
Ternyata pertemuan singkat di masa lalu membuat dampak besar bagi kehidupan Alya maupun wildan.
Alya sering sekali memimpikan kahadiran Wildan walaupun masih begitu samar.
tapi sayang karena kejadian itu, membuat memori Alya hilang, ya dia mengalami amnesia sebagian, ada sebagian ingatannya yang seperti terhapus
ia hanya mengingat beberapa potong dari kehidupannya, tapi ia lupa dengan masa lalunya sebelum sampai di kampung yang telah membesarkannya
ia tidak ingat siapa dirinya yang sebenarnya, ia datang dari mana, kenapa hingha kini masih banyak orang yang sepertinya mengincar nyawanya
pertanyaan pertanyaan itu selalu hadir dan mengusik pikirannya
"hei ....., kenapa nglamun aja?" Rani tiba tiba mengagetkan Alya yang sedang asyik menggambar desain
ya Alya begitu pandai menggambar, apa lagi menggambar desain baju, pak Danu, bapak angkatnya jugaemfasilitasi hobby Alya dengan membelikannya mesin jahit
Alya juga mengikuti ekstrakuliluler tata busana di sekolahnya, ia sering mengikuti beberapa event sekolah mengenai rancangan busana
"kaaaak ...., suka sekali mengagetkanku ...." keluh Alya
"abis kamu ...., dari tadi kakak liat bengong terus ....." Rani pun duduk di atas tempat tidur Alya
"aku sedang kepikiran nih kan ...."
"apa? cowok dalam mimpimu lagi ....? nggak usah di pikirin itu cuma bunga tidur ....." jawab Rani sambil membuka buku komik yang terdapat di atas bantal
"haaaahhhh ....." Alya mengeluarkan nafasnya berat, kemudian menutup buku gambarnya dan menghampiri kakaknya
"kakak nggak kerja hari ini?" tanya Alya saat sampai di samping kakaknya
"nggak dek, hari ini kakak cuti, mau ikut kakak nggak dek ...?"
__ADS_1
"kemana kak?"
"aku mau ke pasar ....."
"mau donk ......" Alya mengedipkan matanya cepat
"ya udah siap siap deng, aku tunggu di depan, kita pakek motor" Rani pun segera beranjak meninggalkan kamar Alya
"ok kakak ......"
tak menunggu waktu lama Alya pun segera menganti bajunya, kemudian keluar kamar menghampiri kakaknya yang sudah siap di atas motor
"biar kakak aja yang bonceng dek ..." Alya sudah menegnakan helm dan duduk di kemudi
"yah kakak curang, biasanya juga aku yang di depan"
"kakak nggak mau kejadian kemaren terulang lagi ...."
saat itu Alya dan Rani sedang asik memilah pakaian di salah satu toko baju tak jauh dari kampungnya
tiba tiba sekelompok orang tak di kenal dengan sengaja mengambil gambar Alya
saatereka selesai membeli baju, Alya yang mengemudikan motornya, tapi di jalan yang cukup sepi orang yang sedari tadi mengikuti mereka segera menghadang
karena paniknya, Alya segera menarik gas, mereka berhasil melewati orang orang itu, tapi sayangnya, karena Alya kurang begitu menguasai motor, menjadikan mereka jatuh dari motor, untung saja ada orang yang juga sedang lewat hingga segera melarikan mereka ke rumah sakit
dari kejadian itu, mengakibatkan Alya mengalami cidera serius di kakinya, hingga ia harus berjalan mengunakan tongkat beberapa bulan
flasback of
mereka pun menuju ke pasar dengan berboncengan, pati apa yang mereka khawatirkan benar benar terjadi
__ADS_1
mereka merasa di ikuti seseorang sepanjang di pasar
"kak ....." Alya menggenggam tangan Rani erat, ia benar benar takut, ia cukup tahu jika yang di incar mereka selama ini adalah dia bukan kakaknya
"jangan takut dek, ada kakak ....."
Rani segera menarik tangan Alya saat orang itu lengah, mereka bersembunyi di selah selah banyaknya orang
mereka terus bersembunyi hingga membuat orang misterius itu kehilangan jejak
setelah merasa cukup aman, dan barang belanjaannya sudah lengkap, mereka pun kembali ke tempat motor mereka terparkir,
tapi saat hendak mengenakan helmnya, tiba tiba sseseorang menyerang Alya dengan senjata tajam, untung saja Rani segera menyadari gelagat aneu seseorang yang mendekati Alya
Rani pun segera menarik tubuh Alya hingga pidau itu hanya mengenai bahu Alya
"tolong tolooooong ...." Rani segera berteriak, hingga membuat orang orang berkerumun dan sebagian dari mereka mengejar orang misterius itu
"dek ....., kita ke klinik ...." Rani yang melihat wajah alya sudah mulai pucat dan darah yang merembes dari lengan Adiknya,
"iya kak ...." Alya memegan lengan satu nya rengan tangnnya yang lain
mereka segera menuju ke klinik tak jauh dari pasar, setelah selesai tangannya di obati, Rani menuruh Alyq mengganti bajunya yang berlumuran darah dengan baju yang baru saja ia beli
"kamu ganti baju eulu ya dek ...."
"makasih kak ....., berjanjilah ....., jangan beritahu bapak, aku nggak mau bapak ngelarang aku pergi kemana mana kak" ucap Alya memelas
"baiklah ....."
setelah keadaan Alyq cukup baik, mereka pun segera pulang, Alya menutupi perban di lengannya dengan baju lengan panjang
__ADS_1
jangan lupa kasih dukungan pada author dengan memberikan like dan komentarnya ya