Promise Of Love

Promise Of Love
35. menghibur Alya


__ADS_3

POV VINO


setelah meninggalkan rumah Alya aku langsung menuju ke rumah,


sepertinya malam ini aku nggak bisa tidur , pikiranku tak lepas dari Alya


seharusnya aku senang melihat Alya menjauh dari Wildan, tapi saat melihat Alya menangis rasanya nggak rela


memang tak bisa aku pungkiri aku pun tertarik padanya, tapi tidak seperti ini caranya


******


pagi ini aku ingin segera ke rumah Alya, seingatku tadi malam Alya pulang tanpa membawa apa- apa


sebelum ke rumah Alya aku putuskan ke butik mama dulu, aku meminta beberapa baju cewek


aku tak lupa mampir ke kedai bubur ayam, aku membungkus dua bubur untuk ku dan Alya, pasti Alya sangat lapar karena di pesta semalam dia tidak makan apapun


ku pacu mobilku santai, karena masih pagi jadi jalanan juga masih lengang


****


tak berapa lama aku sampai di depan rumah Alya, segera ku ketuk rumah alya, dan tak butuh waktu lama terdengar suara dari dalam menuju ke arah pintu


******


POV ALYA


malam ini benar- benar malam yang panjang untukku, setelah masuk ke dalam kamar


air mataku kembali meleleh tak bisa lagi ku bendung, aku menangis sejadi- jadinya


aku mengingat kembali masa- masa indah bersamanya


rasanya lima bulan ku bersamanya selama ini hilang dalam satu malam


aku masih duduk di sudut kamar dengan tangisanku, sampai- sampai aku tak sadar kapan aku tertidur

__ADS_1


hingga ketukan pintu membangunkanku


"siapa yang datang ke sini? tidak ada yang tau rumah ini kan?"


aku segera bangkit dari dudukku, dengan kekuatan seadanya aku berjalan menuju ke arah pintu


aku terlebih dulu mengintip dari jendela takut orang yang tak di inginkan yang datang, karena aku sedang tidak bertenaga


aku teringat, terakhir kali aku makan kemarin siang ,pantas saja badanku sangat lemas


ku buka pintu, dan di depan pintu ku lihat Vino yang sedang tersenyum padaku


tapi tiba- tiba tubuhku limbung dan lagi- lagi terjatuh ke tubuhnya


"Alya, kamu kenapa? ayo kita duduk dulu!" akhirnya Vino mendudukkan ku di kursi teras, Vino jongkok di depanku memastikan kalau aku tidak apa apa


"sudah lebih baik kok!" aku mencoba menenangkan, walau kepalaku masih pusing


"baik ....., minumlah . .. !" Vino membukakan segel air mineral yang iya bawa dan memberikannya padakku


"terimakasih ...!" aku segera meminum air itu, mungkin memang aku dehidrasi karena tidak minum apa pun dari semalam karena di rumah belum ada apapun


"aku suapi ya?!" tapi tanpa jawaban dariku dia sudah menyuapkan ke mulutku


"biar aku makan sendiri saja, aku bisa kok!" aku punlangsung mengambil bubur ayam dari tangannya


"ok baiklah, kebetulan aku tadi beli dua jadi kita makan bersama saja!" dia mengambil satu lagi dan memakannya


aku makan memang begitu cepat, karena memang aku sangat lapar


tapi tiba tiba tangan Vino mengusap sudut bibirku yang tanpa sadar ada makanan yang nemplok di sana


"kamu belepotan sekali makannya!"


"maaf, saking enaknya bubur ayam, jadi belepotan !"


"bukannya enak, tapi saking laparnya!" akhirnya kami pun tertawa bersama- sama, sejenak luka itu pun sedikit terobati

__ADS_1


*****


"apa hari ini aku bisa ijin tidak masuk kerja?" setelah selesai makan aku pun mulai lagi pembicaraan, tapi kali ini agak serius


"bisa, tapi hari ini aku akan mengajakmu ke suatu tempat !"


"kemana?"


"nanti kamu juga akan tau, sana cepetan mandi trus kita berangkat, lihat tu penampilan kamu, sudah kayak nggak mandi satu minggu tau!!!!"


"ah masak sih ....., ya udah aku mandi dulu!" aku segera lari masuk ke dalam rumah


tapi kemudian aku teringat sesuatu, aku kan tidak membawa apapun kesini


aku kembali menghampiri Vino, tapi sebelum aku sempat bicara, Vino sudah menyerahkan sebuah paperbag padaku


"ini apa?"


"kamu pasti tidak punya baju ganti kan, pakai itu!" aku pun langsung tersenyum padanya dan kembali masuk untuk mandi


lima belas menit kemudian aku keluar dengan mengenakan baju yang di bawa Vino, ternyata baju ini pas sekali denganku


tapi aku akui ini bukan gayaku, karena baju ini terlalu feminim untukku, apa lagi aku harus pakai sepatu yang sama dengan sepatu semalam dengan hak tinggi ku


aku segera keluar rumah dan di sana Vino tertegun melihatku


"kamu cantik .....!" dia memujiku


"masak sih ...? ini aneh, terlalu cewek lo!"


"kamu cantik kok, bener bener cantik!"


"ya sudah ayo berangkat!"


kami pun berjalan beriringan menuju mobil, Vino membukakan pintu untukku, dan mempersilahkan aku masuk dan kembali menutup mobil


dia agak berlari menuju pintu yang lainnya dan segera masuk tak butuh waktu lama mobil pun melaju sedang

__ADS_1


dan sesekali kami berbincang dan tak jarang aku melihat ke arah luar memperhatikan sekeliling


__ADS_2