Promise Of Love

Promise Of Love
2. wildan


__ADS_3

Ternyata pertemuan singkat di masa lalu membuat dampak besar bagi kehidupan wildan.


Tak sedetikpun waktu wildan di lewatkan tanpa memikirkan Alya, teman masa kecilnya.


"sungguh menyebalkan, apa yang terjadi denganku, kenapa selalu dia yang ku fikirkan"


"Aku bahkan tidak tau dimana dia sekarang!!!!"


"dimana kamu gadis ku, Alya....????"


"Perasaan ini lama lama benar benar akan membunuhku"


"Tidak di rumah, tidak di rumah sakit kenapa slalu di penuhi dengan memikirkannya" Wildan terus bermonolog sendiri, ia meratapi perasaannya sendiri


ia seperti mencintai angin, angin dapat ia rasakan tapi tak pernah dapat ia sentuh


tapi ia merasa begitu nyata


tut tut tut


Tiba- tiba telpon berdering, mengagetkan lamunan wildan, Wildan yang sedang menyandarkan punggungnya di kursi, segera bangkit


"hallo pak....!" sapa seorang pria di seberang sana.


"iya hallo, bagaimana? apa sudah ketemu?"


"sudah pak gadis itu di daerah xxxxx!"


"baik trimakasih"


tut tut tut


Wildan segera memutus sambungan telpon secara sepihak, senyum merekah di bibirnya


wajah wildan kembali pada lamunannya.


"seperti apa dia sekarang, apakah gendut? atau hitam? jelek" batin Wildan, ia segera mengacak rambutnya, hingga membuatnya berantakan


"apapun dia, bagaimanapun dia aku akan tetap menemuinya"

__ADS_1


"tunggu aku ALYA........"


Setelah puas dengan lamunannya, wildan pun beranjak dari kursinya, sambil menjinjing jas dokternya di sisi pundak, dengan sedikit langkah melonjak bahagia.


-----------------------------------------------


Mobil Wildan melaju standart, wajahnya tampak segar seakan gunung es yang telah meninggi di depannya melelrh tak berpenghalang,


"Sungguh hari yang indah......."


wildan mencari kontak di layar hp androidnya, setelah ketemu, segera ia tekan


tuuut tuuut tuuut


"iya hallo pak!"


"kirim lokasi gadis itu sekarang!"


"baik pak"


tuuut tuuut tuuuut


wildan menutup telponnya


terdengar bunyi dari androidnya, dengan segera ia buka, dengan wajah sumringah setelah membukanya


"Ok Alya tunggu aku......., oh iya aku lupa!!!!!!"


segera ia raih kembali hpnya dan mencari daftar kontak


tuuut tuuuuut tuuuuut


"iya hallo sayang!"


"hallo ma....., maaf ya ma hari ini aku ke luar kota, jadi nggak bisa pulang!"


"apa ????????" sepertinya suara di seberang sana sangat terkejut, ya di seberang sana adalah mama wildan


"kenapa ma ? sepertinya mama terkejut sekali, aku kan sudah sering ma keluar kota!"

__ADS_1


"mama sudah terlanjur buat janji makan malam dengan calon istrimu!"


"apa........? calon istri?" sekarang gantian wildan yang terkejut


"iya sayang, apa salahnya , kau kan sudah dewasa, lagi pula kau kan juga belum punya calon!"


" kita bicarakan kalau aku sudah di rumah saja ma, aku sedang menyetir!"


tuuut tuuuut tuuuut


Wildan menutup telpon dengan sepihak


sungguh menyebalkan kenapa seperti ini, di saat aku sudah menemukan keberadaan alya , tapi masalah lain datang.....


huuuuh..... ya sudahlah biar ku fikirkan lagi nanti


lagi pula bagaimana alya aku juga belum tau.....


bagaimana sikapnya padaku jika bertemu sekarang aku juga belum tau


sungguh fikiran fikiran ini membuatku frustasi......


sekarang fikiran Wildan benar benar campur aduk, rasa senang, ragu, gundah bercampur jadi satu


**Banyak hal yang tidak bisa di ucapkan, tapi apa yang tidak di ucapkan itu belum tentu tidak ada


Bahkan cinta ini dapat tumbuh walau tanpa ucapan, karena cinta tau dimana ia harus bersarang dan menentukan tempatnya sendiri


**jangan takut bila tak ada kata cinta, karena cinta itu bukan kata , tapi cinta itu hati


iya hati akan mengatakan dengan sendirinya**


 


by triadefi**


 


mobil wildan sudah hampir sampai di daerah xxxxx, dimana alya tinggal, tapi entah mengapa hatinya kini semakin tidak bisa di ajak kompromi,

__ADS_1


dug dug dug dug


rasanya detak jantung dapat di dengar dari jarak seratus meter.


__ADS_2