
Kini mereka sudah selesai berjalan-jalan. Para cowok yang mengantarkan mereke ke rumah Enza, begitu mereka sampai di depan rumah mereka langsung pamit untuk pulang.
Apalagi Pandu yang dari tadi sudah dibuat salting oleh Cilla.
Hari sudah agak petang dan sebentar lagi malam akan tiba.
Kamar Enza
Mereka semua sedang berkumpul di kamar milik Enza, entah apa yang sedang diperbuat mereka.
"Vi?" panggil Enza
"hemm" Via menjawab hanya dengan deheman saja.
"elo tadi kemana aja, kok tau tau ada rumah duluan?" tanya Enza penasaran.
"gue tadi habis nonton sama si Reno, habis itu langsung pulang dehh" jawab Via santai.
"btw, gue liat kalian pulangnya bawa sesuatu, dari mereka ya?" tanya balik Via sambil memandang Enza dan Cilla.
"yaaa gitu dehh" jawab Enza malas, dia tak mau membahas masalah yang ada di mall. Bisa-bisa dijadiin bahan ejekan dia kalo sampai cerita ke temen lucknut nya.
"hoooo ada udang dibalik tembok nih" Vina pun angkat suara karena melihat tingkah Enza yang menurutnya aneh.
"dibalik batu kali Vin"ucap Cilla membenarkan perkataan Vina.
"ya ya ya serah" ia berkata malas "jadi ada apa nih? cerita dong?" lanjutnya lagi.
"nggak ada apa-apa" ujar Enza mencoba untuk bicara sesantai mungkin.
"yahhh, penonton kecewa nih" kata Vina se dramatis mungkin.
"alay lo" kali ini bukan Enza yang berkata melainkan Via. Satu kalimat dari mulutnya langsung terasa 'jlep' dihati Vina.
Sedangkan Enza dan Cilla terkekeh mendengar ucapan Via dan muka Vina yang langsung lesu.
"kalo lo Cill?" Via mengalihkan pandangan nya ke arah Cilla "Pandu ngasih apa ke elo?" tanya nya lagi.
"kalo Cilla sih cuma dikasih bunga" ujarnya santai, saking santainya sampai membuat ketiga temannya melongo tak percaya.
"wait, wait, wait, lo jadian sama si Pandu?" Vina bertanya dengan muka tak percaya.
"siapa juga yang jadian, kan Cilla cuma bilang dikasih bunga doang" bela Cilla dan mereka hanya mengangguk angguk mencoba untuk percaya.
"terus terus" Enza juga mulai penasaran dengan cerita Cilla.
"ya terus gitu" jawab Cilla sengaja membuat teman-teman nya penasaran.
"gitunya itu yang begimana?" teriak ketiganya bersamaan.
__ADS_1
"hahaha, kalian penasaran ya" goda Cilla.
"sabodo amat lahh" jengah Enza terhadap sikap Cilla yang selalu bisa membuat nya penasaran.
"hahaha iya iya, Cilla ceritain. Jadi tuh tadi Cilla sama Pandu pergi ke taman. Terus ada anak kecil penjual bunga, Pandu beli tuh bunganya dan langsung dikasih ke Cilla. Udah gitu aja kok" cerita Cilla kepada temannya.
"hah? udah gitu aja?" tanya Vina, entah mengapa di merasakan ada yang kurang di cerita Cilla.
"iya, eh ada lagi. Yang ini selalu buat Cilla ngerasa kayak lucu gitu" ucap Cilla yang tiba-tiba teringat sesuatu.
Tuh kan dugaan Vina benar, ada sesuatu yang kurang.
"apa?" antusias Vina. Enza dan Via juga mendengarkan dengan saksama.
"ternyata Pandu itu bisa salting juga ya dan kalian tau nggak? mukanya itu loh yang bikin Cilla ketawa terus hahaha" tawa Cilla disela cerita nya.
"emang kenapa?"tanya Via.
"tadi waktu Pandu ngasih bunga, Cilla lihat muka Pandu. Mukanya jadi merah , merahnya itu juga sampai ke telinga nya. Dan juga dia kayak nya gugup deh. Cilla sampe nggak bisa nahan ketawa hahahaha"
"what? hahahahaha"
Suara tawa mereka menggema di satu ruangan, untungnya tak ada orang di rumah itu.
"nggak nyangka gue, Pandu bisa kayak gitu" ucap Vina sambil mengelap sudut matanya yang mengeluarkan air mata.
"hahaha iya sih gue juga nggak nyangka" sahut Via.
"iya iya tenang aja kita bakal rahasia-in kok" ucap Enza menenangkan.
"sekarang giliran kalian dong yang cerita" pinta Cilla.
"nggak ah gue males mau cerita" bukannya malas Vina hanya malu saja karena tadi di mall dia muntah-muntah hanya karena naik rollercoaster.
"sama kita juga" sahut Enza dan Via bersamaan.
"ish kalian curang" cemberut Cilla.
Tak terasa malam pun tiba, mereka menghabiskan waktu sore hanya untuk sekedar bercerita dan menonton drama.
Mereka tidur setelah menjalankan sholat isya. Walaupun mereka terlihat urak-urakan tapi mereka tetap menjalankan kewajiban mereka sebagai seorang muslim.
****
🌞Besoknya🌞
Pagi ini terasa sangat menyegarkan, Enza dkk bangun pagi-pagi sekali.
Entah apa yang merasuki nya, mereka sudah ada di kelas.
__ADS_1
"tumben ya kita berangkat pagi kayak gini" ucap Vina pada yang lainnya
"iya, kesambet apa ya kita hari ini?" ujar Enza sambil terkekeh dengan ucapannya sendiri.
"guys, gue denger hari ini bakal ada tawuran" tiba-tiba Via membuka suara, mengalihkan pandangan nya dari handphone menuju temannya.
"serius? dimana? siapa yang pimpin?" tanya Enza bertubi-tubi atau bisa disebut bersemangat.
Ya bersemangat, udah lama dia nggak main begituan.
"iya gue serius, di depan sekolah nanti dan kalo nggak salah yang mimpin itu Risky sama temen-temen nya" kali ini mereka mendengar ucapan Via yang agak panjang menurutnya. Apa lagi ditambah dengan muka yang serius.
"wahh kita harus ikutan nih, udah lama juga kita hiatus dari tawuran" kali ini Cilla juga ikut serta dalam percakapan mereka.
"setuju gue" sahut Vina.
Mereka saling melirik satu sama lain, kemudian menyeringai jahat.
Itulah mereka, dimana ada hal yang menyenangkan yang menyangkut sekolah mereka akan ikut serta meramaikan nya.
Itu juga yang menjadi penyebab Enza di keluarkan dari sekolah lamanya.
Mungkin tawuran bagi orang lain itu menakutkan dan harus dihindari, tapi tidak bagi mereka.
Menurut mereka itu adalah hal yang sangat sangat menyenangkan dan wajib untuk dihadiri. Jika tidak mereka akan sangat kecewa dan menyesalinya.
Gilaa memang. Tapi itulah mereka.
Bersambung.....
🤗Cast Cewek🤗
1. Queenza Anastasya (Enza)
2. Tasya Marchella (Cilla)
3. Naura Stefanie (Vani)
4. Silvia Anggraeni (Via)
**Jangan lupa like dan rate ya cerita ini. Maaf kalo ceritanya gaje dan typo nya masih bertebaran.
__ADS_1
Sampai jumpa di part selanjutnya
Daaahh👋👋**