
Alya menaiki tangga kembali, dia terlihat sangat cemas, ia memutar- mutar botol air di tangannya, jantungnya terasa mau meledak
Saat sampai di depan pintu langkahnya kembali terhenti
‘perasaan apa sih ini..., kenapa aku takut, aku kan biasa bertemu Wildan’
‘apa aku tidur di kamar tamu saja ya’
Saat hendak berbalik, ia melihat pakaian yang di kenakan masih dengan baju pengantinnya
‘nggak mungkin aku tidur pakek baju ini’
Akhirnya Alya memutuskan untuk masuk juga ke dalam kamar, perlahan dia memutar gagang pintu
Ceklek
Dia mendongakkan kepalanya terlebih dahulu, matanya menjelajah ke segala arah di dalam kamar, dia melihat Wildan yang merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, perlahan- lahan dia masuk sampai- sampai suara langkah kakinya tak terdengar
Diam- diam menghampiri Wildan, Wildan tampak sudah memejamkan matanya
‘wah..., dia sudah tidur ya?’ Alya memandangi wajah Wildan yang matanya sudah terpejam, sambil menggoyang-goyangkan tangannya di atas wajah Wildan
__ADS_1
‘wah benar dia sudah tidur’
Alya segera lari ke kamar mandi tak lupa membawa piamanya, dia membersihkan wajahnya dari make up dan mengosok gigi, mengganti baju pengantinnya dengan piama
Setelah menaruh bajunya di keranjang, ia segera menghampiri Wildan yang sudah tertidur, dia mengamati Wildan yang tidur masih lengkap mengenakan sepatu dan jasnya
‘pasti dia capek sekali, sampai ketiduran seperti itu’
Alya yang hendak merebahkan tubuhnya di samping Wildan kemudian bangun lagi, ia memutari tempat tidur dan berhenti di sisi tempat tidur lainnya, ia lepaskan satu per satu sepatu yang masih melekat di kaki Wildan,
‘bagaimana aku melepaskan jasnya? Dia pasti akan bangun’
Kemudian Alya mengamati Wildan yang sedang tidur terlentang, tubuhnya yang bidang, rambutnya lurus hitam menutup sebagian keningnya, wajah yang putih bersih
Alya mulai mengangkat tangan Wildan yang sedang bersedekap di dada bidangnya, akhirnya dengan susah payah dia bisa melepaskan satu lengan jasnya
‘sekarang bagaimana aku bisa mengangkat tubuhnya, besar begitu...’
Alya nampak berusaha memiringkan tubuh Wildan, tapi ternyata Wildan hanya menggeliat, Alya yang terkejut dengan geluatan Wildan segera menjatuhkan butuhnya di bawah tempat tidur
‘apa dia bangun ....?’
__ADS_1
‘ah sepertinya tidak..’
Alya pun kembali bangun, dan kini posisi Wildan sudah miring, jadi Alya bisa lebih mudah melepaskan lengan jas yang satunya, setelah terlepas Alya segera menaruh jas Wildan di keranjang baju kotor, dan segera kembali ke tempat tidur
‘ah dasar kebo..., tidur kok sampek kayak gitu’
Alya mematikan semua lampu kamar kecuali lampu tidur, dan merbahkan tibuhnya di samping Wildan, memutup tubuhnya dengan selimut yang sama yang ia selimutkan ke tubuh Wildan, ia menutup tubuhnya hingga leher dan segera memejamkan mata
Tak berapa lama ia memejamkan mata, ia tiba- tiba tersentak saat merasakan sesuatu yang berat yang melingkar di atas perutnya
‘apa ini...?’
Ternyata tangan Wildan yang sedang melingkar di perut Alya
‘woe...., kondisikan dong tangannya...’
Alya berusaha keras untuk mengangkat tangan Wildan, tapi semakin keras Alya berusaha, tangan Wildan terasa semakin kuat juga mencengkeram tubuhnya
‘ok, baiklah aku nyerah ...!’
Akhirnya Alya menyerah dan membiarkan tangan Wildan mendekap tubuh mungil nya hingga terlelap dalam tidurnya
__ADS_1
jangan lupa like n vote ya biar tambah semangat nulisnya
terima kasih atas dukungannya ya ......