
mereka berdua tiba di meja makan yang tidak terlalu luas,
kira kira luas meja sekitar 120x 120 cm, ya cukup lah untuk ukuran orang desa, di meja sudah tersaji berbagai menu desa, ada nasi putih, sayur terong, lauk tempe dan telur dadar, minumnya juga cuma teh anget
"maaf ya pak dokter, kami cuma bisa menyiapkan makanan orang kampung!" tiba tiba suara pak Danu mengagetkan Wildan yang dari tadi hanya memandang meja makan tanpa berkeinginan untuk mengambilnya
"iya pak tidak apa apa, saya suka kok!"dengan senyum tipis di bibirnya
"ok, kamu kuat wildan, demi Alya, tapi makanan ini benar benar jauh dari apa yang aku makan biasanya" batin Wildan
ternyata batin wildan meronta
"ayo silahkan makan pak dokter!" rani pun mempersilahkan untuk mengambil makanan dan segera menyiapkan piring untuk wildan dan pak danu, menaruh nasi secukupnya , sayur dan lauk
"mari silahkan makan pak dokter!" pak danu pun mempersilahkan
tapi dari tadi yang tetap jadi penonton adalah Alya, ternyata dia sadar dengan raut muka yang di tunjukkan Wildan
"waah waah lucu sekali ya wajah pak dokter ini......, menggemaskan ...." batin Alya menertawakan
"Alya ayo kita makan, kenapa piringnya tetap kosong?!" suara Rani sedikit mengagetkannya, dia pun sagera duduk dan mengambil makanannya
"waah ..... seumur umur aku belum pernah makan seperti ini, tapi patut di coba" batin Wildan
"selamat makan!" wildan pun segera memulai makannya, yang ia anggap sedikit extrim
"waw....., ini rasanya luar biasa......."
__ADS_1
tanpa sadar makan Wildan sangat cepat dan lahap
"pak dokter, kau tidak papa?" Alya pun bertanya sambil sedikit memutar bola matanya
"tidak pa pa, ini enak sekali, sungguh......!"jawaban wildan membuat tawa di meja makan itu pecah
mereka berbincang bincang sambil menikmati makanan malam
setelah makan malam usai, pak Danu mengajak Wildan untuk pindah ke ruang tamu. Mereka melanjutkan bincang bincang seru
sedang rani dan alya membereskan meja makan , mencuci piring kotor dan membuang sampah
"oh iya Alya, kamu hidang kan gih pisang gorengnya untuk pak dokter dan bapak!" pak Danu memberi perintah pada Alya
"ok siap kak!" Alya pun berlalu meninggalkan Rani, dan membawa nampan berisi sepiring pisang goreng ke ruang tamu
"bapak, ini pisang gorengnya!" Alya pun menaruh sepiring pisang goreng di atas meja, dan segera akan beranjak,
tapi tiba tiba pak Danu menghentikanya, ternyata pak Danu orangnya benar benar pengertian dan bijaksana
"Alya kamu disini dulu, bapak mau ngomong sama kamu!"
mau tak mau Alya pun menghentikan langkahnya dan duduk di kursi pendek di samping Wildan yang duduk satu kursi panjang dengan pak Danu,
ya di ruang tamu itu hanya ada dua kursi pendek untuk satu orang dang satu kursi panjang yang cukup untuk tiga orang
"Alya, mulai besok kamu yang bapak beri tugas untuk menemani pak dokter jalan jalan, karena pak dokter kan belum tau daerah ini!"
__ADS_1
"tapi pak, kan ada bapak sama kak Rani, kenapa harus aku?" jawab Alya sambil mengerucutkan bibirnya, yang menambah keimutan Alya
"kamu kan tau , bapak harus bekerja, kakak kamu juga bekerja, kamu kan sudah lulus dan belum kerja , jadi ya otomatis, mengawal pak dokter jadi tugasmu!"
"tapi pak, bapak kan tau ada yang .....!"
tiba tiba kata kata alya terhenti
"kamu tidak usah khawatir, pak dokter akan menjagamu , pak dokter sudah janji kok sama bapak!"
tenyata tentang janji Wildan kepada Alya pun, Wildan sudah memberi tahukan pada pak Danu
tapi kata kata Alya yang terpotong membuat Wildan penasaran, sebenarnya apa yang sedang di sembunyikan oleh mereka
sebenarnya ada apa dengan Alya, wajahnya sedikit menyiratkan ketakutan yang jelas
jam pun sudah menunjukkan pukul 21.00 , Wildan pun undur diri kembali ke kamarnya
**berfikirlah bagaimana kau akan mencintai tapi jangan pernah berfikir bagaimana dia mencintaimu
by: triadefi**
jangan lupa kasih dukungan ke Author dengan memberikan LIKE dan KOMENTARNYA ya 🙏🙏🙏🙏
__ADS_1