Promise Of Love

Promise Of Love
59. keisengan Wildan


__ADS_3

Pagi harinya alya benar benar terkejud saat dia terbangun, dia tidak di dalam kamarnya,kemudian dia mengingat ingat lagi, dia baru sadar kalau dia tertidur di ruang kerja Wildan


Dia melihat ke sekeliling , tak juga melihat Wildan


“dimana Wildan?’’


“aku di sini!”


Betapa terkejutnya saat dia mendengar suara daru bawah sofanya, saking erkejutnya hingga membuat Alya terjatuh tepat di atas tubuh Wildan, membuat wajah mereka begitu dekat hingga ujung hidung mereka menyatu


“dokter Wildan ....!” tiba – tiba dari arah pintu ada yang masuk


“maaf, maaf dokter ..., saya keluar dulu!!!!!!!!!”


“Renata..., berhenti jangankeluar dulu!” Wildan mecegah orang itu untuk tidak keluar


“apa kamu suka terus berada di atasku ,,,?” mendengar itu Alya pun berusaha bangun dari tubuh Wildan!


“maaf, habis kamu mengagetkanku, jadi aku terjatuh deh ...!”


Setelah Alya bangun dari tubuhnya Wildan pun ikut bangun


“Renata, ini tak seperti yang kamu lihat, dia menjatuhi tubuhku ...!”


“saya mengerti dok ...!”


“ oh iya hari ini sepertinya aku akan pulang, berkas yang perlu aku tanda tangani sudah aku tanda tangani, jadi kamu tinggal bawa ke klien saja!”


“baik dok, kalau begitu, saya permisi dulu!”


“silahkan!”


Renata adalah sekertaris pribadi Wildan, dia yang menghendel semua pekerjaan wildan, jika Wildan tidak ke rumah sakit atau sibuk dengan pasien- pasiennya


“aku sebenarnya suka kalau kamu berlama- lama berada di atas tubuhku, tapi apa boleh buat ada pengganggu datang!” Wildan tampak menggoda Alya dengan sedikit mendekatkan wajahnya ke wajah Alya, Alya tampak panik, dia benar- benar tak tau harus berbuat apa, keringat keluar dari keningnya


“kau mau apa? Jangan macam- macam ya ...!” Alya semakin memundurka tubuhnya hingga terduduk di sofa, tapi Wildan masih tetap dengan posisinya yang semakun dekat dengan Alya, hingga kini tubuh Wildan sudah berada di atas tubuh Alya


Keringat Alya makin membanjiri wajah Alya, padahal ruangan itu ber-AC


“Wildan ....!” Alya pun memejamkan matanya


“ayo pulang ...!” Wildan pun tiba- tiba keluar dari ruangannya meninggalkan Alya yang masih terpejam


“dasarrrrrrr....., orang aneh ...!” Alya pun sedikit berlari menyusul Wildan


Mereka pun kembali berjalan menyusuri koridor- koridor rumah sakit, tak lupa sebelum keluar dari rumah sakit mereka mampir ke ruangan jagoan kecil, setelah puas menggendong, Wildan pun mengajak Alya pulang


***


Setelah menurunkan alya di rumah, Wildan pun kembali bersiap untuk menemui tuan Sanjaya,


dia segera mandi dan mengganti bajunya dengan baju yang sedikit santai dengan kaos lengan panjangnya dan celana jeans

__ADS_1


Dia tampak lebih muda dari usianya, dengan rambut yang di biarkan mengenai dahinya tanpa gel rambut


, setelah merasa sudah siap dia segera mengendari mobilnya menuju ke kafe yang sudah di tunjuk tuan sanjaya


Dia masuk ke sebuah kafe di salah satu meja sudah ada tuan Sanjaya yang duduk seorang diri, Wildan pun segera menghampirinya


“pagi om, maaf saya terlambat!”


“tidak apa apa, saya juga baru datang, silahkan duduk ..., ini sudah saya pesankan minuman!”


“terimakasih om!” Wildan pun mengatur tempat duduknya


“seharusnya saya yang harus terima kasih karena kamu sudah menghadirkan kembali mutiara hariku!”


“saya tidak merasa di beratkan kok om ....!”


