
Alya mencoba bersenandung untuk Menghilangkan kesunyian , hingga setengah jam berlalu tapi tak juga dia mendapatkan angkot
“mungkin ini keputusan yang salah karena menolak tawaran Vino, seharusnya aku tadi menerimanya, mungkin aku tak perlu berjalan sejauh ini ...!” Alya pun terus menggerutu
“kok sepertinya ada yang ngikuti aku ya ...!” Alya pun segera mempercepat langkah kakinya, dan lebih cepat lagi, hingga langkahnya hampir mirip berlari
Tapi suara langkah yang mengikutinya juga semakin dekat saja, sekarang bukan Cuma di percepat, tapi Alya benar- benar lari
Hingga langkahnya terhenti di ujung jalan yang buntu, Alya tak tau harus bagaimana lagi, kali ini Alya hanya mengharapkan datangnya bantuan
“akhirnya kamu berhenti juga manis ...!” ternyata ada dua preman yang sedang mengikutinya
“biarkan saya pulang, mas, om, bang ...!” Alya tampak ketakutan
“kenapa buru- buru sekali manis, kita bisa bersenang- senang dulu kan ....!”
“biarkan aku pergi ...!” kini Alya menangis sejadi jadinya
Ha ha ha ...
Preman- preman itu langsung mendekati Alya, hingga Alya hanya bisa jongkok dan mendekap kan tubuhnya
Sebelum preman- preman itu sempat menyentuh tangan tubuh Alya, tiba- tiba
Buk buk buk
Saat Alya membuka matanya, dia melihat Vino yang sedang berkelahi dengan preman- preman itu,
dan tak butuh waktu lama, Vino itu sudah berhasil melumpuhkan kedua preman itu
“kau tidak apa apa ...?” Vino bertanya pada Alya, tapi saking syok nya Alya hingga tak mampu berkata apa apa,
Alya pun langsung menghambur memeluk tubuh Vino
Kini tubuh Alya sudah ada di dekapan Vino, Alya membenamkan wajahnya ke dada bidang Vino, hingga air mata Alya membasahi kemeja Vino
Vino pun langsung menuntun Alya ke dalam mobil dan memberikan minuman untuk Alya
“minumlah dulu ...!”
“terima kasih ...!”
“kamu sudah tidak pa pa?”
“aku sudah lebih baik!”
“lain kali jangan seperti ini lagi ya!” Vino tampak khawatir tapi lagi lagi Alya tidak menjawabnya
“jika sampai terjadi apa apa denganmu, aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri!”
Vino pun akhirnya menjalankan mobilnya
,beberapa saat kemudian mobil pun sampai di depan rumah Alya, di sama Rani sudah mondar-mandir tampak cemas, Alya dan Vino pun turun dari mobil
“Alya kamu kenapa, kenapa kamu kusut sekali, apa yang terjadi?” Rani langsung mencerca dengan pertanyaan, pertanyaan, tapi belum sempat menjawab Vino langsung mewakili menjawab
“tadi Alya di ganggu preman saat hendak pulang, tapi tidak pa pa kok ...!”
“kamu ...?” Rani tampak terkejut saat melihat Vino, begitu juga dengan Vino
“kamu kok di sini?”
“aku kakaknya Alya ...!”
__ADS_1
“biarkan alya istirahat dulu, aku tunggu di luar!” Vino menyuruh Rani untuk mengantar Alya ke kamar, setelah mengantar Alya ke kamar dan memastikan Alya sudah tertidur, Rani pun kembali keluar menemui Vino
“terima kasih ya sudah menyelamatkan adikku!” Rani mengucapkan terimakasih pada Vino
“tidak pa pa, aku senang kok bisa membantunya!”
“kamu kenal Alya?”
“iya, Alya kerja di kafe ku!”
“kafe ..., jadi kamu Vino!”
“hem ...!”
“Alya sudah banyak cerita tentangmu, kamu baik deh, seandainya jika kamu lebih dulu mungkin, kejadiannya tidak akan serumit ini!”
“maksudnya?”
“aku rasa kamu juga tau ...!”
“oh iya, nama kamu siapa?”
“aku Rani, aku kakak nya Alya dari kampung!”
