
rasa sakit atas penghinaan yang di berikan oleh Vina tak bisa hilang begitu saja.
Alya terus berlari memecah derasnya hujan, rasa dingin tak dia hiraukan
"apa? apa salahku? apa aku datang ke sini adalah sebuah kesalahan? kenapa Tuhan cobaan ini tak pernah perga dari ku?!" Alya pun berteriak teriak di tengah hujan hingga dia menjatuhkan tubuhnya ke tanah
Alya terus menangis dan menunduk hingga sebuah kaki berdiri di sampingnya, dan sedikit teduh di sekitar Alya terduduk
Alya segera mendongakkan kepalanya dan di sana ada jas yang sedang di rentangkan
"hei ....., apa yang kau lakukan?" Wildan yang berdiri di sana dan merentangkan jas untuk memayungi tubuh Alya
"kenapa ? kenapa kau di sini?" Alya balik bertanya dan Wildan ikut jongkok bersama Alya
"kenapa kau balik bertanya, jangan menangis seperti itu, kau jelek sekali!"
"apa kau mengikutiku?"
"tidak, aku cuma melihat gadis bodoh yang berlarian di tengah hujan, jadi aku berhenti!"
"siapa yang kau bilang gadis bodoh ?"
"memang di sini ada gadis lain, apa jangan jangan kau bukan gadis ya?"
"kenapa kau selalu mengajakku bertengkar, setiap kali bertemu denganmu aku selalu dapat masalah, dan sekarang masih sama, kenapa kau jahat sekali padaku!" Alya pun memukuli tubuh Wildan bertubi tubi sambil terus menangis, dan Wildan hanya membiarkan saja hingga akhirnya Wildan memeluk tubuh Alya
"maafkan aku!"
"kenapa aku yang selalu di salahkan? apa kau punya jawaban dengan pertanyaan pertanyaanku?" Alya masih terus terisak dalam dekapan dada bidang Wildan, tampak mata Wildan ikut berkaca kaca bercampur dengan air hujan
"yang salah karena aku mencintaimu!" Wildan pun sedikit berbisik
"jangan mencintaiku, jika itu menyulitkan orang banyak!" Alya mendorong tubuh Wildan keras hingga tubuh Wildan sedikit menjauh dari Alya
__ADS_1
"aku akan tetap mencintaimu!"
"hentikan cintamu .....!"
"cinta ku tak akan pernah berhenti dari dulu, sekarang, masa yang akan datang, tidak akan pernah berhenti!"
"tapi aku akan menghentikannya!"
"tidak akan ada yang bisa menghentikannya, bukan kamu dan juga aku, tidak ada siapapun !"
"kenapa kamu keras kepala sekali?" Alya masih dengan kemarahannya
"cintamu yang membuatku seperti ini!" Wildan kembali memeluk tubuh Alya, kali ini Alya tidak meronta lagi
setelah Alya lebih tenang, Wildan membantunya berdiri, dia menuntun Alya ke dalam mobil
Wildan pun ikut masuk ke dalam mobil, dan mencari jasnya yang kering dan segera membalutkan jas itu ke tubuh Alya
Wildan mulai menyalakan mesin mobil dan memacu mobilnya pelan menuju ke rumah kontrakan
kemudia Wildan memegang pipi Alya, ternyata tubuh Alya demam
"Alya, Alya ....., kamu demam .....!" tapi Alya tak bangun juga
akhirnya Wildan membuka pintu rumahnya dan kembali lagi ke mobil, dia srgera memvopong tubuh Alya ke dalam rumahnya, karena dia tidak tau di mana Alya menyimpan kunci rumahnya
Wildan menidurkan Alya di tempat tidurnya, dia segera menyelimuti tubuh Alya
Wildan mengompres dahi Alya dengan Air dingin, semalaman Wildan terjaga, kadan dia membetulkan selumut Alya, kadang mengganti kompresannya
hingga entah kapan iya sampai tertidur di lantai dengan kepala yang di sandarkan di samping Alya tidur
*******
__ADS_1
Alya mengerjapkan matanya pagi ini, dia mengedip kedipkan matanya untuk menyesuaikan cahaya matahari yang masuk melalui celah celah jendela
"auh ...., pusing sekali kepalaku!" Alya memegangi kepalanya yang masih terasa nyeri
"kau sudah bangun!" tampak Wildan ikut terbangun karena gerakan Alya
"aku di mana? ini bukan kamarku!"
"kamu di kamarku .....!"
"apa .......!!!!!" Alya terkejut sambil terperanjak dari tidurnya
"woe kenapa seperti itu reaksinya?"
"wah bisa jadi skandal tau!" Alya pun berdiri dan mencoba berjalan, tapi alhasil dia sempoyongan hendak terjatuh yang terlebih dulu di tangkap oleh Wildan
"kamu itu sakit, sudah deh jangan aneh aneh .....!"
"ya udah tuntun aku sampai ke rumahku!" kali ini Wildan benar benar nyerah, lagi pula rumah mereka bersebelahan
Wildan pun menuntun Alya keluar rumah, saat membuka pintu mereka terkejub
di depan pintu rumah Alya sudah berdiri seorang Vino, dan menatap kereka dengan penuh keheranan
-
-
-
-
-
__ADS_1
janga lupa like dan vote ya, komentarnya juga boleh sebagai bahan pelajaran untuk lebih baik lagi dalam menulisnya ☺☺☺☺☺☺☺☺☺