
Hari ini cuaca sangat cerah, tak seperti biasanya karena sekarang musim hujan jadi kali ini Alya akan pergi dari rumah dengan sedikit was was, dia sudah menyediakan jas hujan untuknya
Seperti biasa Alya mengunci puntunya dan seperti biasa Wildan punpasti mengikutinya, dia titak akan membiarkan Alya pergi sendiri
“kenapa kau mengikutiku?” Alya merasa kesal, karena dia tidak mau jika nanti akan menjadi masalah buatnya, saat Vina atau Reva tau kalau dia turun dari mobil Wildan, itu akan menjadi masalah besar
“OK, jika kamu tidak mau naik mobil ku itu tidak jadi masalah karena aku akan naik angkot bersamamu!” seakan tau apa yang sedang di pikirkan oleh Alya
“memang apa masalahmu denganku?” sekarang Alya terlihat kesal “seharusnya ini hari yang indah tapi dia merusaknya, oh Tuhan hindarkan aku darinya...!”
“masalahnya ada padaku!”
“akhirnya kamu tau juga ternyata, makanya menjauh dariku!”
“itulah masalahnya, kalau aku jauh darimu maka aku akan tiada .....!”
“terserah ......!” kini Alya berjalan mendahului Wildan menuju ke pinggir jalan raya untuk menghentikan angkot
Tak berapa lama angkot pun datang, mereka berdua masuk ke dalam angkot, dan angkot pun berjalan
“entah apa yang kau pikirkan, bagaimana orang yang punya mobil mewah memilih naik angkot, kalau begitu musiumkan saja mobilmu itu!” Alya masih dengan cercaannya
“kamu memberiku ide yang bagus kali ini!”
“dasar dokter tidak waras!”
“iya karena kau membuatku gila karena cinta”
“wah pak dokter ini romantis sekali !” kebetulan sekarang Alya berada di angkot yang sama dengan para siswa SMA, salah satu dari mereka memuji Wildan
“kak, pacaran sama aku aja kalau ceweknya nggak mau!” suara dari yang lainnya lagi
“mau deh jadi pasiennya, kalau dokternya se tampan ini!” seorang ibu ibu ikutan bicara
__ADS_1
Kini Alya dan Wildan Cuma bisa diam sambil mendengarkan celotehan mereka, kadang memuji Alya dan lebih sering memuji Wildan, mungkun sebuah pemandangan langka ada seorang dokter yang mau naik angkot
Tak berapa lama sampailah di depan kampus Alya, Alya pun segera turun, Wildan tak mau mebnimbulkan masalah buat Alya makanya dia memutuskan untuk tidak ikut turun
*
Hari ini adalah ujian akhir semester, maka Alya datang lebih awal, saat kakinya mulai menapaki lorong menuju ke kelasnya tiba- tiba sebuah suara memanggilnya
“Alya.....!”
“iya!” Alya pun segera menoleh , dan di sana ada sosok yang dia sangat kenal “om san ....!”
“kamu juga kuliah di sini?”
“iya om ....!” Alya pun segera mencium tangan Sanjaya
“aku tadi lihat kamu turun dari angkot, langsung mengejarmu!”
“om kenapa di sini?”
“tidak pa pa om, sudah saya lupakan kok!” tak berapa lama mereka bercakap cakap, pembicaraan mereka terhenti ketika Jesi datang
“Alya ....!”
“pagi Jesi ....!” “ya sudah om, kami permisi dulu, kami ada kelas pagi!”
“oh iya silahkan!”
Mereka pun meninggalkan Sanjaya sendiri, Jesi dan Alya langsung menuju ke kelas mereka
Dan ujian pun segera di mulai
******
__ADS_1
Setelah ujian selesai Alya berpamitan pada Jesi hendak menuju butik sebelum ke kafe, iya walaupun sudah bekerja sebagai desainer dia juga tidak meninggalkan pekerjaannya sebagai pelayan di kafe Vino
“aku buru- buru, aku harus pergi dulu ya, jaga dirimu ...!”
“siibuk sekali sih kau ini, baiklah, hati- hati .....!”
Alya pun segera lari menuju ke pinggir jalan, tapi tak ada satu pun angkot yang lewat, saat dia sudah mulai lelah menunggu, tiba- tiba sebuah motor besar berhenti tepat di depannya, Alya menatap keheranan, tapi sebelum Alya berhasil menebak pemilik motor besar itu sudah lebih dulu membuka helmnya
“Ardi.....!” Alya sangat terkejud
“butuh tumpangan?” Ardi menaarkan tumpangan pada Alya
“ayo lah ....., biar aku antar!”
“tidak usah, biar aku naik angkot saja ....!” Alya berusaha menolak, ia tidak mau kalau sampai ada yang melihatnya, dan benar saja tak jauh dari Alya berdiri di sana ada yang sedang memperhatikan mereka, dia adalah Reva, dengan wajah kesalnya ingin sekali untuk melabrak Alya tapi keinginannya itu dia uruyngkan karena di sana ada Ardi, dia tidak mau membuat masalah dengan Ardi, dia harus tetap telihat baik di depan Ardi
“tapi aku sangat memaksa ...., bagaimana?”
“baiklah! Tidak adiknya, tidak kakaknya semuanya sama , suka sekali memaksa orang” Akhirnya Alya pun naik tapi tetap dengan gerutunya sepanjang jalan
Dan Ardi hanya tersenyum mendengar omelan dari Alya, sesekali dia mempercepat laju motornya, hingga mau tak mau Alya melingkarkan tangannya di perut Ardi
“turunkan aku di Inezboutique ya ...!”
“ok, tuan putri .....!” Alya sedikit kaget dengan sapaan yang di berikan Ardi, tapi kemudian dia mengabaikannya, mungkin karena dia sering mendengar dari kakaknya makanya dia ikut ikutan
-
-
-
-
__ADS_1
jangan lupa like dan coment nya ya
😍😍😍😍😍