“trus bagaimana Alea, apa dia sudah mengingatku?” tuan Wijaya tampak penasaran


“maaf om ...., dia belum bisa mengingat semuanya!” Wildan sedikit kecewa


“itu salahku karena aku dulu tak terlalu dekat dengannya, aku terlalu sibuk dengan pekerjaanku, hingga aku melalaikannya!”


“sepertinya seperti yang saya duga om!”


“maksudnya?”


“ begini om, sepertinya Alya sempat mengalami kekerasan, sehingga dia kehilangan sebagian ingatannya, karena yang dia ingat Cuma pesta ulang tahunnya!”


“iya Alea memang hilang setelah acara ulang tahun itu ...!”


“memang selain dengan istriku Alea juga sangat dekat dengan bik jum, dulu kemanapun bik jum pergi Alea selalu ikut, bahkan dia juga sering ikut bik jum pulang kampung!”


“maaf om sebelumnya, kalau boleh tau apa tante Helsa itu bukan mamanya Alya om?” Wildan tampak mengintrogasi


“bukan...., kami menikah satu bulan sebelum Alea menghilang jadi Alea tak begitu mengenal nya!”


“lalu Vina?”


“Vina belum pernah bertemu dengan Alea, karena saat kami menikah , Vina masih bersama neneknya di bandung, dia juga tidak tau kalau aku punya anak lain dari istri pertamaku, aku tidak pernah cerita soal itu!”


“maksud saya, apakah ...?”


“Vina bukan putri kandungku ...., itulah kenapa Vina lebih tua Dua tahun di bandingkan Alea!”


“sudah ku duga ...!”


“tapi jangan kamu bicara kan hal ini pada Vina, yang dia tau akulah papanya, aku tak ingin melihat dia kecewa, dia sudah aku anggap putriku sendiri, tak ada yang beda !”


“sebenarnya aku punya rencana om untuk mengembalikan ingatan Alea!”


“apa rencana mu?”


“Alya harus sering datang ke rumah om, kebetulan dia sebagai EO pertunanganku dengan Vina, jadi aku harap om merencanakan pesta di rumah om saja, bagaimana?”

__ADS_1


“baiklah aku setuju, dalam Waktu empat hari ini aku yakin Alea bisa mengingat kembali semuanya!”


Setelah pembicaraan mereka berakhir, Wildan pun berpamitan, mereka pun berpisah


***


Di lain tempat Alya kedatangan tamu, dia adalah Vino


“bagaimana keadaanmu, apa sudah baikan?’’ tanya Vino pada Alya


“sudah, aku tidak pa pa kok ..., oh iya apa kamu sudah kenal dengan kakakku?” tanya Alya panjang lebar


“sudah, kami sudah bertemu dua kali, iya kan?’’ kali ini Vino menanyai Rani


“iya benar, dia yang sudah menolong kakak saat tersesat itu!”


“oh ..., jadi Vino pahlawan ganteng itu!!!” Alya tampak menggoda


“apaan sih kamu ...!” Rani tampak tersipu malu


“sebenarnya saya kesini karena mama menyuruhku menemui mu, katanya ponselmu tak bisa di hubungi!”


“ya ampun..., aku lupa dari semalam ponselku lowbat, ada apa?’’


“mama bilang empat hari ini kamu di suruh datang ke rumah tuan Sanjaya, untuk mempersiapkan pesta pertunangan putrinya!”


Tiba- tiba raut wajah Alya menjadi murung


“kau kenapa? Kau tidak pa pa kan?” tanya Vino heran


“ini memang tugasku, aku harus profesional!” batin Alya


“baik aku besok akan ke sana!”


“untuk lain- lainnya mama sudah mengirim asistenya membawa barang- barang yang di perlukan , kamu tinggal datang saja dan mengawasi kerja orang- orang!”


“terima kasih atas infonya!”


“ya sudah , aku permisi dulu!” Vino tampak tak bersikap seperti biasanya, biasanya dia lebih renyah dengan candaan- candaan khasnya, tapi kali ini dia lebih pendiam


,


,


,


,


,


,


terimakasih ya teman teman karena sudah membaca novelku, jangan like n vote ya biar tambah semangat nulisnya

__ADS_1


😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘


__ADS_2