
Hari ini hari ke empat Alya datang ke rumah Tuan Sanjaya bisa di bilang hari terakhir persiapan pertunangan Wildan dan Vina
hari ini Wildan tidak ikut Dengannya, Wildan ada pekerjaan penting di rumah sakit
hari ini yang ikut Rani, karena Alya tidak akan sempat pulang dulu sebelum acara pertunangan di mulai, karena dia yang bertanggung jawab penuh berjalannya acara malam nanti
Alya membawa sekalian baju gantinya begitu juga dengan Rani,
karena Rani rencananya besok akan kembali ke kampung jadi Alya ingin menghabiskan waktunya seharian bersama Rani walaupun sambil bekerja
Selain itu alasan yang paling kuat adalah Alya tau nanti dia pasti akan membutuhkan sandaran saat hatinya sudah tidak mampu untuk menampungya saat melihat Wildan harus bertunangan dengan orang lain,
dia tidak mungkin lagi bersandar pada laki- laki lain ,
Jika aku terus bersandar padanya aku takut jika dia mengharapkan hatiku yang tak mungkin aku berikan kepada orang lain, mungkin akan butuh waktu lama untuk bisa melupakan nya batin Alya
Hari ini akan menjadi hari yang melelahkan bagi Alya
“tidak papa kan kak jika aku mengajak kakak ke tempat kerjaku!”
“tidak papa dek, aku akan lebih senang jika bisa membantu pekerjaan mu, tidak usah sungkan!”
Sampai di rumah tuan Sanjaya
Vina terlihat sibuk mempersiapkan diri, dia sampai menyewa salon kecantikan datang ke rumah, dia di sibukkan mulai dari luluran hingga membersihkan kuku- kukunya, dia seharian tak keluar dari kamar
“nona Vina, ini bajunya, sudah aku sesuaikan dengan ukuran nyonya sakarang ...!” Alya masuk ke kamar Vina dengan membawa baju pestanya,
sedang baju milik Wildan sudah di kirim ke rumah Wildan di tempat orang tuanya dengan jasa kurir
“gantung saja di lemari ...!” tanpa melihat Alya karena dia sedang tiduran di tempat tidur sambil para pelayannya mengoleskan masker di wajahnya
Alya pun menuju ke ruang ganti milik Vina,
Sebenarnya ini toko baju apa lemari sih ..., saat melihat koleksi baju- baju mahal vina
__ADS_1
Alya pun segera keluar dari kamar Vina, dia menyusuri tangga sambil melihat para kru yang sedang sibuk bekerja,
kemudian matanya tertuju pada Rani, kakaknya
Kakak sadang bicara dengan siapa, kok sepertinya akrab sekali
Alya hanya bisa melihat punggungnya saja,karena posisinya membelakangi Alya
Alya pun mempercepat langkahnya hendak menghampiri kakak perempuan, dia penasaran dengan siapa kakaknya bicara sebegitu akrabnya
“kakak ....!”
“Alya ...!” saat Rani menyapa Alya, pria itu pun ikut menoleh melihat kedatangan Alya
“Vino ...?’’
Kenapa dia kesini juga, aku harus menghindar darinya , ibunya mau aku menjauhinya
“sedang apa di sini?”
“aku mengkhawatirkan mu!”
“aku bercanda, jangan di anggap serius, sebenarnya aku kesini di suruh mama buat bantu- bantu !”
Sambil mengacak- acak rambut Alya
Kenapa dia tersenyum menyebalkan seperti itu,dia sungguh tak pandai bercanda
“baiklah kalau begitu, kamu bisa membantu kakakku, iya kan kak ...!” Alya sambil mengedip- kedip kan matanya memberi isyarat pada kakaknya untuk menyetujui
“oh ..., iya ...,ayo ikut denganku!” Rani pun menarik tangan Vino menjauh dari Alya, karena Alya juga tahu kalau kakaknya juga menaruh hati pada Vino
Mungkin begini lebih baik, saat dia menjauh dariku, rasa bersalahku akan sedikit berkurang
Hari pun semakin sore, semua terlihat sudah siap, makanan, dekorasi , buku tamu , tempat duduk walaupun tidak banyak dan lampu- lampu hias sudah dipastikan menyala semua
__ADS_1
“bisa aku bicara padamu?’’ tiba- tiba Vino mendekati Alya
“ada apa, aku tidak pinya banyak waktu, aku harus bersiap siap juga!” Alya berusaha menghindar dan berjalan menjauhi Vino
Tapi tangan vino sudah lebih dulu memegang tangan Alya hingga dia tidak mampu untuk menghindar lagi
“aku mencintaimu ...!” kata itu yang kemudian keluar dari bibir Vino yang dengan seketika membuat Alya terdiam seribu bahasa dengan rasa yang tak karuan
Alya hanya bisa terdiam, dia tak tau harus berkata apa
“aku tulus mencintaimu, aku Cuma ingin kamu tau kalau aku mencintaimu, aku mau jadi alasan kamu tersenyum, biarkan cinta ini tumbuh jangan menghentikan ku ...!” masih terus memegang tangan Alya
“maaf aku tidak bisa ...!” Alya tampak tertunduk
“aku tidak memintamu untuk membalasnya, tapi tetaplah beri aku kesempatan untuk meyakinkanmu!”
“kamu akan sakit ...!”
“aku tidak peduli jika aku harus sakit, tapi jangan menghindar dariku ...!"
Astaga ...., aku benar- benar tak bisa menghindar lagi darinya, memang tak bisa aku pungkiri walaupun dia sedikit kaku dan dingin tapi dia sangat baik
Setelah percakapan panjang itu, kini Alya tak bisa lagi menghindar darinya, dia tak membiarkan Alya menjauh darinya,
*berjuanglah ...,aku juga akan berjuang untuk bisa membuka hatiku kembali, setelah ini aku tidak bisa mengharapkan balasan cinta dari Wildan, dia akan menjadi milik orang lain
-
-
-
-
-
__ADS_1
jangan lupa like n vote ya
terima kasih ya atas dukungannya*