“senang berkenalan denganmu, mudah mudahan kita bisa menjadi teman!”
“aku berharap juga seperti itu, kita bisa lebih akrab lagi, aku senang karena kamu yang menolongku kemarin!”
Tak berapa lama mereka berbincang, mobil Wildan datang, rupanya hari ini benar benar hari yang sibuk di rumah sakit, hingga ia pulang larut hingga tidak bisa menjemput Alya
Dia terkejut saat mendapati Vino berada di rumah Alya, rasanya ingin sekali marah, tapi saat melihat yang berada di sampingnya bukan Alya, ia urungkan untuk marah
“kenapa anda malam malam bertamu, di manakah Alya? Kenapa kalian Cuma berdua?”
“tapi anda tau kan ini sudah malam?”
Melihat suasana sudah semakin memanas, Rani pun tak bisa tinggal diam
“sudah kalian jangan bertengkar, Vino kesini ngantar Alya, karena Alya hampir di jahati preman!”
Mendengar penjelasan Rani , Wildan terlihat panik
“dimana Alya ....? bagaimana keadaannya?”
“dia di dalam ...!”
Tak menunggu lama Wildan pun langsung berlari masuk ke dalam kamar Alya, memastikan keadaan Alya benar- benar tidak pa pa, diikuti dengan Vino dan rani di belakangnya,
Vino dan Rani hanya berdiri di depan pintu menyaksikan Wildan yang panik
Wildan langsung bersimpuh di samping Alya yang terlelap dan memegang tangan Alya
“Alya ...., maafkan aku ...., aku benar- benar tak becus menjaga kamu, aku salah, kamu boleh marah sama aku ....!”
Akhirnya Alya pun terbangun kembali mendengar suara Wildan
“Wildan ....!” Alya pun langsung bangun dan memeluk Wildan
“aku takut ...., aku benar- benar takut ...!” Alya langsung meneteskan air mata
“kamu tidak usah takut , aku di sini, aku nggak akan ninggalin kamu, maafin aku ya ..., kamu tidur lagi ya aku akan nemenin kamu di sini!”
Wildan pun membantu Alya untuk tidur kembali, tapi tangan Alya enggan untuk melepaskan tangan Alya,
__ADS_1
melihat pemandangan itu Vino merasa tidak nyaman, dia pun berpamitan untuk pulang
Ku 'tak bahagia, melihat kau bahagia dengannya
Aku terluka, 'tak bisa dapatkan kau sepenuhnya
Aku terluka, melihat kau bermesraan dengannya
'Ku 'tak bahagia, melihat kau bahagia
Harusnya aku yang di sana, dampingimu dan bukan dia
Harusnya aku yang kau cinta dan bukan dia
Harusnya kau tahu bahwa cintaku lebih darinya
Harusnya yang kau pilih bukan dia
'Ku 'tak bahagia, melihat kau bahagia dengannya
'Ku 'tak bahagia, melihat kau bahagia
Harusnya aku yang di sana, dampingimu dan bukan dia
Harusnya aku yang kau cinta dan bukan dia
Harusnya kau tahu bahwa cintaku lebih darinya
Harusnya yang kau pilih bukan dia
Oh...
Harusnya aku yang di sana, dampingimu dan bukan dia
Harusnya aku yang kau cinta dan bukan dia
Harusnya kau tahu bahwa cintaku lebih darinya
Harusnya yang kau pilih bukan dia
mungkin lagu ini sangat cocok dengan apa yang di rasakan Vino, dia ingin melihat Alya bahagia, tapi dia tak rela jika melihat Alya bersama dengan Wildan
dia merasa cintanya pada Alya sama besar dengan cinta Wildan pada Alya, tapi mungkin lebih besar cintanya
"kenapa harus Wildan yang di pilih Alya untuk jadi sandaran dan bukan aku'' gerutu Vino sepanjang jalan
-
-
-
-
-
terima kasih karena telah membaca novel pertamaku, jangan lupa like n coment ya
vote nya juga aku tunggu biar tambah semangat nulisnya
sedikit kritikan juga boleh tapi yang membangun ya
😁😁😁😁😁😁😁😁😁😁
__ADS_1