Promise Of Love

Promise Of Love
38. menjadi bulan bulanan


__ADS_3

kini Alya sudah menata hatinya kembali, dia sudah mulai berangkat ngampus lagi


"kamu bisa .....!" akhirnya Alya menguatkan dirinya sendiri, karena bukan tak mungkin di kampus dia pasti akan jadi bulan bulanan Reva dan Vina, entah kenapa mereka kompak sekali mengerjai Alya


Alya mulai melanbkahkan kakinya memasuki area kampus, seperti dugaannya , di sana sudah berdiri Reva dan Vina siap mengerjainya


"ya ampun ....., mimpi apa aku malam tadi, hingga bertemu dengan dua rubah sekaligus!" gumam Alya sambil terus berjalan


"hai ....., Alya ....., kemana saja kamu?" tampak Vina menyapa dengan senyum sinis


"kenapa sekarang naik angkot ya? mobil mewahnya kemana?" sekarang gantian Reva yang mengejeknya


"biasa lah upik abu yang bermimpi jadi simpanan seorang pangeran, eh. ..., bukan seorang tapi dua duanya !" kini gantian Vina yang menimpali


"rakus sekali ya kamu, adik kakak mau kamu embat juga!"


kini Alya benar benar tak sanggup lagi menahan amarah,


"sebenarnya apa suh mau kalian?"


"kami mau kamu jauh jauh dari keluarga Wijaya, terutama Wildan dan Ardi!" Vina membisikkan kepada Alya dengan sedikit menjambak rambut Alya


"ada apa ini?" tiba tiba Ardi datang menghampiri mereka, dia merasa ada yang tidak beres


"nggak ada apa apa kok Ar, ayo masuk denganku!" Reva tampak menggelayuti tanggan Ardi


"maaf nggak bisa, aku ada urusan dengan Alya, ayo Alya .....!" Ardi menepis tangan Reva dan menarik tangan Alya meninggalkan mereka berdua yang sedang kesal dengan penolakan Ardi


"kau tidak pa pa?" tanya Ardi sambil terus berjalan


"nggak ...., sudah lepaskan!" Alya menepis tangan Ardi


"maaf .....!" Ardi pun melepaskan tanggan Alya


"aku harus pergi .....!" Alya pun berlalu meninggalkan Ardi yang masih terdiam


******


hari hari Alya selama di kampus tak terlewatkan dengan jadi bulan bulanan Reva dan Vina , kadang di tumpahi makanan saat di kantin, kadang di kunci di kamar mandi, banyak lagi cara Reva dan Alya untuk mengerjai Alya


tapi jangan khawatir, ternyata Ardi yang selalu jadi dewa penolongnya, sepertinya Ardi memang selalu ada di saat Alya butuh

__ADS_1


merekapun semakin dekat, sekarang mereka menjadi teman yang saling melengkapi


******


siang ini saat Alya akan pulang di depan kampus sudah ada mobil yang sepertinya dia kenal mobil itu, itu mobil Wildan


tampak Wildan keluar dari mobilnya dengan mengenakan kaca mata hitamnya , kemeja putih dengan celana silvernya tampak sangat tampan dengan tangan di sakukan di celana, laki banget


semua mata terpana melihat ketampanannya begitu pula dengan Alya,


"hai sayang ......!" sapaan Wildan membuyarkan lamunannya


"kamu terpesona kan dengan ketampananku!?" Wildan menyombongkan diri


"GR banget sih ......,, nggak kok!"


"aku jemput kamu hari ini .....!"


"nggak salah .....?????" Alya tampak tak percaya


"nggak lah, masak pangeran jemput tuan putrinya nggak boleh?! ayo .....!" tapi sebelum sempat Alya meng iyakan tiba tiba datang menghampiri mereka


"kak Wildan ......!" dia Vina


"kakak jemput aku ya ...., so sweet banget sih ......!" Vina tampak menggelayuti tangan Wildan, dan Alya hanya bisa diam tak mampu berkata kata melihat pemandangan itu di hadapannya


"aku tudak punya janji kan denganmu, aku ke sini menjemput Alya!" tampak Wuldan berusaha melepaskan tangan Vina


"tapi tante Retno pasti tidak suka kalau kakak tidak menjemputku ....!" Vina tampak mencoba mendesak Wildan


"kakak .....!" tiba tiba Ardi datang menghampiri mereka bertiga tanpa turun dari motor besarnya


"Ardi bukankah tadi kamu mengajakku pulang bareng!" Alya tampak mencari alasan untuk menghindari Wildan dan Vina


"i - iya .... !" Ardi tampak bingung, tapi tak butuh waktu lama Alya langsung naik ke motor Ardi dan melingkarkan tangannya di perut Ardi, Ardi pun tak mampu menolaknya


tapi dia juga tak bisa mengabaikan perasaan kakaknya, dia tampak guvup saat tangan Alya melingkar di terutnya yang datar


berbeda dengan Ardi, Wildan tampak merah padam menahan amarah, dia tak mampu melihat Alya sedekat itu dengan adiknya


"kami duluan ya kak .....!" Ardi segera memacu motornya melintas du depan Wildan

__ADS_1


"ayo, jadi ikut aku tidak!" tanpa menunggu jawaban dari Vani , Wildan pun langsung masuk kembali ke dalam mobil dan menyalakan mesin mobil, Vina pun buru buru masuk mobil


****


di jalan saat Alya merasa Wildan sudah tidak melihat mereka lagi, Alya segera melepaskan tangannya


"maaf ya ....!"


"maaf kenapa?"


"maaf karena tanganku sudah memegangmu!"


"tidak pa pa aku suka kok!"


"apa?" Alya tampak tidak percaya dengan apa yang dia dengar


"nggak, bukan apa apa, kita kemana sekarang?"


"kita langsung ke rumahku sajya di jalan xxxxx!"


"baik . . .!" saat tangan Alya di lepaskan dari pegangannya, Ardi segera memacu motornya lebih cepat hingga Alya kembali melingkarkan tangannya di perut Ardi, Ardi pun tampak mengenbangkan senyuman


-


-


-


-


-


**jika aku boleh memilih, maka aku akan melilih kamu sebagai pendamping hidupku bukan dia


-


-


-


-

__ADS_1


jangan lupa like dan vote ya supaya lebih semangat lagi nulisnya


😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍**


__ADS_2