
Seperti yang dibicarakan tadi, kini Enza dkk sedang mengintip acara tawuran yang akan berlangsung sebentar lagi.
Mereka bersembunyi agar tak ada yang tau kalau mereka ingin bergabung dalam kesenangan.
"oii Za, kapan nih kita keluar" bisik Vina pelan tepat di telinga Enza.
"bentar lagi kalo mereka udah saling baku hantam" ujarnya masih memperhatikan keadaan di depan mereka.
Enza dan yang lain bersembunyi di semak-semak tak jauh dari arena tawuran.
"lama ah, Cilla bosen" gerutunya Cilla yang didengar teman-teman nya.
"sabar Cill bentar lagi mulai kok" ujar Via seraya menepuk pundak Cilla pelan.
"nah nah tuh, kayak nya udah mau mulai noh" ujar Enza "eh tapi kok kayak ada yang salah ya" lanjut Enza mulai berpikir.
"iya, kayaknya ada yang aneh" sambung Vina juga yang merasakan keganjalan.
"ehhh itu liat, sekolah lawan bawa anak buah banyak banget. Sedangkan sekolah kita cuman dikit" ucapan Cilla membuat mereka sadar.
Benar juga, orang dari tim lawan terus bertambah menjadi dua kali lipat dari orang-orang Risky dkk.
"wah nggak adil nih" ucap Via sambil menggeleng kan kepala.
"lo bener Vi" sahut Enza.
"gimana nihh keluar kagak?" tanya Vina menatap temannya.
"so pasti dong, tangan gue udah gatel nih pingin nonjok tuh muka" ucap Enza sambil memandang sekolah lawan.
"yaudah yuk keluar" ajak Via.
Saat tawuran akan dimulai mereka keluar menghampiri Risky dkk.
Risky dkk dan yang lainnya kaget melihat Enza dkk yang datang tiba-tiba.
Mereka berdiri disamping Risky dkk sambil bersedekap dada.
"curang ihh kalian, masak nambah anggota. Atau kalian takut ya?" ejek Cilla
"siapa lo hahh? g usah ikut campur deh. Mending kalian pulang cici kaki, cuci muka, terus bobo cantik dehh" ucap salah satu dari mereka yang diyakini adalah ketuanya.
"wehh songong nih orang, minta dikasih pelajaran" sarkas Vina dengan suara lantang.
"mending jangan deh Vin, percuma kalo dikasih pelajaran. Otak mereka g akan kuat nampungnya, secara kan isinya itu cuma buat hal-hal yang g berguna" waww baru kali ini Via bicara panjang kali lebar kali tinggi dihadapan Risky dkk.
Mereka sangat terpukau. Enza dan teman-teman nya bertepuk tangan dan tersenyum mengejek.
"bener banget tuh Vi" Enza bertos ria dengan Via.
Vina dan Cilla tertawa mendengar ucapan Via.
Sang ketua geng merasa geram mendengar perkataan Via. Dia menggertak kan giginya dan berkata,
"bacod kalian, jangan salahin kita kalo kalian sampe lecet"
"bukan kita kali yang bakalan lecet tapi kalian" ujar Enza tersenyum lebar. Ucapan Enza membuat ketua geng tersebut merasa marah.
Risky dkk dan yang lainnya yang melihat senyum Enza merasakan hawa dingin langsung menyebar di sekitar mereka.
"kalian nggak mungkin mau ikutan kan?" tanya Risky pada Enza dan temannya.
"kita ikutan" jawab Cilla yang disetujui oleh Enza, Via dan Vina.
"gue saranin mending jangan deh, nanti kalian kenapa-napa lagi" ucap Pandu yang sedikit khawatir.
"aaahhhh, Pandu sosweet banget sihh. Tapi Pandu nggak usah khawatir kita bakal baik-baik aja kok" ujar Cilla yang masih sempat sempat nya menggoda Pandu.
"siapa yang khawatir" Pandu langsung mengalihkan pandangan nya. Cilla hanya tersenyum melihatnya.
"yahhh, gue rasa kita terlalu banyak omong dehh" Via yang diam kini angkat suara.
__ADS_1
"gue rasa iya, kalo begitu kita mulai aja gimana" tanya Vina pada yang lainnya.
"banyak bacod kalian, SERAAANGG!!!" teriak ketua geng.
Enza dkk melakukan pemanasan dan kemudian langsung maju menghajar lawan mereka. Begitupun deng Risky dan yang lain, mereka tak mau ketinggalan.
Enza dkk sangat lincah saat menyerang lawan, itu menyebabkan semua orang terpukau oleh mereka.
Bugh...
Bugh...
Bugh...
Krakk...
Ahhh...
Bugh...
Krakk...
Suara pukulan, tulang patah, dan jeritan membuat orang yang mendengarnya pasti merasakan ngeri.
Risky dkk melihat aksi brutal Enza dkk merasakan hawa dingin menghantam mereka. Mereka bisa membayangkan bagaimana rasanya jadi korban dari mereka.
Akhirnya setelah berlangsung cukup lama, tawuran dimenangkan oleh Risky dan lainnya. Tapi kali ini didominasi oleh Enza dkk.
Bagaimana tidak? korban yang mereka hajar mengalami luka yang cukup serius. Apalagi ketua geng yang lehernya sudah dipatahkan oleh Enza.
Teman-teman Enza juga tak kalah kejam. Mereka sudah membuat beberapa tulang lawan patah.
