Queenza

Queenza
Part 4


__ADS_3

Malam ini karena orang tua Enza tidak ada dirumah, Enza dan teman-teman nya memutuskan untuk pergi ke arena balap hanya sekedar untuk menonton.


Ya walaupun mereka semua pada jaga balapan sih.


"serius nih g mau ikutan" tunjuk Vina ke arena balap balap kepada teman-teman nya.


"iyaps" jawab mereka bertiga di sertai anggukan.


"yaaaa, nggk seru dong" ujar Vina lagi dengan mempoutkan bibirnya, cemberut.


"kalo lo mau ikutan ya ikutan sana, kita tunggu disini" kata Enza.


"iya gue juga maunya nonton doang, males ikutan. Capek!" sahut Via yang sekali lagi di angguki Cilla.


"nggk jadi deh kalo gitu" ujar Vina.


"kenapa?" tanya ketiganya.


"setelah di lihat-lihat, kayaknya peserta nya bakal kebut-kebutan deh" ujar Vina dengan polosnya atau bisa dibilang sok polos.


"yeee, namanya juga balapan kutu kupret" gemas Enza karena kata-kata Vina.


"Vina?" panggil Cilla .


"ya Cilla, ada apa? " sahut Vina mendengar panggilan Cilla.


"kalo dipikir-pikir Vina kok tambah oon ya dari biasanya?" ujar Cilla yang langsung mendapat kan jitak dikepala cantik nya dari Vina.


"bangke lo Cil jadi sahabat" kata Vina.


Sedangkan yang dijitak hanya bisa menggerutu dan mengelus kepalanya yang jadi sasaran tadi. Enza dan Via hanya terkekeh kecil melihat tingkah absurd sahabat nya itu.

__ADS_1


Ditempat yang sama tak jauh dari Enza dkk, ada empat cowok yang sedang berbincang-bincang sambil sesekali tertawa.


"eh itu bukan nya cewek yang nabrak kita tadi di sekolah ya?" kata Aldo saat menoleh ke sisi dimana Enza dkk berada.


"mana?" kata mereka serempak kecuali Aldo.


"itu!" tunjuk Aldo ke tempat Enza dkk.


"weh iya, samperin kuy" ujar Risky sambil berjalan menuju Enza dkk.


Yang lainnya hanya mengikuti saja.


"Hai cantik" sapa Risky, membuat Enza dkk menoleh.


"hmm siapa ya? tanya Vina dengan raut bingung, sedangkan keempat cowok tersebut memasang wajah cengo mendengar ucapan Vina.


" ya ampun Vina, masak Vina lupa sih? mereka itukan yang adu bacot tadi siang di sekolah sama Vina"ujar Cilla yang kali ini greget dengan sikap Vina yang agak oon.


"pikunan sih elo nya" sahut Aldo.


"eh sory ya....gue tuh nggk pikun orangnya" jawab Vina rada' ketus.


"lah terus??" tanya mereka semua kompak.


"cuma...lupa aja gitu, hehehe" jawab Vina sambil cengengesan dan langsung mendapatkan kitakan dari ketiga sahabatnya.


"auu...sakit tau. kanapa gue di jitak-jitak segala sih" ujar Vina kesal.


"bodo amat Vin....bodo amat" jawab Enza, sedangkan dua lainnya hanya menggelengkan kepala nya merasa Vina hari ini terlalu menyebalkan. Vina hanya cemberut mendengar nya.


"ekhem...kalian ngapain kesini" ujar Via yang menyadarkan ke empat lelaki tersebut dari menonton adegan melodramatis Enza dkk.

__ADS_1


"ehh, enggk kok cuma mau kesini doang" ucap Reno yang akhirnya membuka suara.


Sedangkan Via hanya ber 'oh' ria saja.


Tanpa disadari, balapan pun di mulai.


"eh udah di mulai tuh balapannya" ujar Pandu. Enza dkk dan teman-teman nya Pandu langsung menoleh ke arena balap, dan benar saja acara balapan nya sudah dimulai.


"taruhan yuk?" ajak Risky kepada Enza dkk.


"taruhan?" ulang Enza.


"iya, taruhan. gimana? setuju nggk?"tantang Risky.


Enza melihat teman-teman nya terlebih dahulu, teman-teman nya hanya memberikan respon dengan anggukan kepala mereka.


" oke...kita setuju"ucap Enza yakin.


"kalo gitu menurut kalian...diantara pembalap motor warna merah atau motor warna biru yang menang" tanya Risky lagi. Teman-teman nya hanya diam mendengarkan Risky berbicara, karena mereka tau apa yang akan terjadi selanjutnya.


"biru dong!" jawab mereka kompak.


"oke, kalo gitu kita pilih warna merah" jawab Risky dengan senyuman miring nya.


Mereka ber delapan melanjutkan menonton kembali acara balap tersebut. Saat akan melewati garis finish, terlihat dua pembalap saling susul-menyusul. Dan akhirnya di menangkan oleh pembalap motor warna merah.


"kita menang dan kalian kalah" ucap Risky tersenyum lebar diikuti sahabat nya.


"oke fine...kalian mau apa" jawab Enza dengan muka dongkol nya. Sebab baru kali ini ia salah untuk memilih sesuatu.


"kalian harus....."

__ADS_1


Bersambung~


__ADS_2