Promise Of Love

Promise Of Love
32. pesta 4


__ADS_3

POV WILDAN


aku tidak bisa menemani Alya, aku yakin pasti dia kesepian di tengah pesta


walaupun aku sedang bersama orang tuaku tapi mata ini tak luput sedikitpun untuk menatap jauh Alya


sesekali Alya tampak menguao, pasti dia bosan sekali


"nak Wildan, bagaimana pekerjaanmu?" om Sanjaya memulai dengan basa basinya


"baik om ..... !"


"aku lihat rumah sakit yang kamu kelola sekarang semakin maju saja!" om Sanjaya tampak memujiku dan aku balas dengan sedikit senyumku


tapi aku benar- benar terkejud saat aku kembali melihat Alya, sekarang dia tidak sendiri


dia bersama laki- laki, oh tidak laki- laki itu Vino


rasanya aku ingin sekali menghampiri mereka, tapi bagaimana


"ma aku permisi dulu ya.... !" aku berusaha mencari alasan untuk menghampiri Alya


"Wildan ....., kamu di sini saja, sebentar lagi ada yang mama mau kenalkan!" aku benar- benar terjebak, tak bisa kemana- mana


"iya nak Wildan ....., tunggu sebentar!" om Sanjaya pun ikut menghentikanku


tapi rasanya hati ini tak tenang, bagaimana bisa, ragaku di sini tapi jiwaku di tempat lain


tiba- tiba datang srorang gadis menghampiri kami, ternyata dia putri om sanjaya, kalau di lihat gadis itu memang sangat cantik


"hai pa ....., om tante .....!" sapa gadis itu

__ADS_1


"yang kita tunggu sudah datang, dari mana saja sayang, lama sekali .....!"


"maaf pa jalanan macet sekali .....!"


"maklumlah jakarta. ....! aku agak kesal jadi aku jawab asal saja


"hai ...., Wildan ......!" lalu gadis itu menyapaku


"kenalkan dia Vani putri ku!" om Sanjaya mengenalkan gadis itu padaku


"salam kenal!" aku menanggapinya dengan dengan datar karena kini pikiranku di penuhi dengan Alya,


*****


"ayo pestanya segera di mulai .....!" papa segera beranjak dan menuju ke mikrofon


"dengarkan hadirin semua, pesta ini kami adakan karena ucapan syukur dari keluarga atas keberhasilan keluarga kami dalam mengelola perusahaan!"


"dan ada lagi pengumuman penting dari keluarga kami!" tiba- tiba mama ikut bicara


"saya persilahkan putra kami Wildan dan Vina putri tuan Sanjaya !" aku sedikit terkejut, kemapa aku dan gadis itu? ada apa ini


ternyata tidak hanya aku yang terkejut tapi juga semua anggota keluarga, Ardi, Aris , Mira dan nenek


aku melihat ke arah Alya yang juga sedang memperhatikan juga


mau tak mau aku pun mendekat ke mama dan papa berdiri


"ini adalah putra sulungku dan Vina, kami akan mengadakan pertunangan mereka bulan depan!"


"jadi kami sekeluarga mengharapkan kalian semua bersedia hadir di acara pertunangan anak kami!"

__ADS_1


aku benar- benar terkejut dengan apa yang di katakan mamaku barusan


rasanya bak di sambar petir, aku segera melihat ke Alya, dia pun tampak terkejut, butiran air mata meleleh di ujung matanya


tapi aku tak mampu menghilangkan duka di matanya


Seberapapun usahaku untuk tidak membuatnya bersedih ,tetaplah airmatamu tak bisa ditahan, meski begitu aku mencintaimu......,miss you sayang


" mama apa apaan sih ....!" aku berbisik di telinga mamaku


mamapun menarik tanganku menjauh dari keramaian


"Wildan , mama lakuin ini demi kebaikan kamu nak, Vina itu gadis yang baik dan dari keluarga baik- baik, tidak seperti Alya yang nggak jelas asal usulnya!"


"ini hidup Wildan ma ....., mama nggak bisa melakukan ini padaku!"


"apa kamu akan mempermalukan mama sama papa ,kalau kamu menolak perhodohan ini?"


"tapi ini tidak adil ma buat Wildan!!!! Alya itu berasal dari keluarga baik- baik ma..... !"


"ok ... , mama akan memberi kamu kesempatan sampai sebelum acara pertunangan itu, jika kamu tidak bisa mengungkap asal usul Alya,


apabila terbukti jika dia bukan dari keluarga baik- baik


kamu harus tetap tunangan sama Vani!"


"terserah mama lah .....!"


"malam ini kamu harus nemenin Vani selama pesta!"


aku cuma bisa pasrah atas keputusan mama sampai aku bisa mengungkap jati diri Alya

__ADS_1


mama pun kembali menarik tanganku, membawaku menghampiri Vani


__ADS_2