Dan mereka tak mengalami luka sedikitpun, kecuali penampilan mereka yang acak acakan.
"oyy Ky kita pulang" pamit Enza berjalan maju menuju mobil sambil melambaikan tangan tanpa melihat ke arah Risky. Diikuti oleh Via, Vina dan kemudian Cilla.
Risky memandang kepergian Enza dan temannya.
"baru kali ini gue ngerasa nggak guna" gumam Risky yang didengar temannya.
"mereka keren banget" ucap Aldo yang juga memandangi arah dimana Enza dkk pergi.
"salut gue sama mereka" ucap Reno.
"iya, nggak nyangka gue mereka bisa bela diri" jawab Pandu "yaudah, ke basecamp yok" lanjutnya mengajak yang lain ke basecamp mereka.
Mereka berjalan menuju basecamp tanpa menghiraukan orang-orang yang terbaring lemah di jalanan.
Toh, nggak akan ada yang peduli juga. Karena ini udah biasa terjadi.
Dalam mobil_Enza dkk pov
"haahhhh, rasanya gue puas banget kali ini" ucap Vina seraya menghela napas senang.
"iya, udah lama gue nggak pemanasan kayak tadi" sahut Via. Entah kenapa hari ini dia lebih banyak bicara dari biasanya.
"Cilla tadi padahal berharap kalo lawannya itu hebat-hebat, ternyata malah nggak sama sekali" keluh Cilla.
"tapi ya lumayan lah dari pada nggak, yakan" ujar Enza menyemangati.
"iya juga sihh"
Kira-kira 20 menit perjalanan menuju rumah. Begitu mereka sampai mereka langsung menuju kamar masing-masing untuk menjalankan ritual mandinya.
Tak lama kemudian Enza keluar dari kamar menuju ruang TV. Dia memainkan handphone nya sambil menunggu ketiga curutnya itu.
Dia bosan....
Sangat bosan...
Terlalu bosan...
__ADS_1
Enza memutuskan untuk memesan makanan saja, toh dia laper. Sekalian buat tiga temannya itu.
Via menghampiri Enza yang sedang duduk menyender di sofa.
"napa lo?" tanya Via yang juga ikut duduk disamping Enza.
"gabut, bosen, mager" jawab Enza lesu.
"main ToD yukk" teriak Vina dari belakang mereka dan berhasil membuat mereka hampir jantungan karna kaget.
"bangs@t lo Vin, untung gue nggak punya riwayat penyakit jantung. Kalo iya bisa mati muda gue" marah Enza yang dibalas senyum cengengesan dari Vina.
"hehehe maap atuh ibu bos" mendengar itu Enza dan Via mendengus kesal.
"tapi gimana saran gue, setuju nggak kalian?" ucap Vina sekali lagi.
"nggak!" jawab mereka bersamaan dengan muka yang masih kesal.
"yahh jangan ngambek dong" bujuk Vina.
"lagian sih Vina, main kaget kagetin aja. Jadinya ngambek kan" sahut Cilla yang sudah duduk di sofa.
"yakan gue nggak tau" ucap Vina "maafin gue Za, Vi" mohon Vina dengan muka memelas.
"oke gue maafin, tapi ada syaratnya" ucap Enza menatap Vina.
"apa?" tanya Vina.
"Bayarin makanan yang gue pesen, mungkin bentar lagi dateng"
'ding dong ding dong' baru saja Enza selesai bicara bel rumah sudah berbunyi.
"tuh udah dateng. Buka dan bayarin gih" suruh Enza.
"siap laksanakan" Vina pergi membuka pintu dan membayar makanan yang dipesan Enza.
Betapa terkejutnya dia saat mengetahui makanan yang dipesan Enza.
Enza memesan banyak makanan, dengan total harga kira-kira 2 jutaan.
Vina buru-buru membayarnya dan mengambil alih makanan yang dibawa mas-mas tadi, tak lupa mengucapkan terima kasih. Baru kemudian masuk ke dalam.
Disana Enza tersenyum melihat Vina yang kembali dengan banyak makanan. Vina hanya bisa tersenyum kecut.
Meletakkan makanan diatas meja. Lalu menatap Via.
"Viaaa.....maafin gue ya?" ucap Vina menatap Via.
Diam, itulah yang dilakukan Via.
Enza dan Cilla menonton drama yang ditampilkan oleh Vina sambil memakan pizza.
"Viaaa" panggil Vina memelas.
"huftt.... oke gue maafin. Jangan diulangin" ucap Via setelah menghela napas panjang.
"oke makasih Via" Vina memeluk Via dan Via membalas pelukannya.
Setelah drama singkat tadi, mereka menghabiskan waktu dengan cara makan, nonton TV, bermain game dan bercanda bersama.
Hingga malam tiba mereka ketiduran di sofa dengan keadaan yang membuat orang yang melihatnya geleng-geleng kepala.
Bagimana tidak, disofa atas ada Cilla dan Vina. Dimana Vina sedang memeluk kaki Cilla dan begitu pula sebaliknya.
Di bawah, di karpet bulu ada Enza dan Via. Via yang tertidur dengan posisi tengkurap dan Enza yang tidur dengan posisi kaki ada diatas badan Via.
Mereka tidur dengan posisi yang aneh sepanjang malam sampai fajar tiba.
Bersambung....
**Typo masih bertebaran jadi mohon maaf kalo ada yang tidak jelas dengan tulisannya.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak ya....
See you😘😘**