Promise Of Love

Promise Of Love
43. menghabiskan malam bersama


__ADS_3

Menghabiskan malam berdua seperti saat ini sudah jarang sekali terjadi, apalagi setelahy kejadian di pesta itu, sudah tidak pernah terjadi lagi, apa lagi di antara mereka selalu ada Vina yang menghhalangi cinta mereka


Akhirnya mobil mereka sampai pada sebuah kafe, di kafe itu terlihat sangat ramai


“bagaimana kalau kita pindah ke kafe lain saja?” Wildan menawarkan untuk pindah kafe, karena dia tak terlalu nyaman berada di keramaian seperti ini


“ ya sudah kalau kita pindah, aku yang akan menentukan tempatnya!”


“ok...., siapa takut!”


Akhirnya merekapun kembali keluar dan masuk kembali kedalam mobilnya yang sudah sempat di parkir


Mobil pun melaju dengan santai, Alya terlihat memperhatikan sekeliling hendak mencari- cari tempat yang idia sukai


“berhenti ....” tiba – tiba Alya berteriak,Wildan pun segera meminggirkan mobilnya


“ada apa?” Wildan bertanya dengan penuh keheranan


“kita makannya di situ saja sambil menikmati suasana malam di ruang terbuka!”


Alya menunjuk beberapa warung makan di pinggir taman kota, di sana banyak sekali pedagang makanan


“kamu nggak salah disini?” Wildan tak percaya dengan keputusan Alya, seumur- umur dia belum pernah makan di tempat seperti itu


“jadi kamu nggak mau nih?” Alya segera mengerucutkan bibirnya, tanda dia ngambek


Cluetuk


Lagi lagi sebuah sentilan mendarat di keningya


“siapa bilang aku tidak mau, ayo turun .....!” walau terpaksa, Wildan menurut saja, karena tidak mau membuat Alya kecewa

__ADS_1


“benarkah ......?!” Alya tampak tersenyum bahagia, mereka pun segera turun dari mobil, Alya berlari kecil bak anak kecil yang mendapatkan mainan kesukaannya


“kita makan ini saja ya .....!” Alya tampak menunjuk ke penjual sate kambing, dan Wildan hanya dapat mengangguk tak percaya


Mereka pun duduk di tikar yang sudah di sediakan boleh penjual sate, di atas tikar ada meja pendek , mereka pun duduk berhadakan dan meja di antara mereka


Tak butuh waktu lama, sate pesanan mereka pun datang, Alya memesan dua porsi sate kambing


“ayo makan, ini enak lo .....!”


“tapi aku tak pernah makan kambing!” Wildan tampak bingung


“siapa suruh kamu makan kambing, kita kan makan sate ....!”


“satenya kan dari kambing!!!!”


“bukan kok.....!”


“trus dari apa?”


“ayo makan, kamu coba deh, enak kok ....!” Alya hendak menyuapkan satu tusuk sate ke mulut Wildan, Wildan pun tak kuasa menolak, akhirnya dia menerima suapan dari Alya


“jarang- jarang kan aku suapi .....!”


Wildan pun tampaak mengunyah unyah sate yang berada di mulutnya, lemudian dia mengambil lagi satu tusuk daari piringnya sendiri, hingga tanpa terasa satu porsi satenya telah habis di lahapnya


“gimana? Enak kan?” Alya tampak penasaran


“ini luar biasa, enak sekali ......., aku nambah satu porsi lagi bang .....!”


Akhirnya mereka makan dengan lahapnya, tanpa terasa Wildan sudah menghabiskan dua porsi sate kambing,

__ADS_1


Alya melihat bumbu sate yang nyangkut di sudut bibir Wildan, Alya pun segera mengambil tisu dan mengusapnya, sejenak mata mereka saling memandang, seiakan sedetik itu menghilangkan jarak di antara mereka


“ maaf, tadi ada bumbu di bibir kamu!” Alya pun langsung mengakhirinya, dia takut jatuh terlalu dalam, walaupun saat ini dia sudah jatuh, tapi dia tak mau memperdalam lagi, karena dia takut di butaan cinta


*****


Acara makan pun selesai, sekarang Alya mengajak Wildan berkeliling di taman sambil belanja kuliner, karena tak jarang Alya berbelok hanya demi membeli beberapa makanan seperti gorengan, gulali, sosis bakar, cilot


Akhirnya perjalanan mereka terhenti di kursi taman


“aku lelah sekali ....!” tampak Alya menjatuhkan tubuhnya di kursi taman


“ya jelas aja, semua makanan kamu makan, kamu nggak takut gendut ....!”


“ini malam yang indah tau, aku tak mau memikirkan hari esok rasanya, biarkan malam yang indah ini tetap menjadi indah ....!” Alya tampak menikmati malam sambil memejamkan matanya, seakan dia tidak rela jika malam ini berlalu begitu saja


“aku juga ....., rasanya ingin di malam kita selanjutnya akan tetap seperti ini selamanya .....!”


Malam itu mereka habiskan untuk melihat bintang, di mnalam yang cerah itu suasana hati mereka juga sangat cerah


Saat kamu menemukan keberanian untuk menyerahkan hidupmu pada seseorang, itu akan menjadi saat dimana kamu memahami cinta


By Rurouni Kenshin


-


-


-


-

__ADS_1


-


jangan lupa like dan comen ya 😍😍😍😍😍


__ADS_2