa yang terjadi kak?” Vina tampak menanyai Wildan yang masih dengan wajah gusarnya dan kedua tangan yang terkepal

__ADS_1


“oh iya nona Vina tolong jaga calon tunangan anda, jangan sampai kesabaran ku habis!” Vino lagi- lagi berkata dengan kasarnya


“anda yang harus menjaga tangan anda, jangan sampai anda menyesal kemudian ...!” timpal Wildan dengan rasa kesalnya


Aku harus menghentikan semua ini ....


“apa kalian bisa sedikit dewasa, jika kalian ingin beradu tinju lebih baik di ring tinju saja, jangan di sini, ini pesta ...!” setelah Alya berkata panjang kali lebar dia segera berlari meninggalkan mereka


Jangan sampai air mataku jatuh di depan mereka , aku tak mau terlihat lemah di depan mereka, aku sudah cukup berusaha sejauh ini, jangan lagi .....


Alya pun berlari mencari tempat yang aman untuknya menumpahkan semua air matanya,


Iya aku tau tempat yang aman, balkon belakang dekat dapur


Alya pun segera menuju ke balkon belakang, benar seperti dugaannya, di sana tidak ada siapapun,


“aku bisa menangis sepuasnya di sini ...!” Alya pun sesenggukan sesekali terdengar isakan, air matanya tak mau berhenti menangis, entah apa yang membuatnya menangis, cukup dia saja yang tau


Ternyata dari belakang Rani mengikutinya


“dek ....!” Alya segera menyeka air matanya dan mendongak melihat siapa yang datang


“aku tidak akan menyuruhmu untuk berhenti menangis, tapi kalau kau butuh sandaran ingat kakak ada untukmu ...!’’


“terima kasih kak, tapi maaf untuk saat ini biarkan aku sendiri dulu kak, aku ingin menata hatiku dulu!”


Rani langsung faham dengan apa yang di katakan adiknya itu


“baiklah, kakak tinggal dulu, tapi jika kau membutuhkan kakak, ingat kakak yang akan membelamu pertama kali!”


Alya pun tak menjawab perkataan Rani, dia hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti, Rani pun dengan berat hati meninggalkan adiknya seorang diri dalam kesunyian hati yang tak berujung


-


-


-


-


terima kasih atas dukungannya jangan lupa like n vote ya biar tambah semangat nulisnya


🌷🌷🌷🌷🌷

__ADS_1


__ADS_2