Queenza

Queenza
Bab 66


__ADS_3

"Berita kali ini datang dari aktris cantik Ayana Zara. Banyak yang kita ketahui bahwa aktris film ini baru saja menikah dengan pengusaha sekaligus anak pemilik PH film yang dilangsungkan kurang lebih satu tahun lalu, dikabarkan akan berakhir. Seorang narasumber mengatakan bahwa kemarin Ayana Zara berada di pengadilan agama untuk mendaftarkan perceraian mereka. Sampai sekarang belum ada kepastian alasan kenapa Ayana Zara menggugat cerai Saad Thadani," ujar Salah satu pembawa berita gosip di televisi.


"Namun, kabar terbaru yang katanya beberapa hari lalu Ayana Zara tengah jalan-jalan bersama mantan suami sekaligus kakak iparnya Abian Martadinata bersama Tatjana Safaluna tanpa kehadiran Queenza. Heemmm apakah cinta lama bersemi kembali? Ataukah ada alasan lain kenapa Ayara menggugat cerai suaminya padahal usia pernikahan mereka Masih seumur jagung? Kita tunggu saja konfirmasi dari kedua pihak."


Brak!


Dengan penuh amarah Saad melempar televisinya dengan gelas yang ia pegang. Rahangnya mengeras serta buku-buku tangannya memutih karena kepalan tangan yang kencang. Ia tak menyangka bahwa Ayana benar-benar ingin berpisah darinya.


Dengan kesal, ia meraih jas, lalu berjalan keluar ruangan menuju parkiran mobil. Lelaki tampan dengan janggut tipis itu masuk mobilnya dan melajukan cukup kencang. Sepanjang jalan ia mengumpat dan memukul stir dengan penuh amarah. Ayana sungguh membuatnya tak habis pikir.


"Aya! Aku sudah memberikan seluruh hatiku padamu. Jadi ini balasan untukku?" tanyanya dengan hati yang terluka.


Saad memang sangat mencintai Ayana sejak lama. Lelaki itu bahkan sudah menyukai Ayana sebelum sang wanita menikah dengan Abian sekalipun. Keduanya memang pernah satu kampus dengan jurusan yang sama. Saad sendiri adalah senior Ayana, karena itulah lelaki itu bisa terpesona dengan kecantikan Ayana.

__ADS_1


Harapannya sempat pupus saat mengetahui bahwa Ayana menikah dengan pria lain. Ketika itu Saad tengah fokus pada bisnisnya hingga tak tahu Ayana tengah dekat dengan laki-laki lain. Ia sangat hancur dan bahkan sempat depresi dengan berdiam diri tak keluar kamar hampir dua bulan lamanya. Hingga ia bangkit setelah mendapat support dari keluarga, meskipun ia menutup diri untuk wanita.


Hingga kabar baik untuknya datang ketika Ayana juga Abian bercerai. Saat itulah kesempatan ia ambil untuk kembali mendekati Ayana hingga berhasil menikahinya. Namun kini, belum lama mereka berumah tangga, wanita itu menggugat cerai? Sungguh harga diri Saad seperti dicabik-cabik oleh istrinya sendiri. Ia tak menyangka bahwa Ayana bisa mengambil keputusan yang merugikan banyak pihak.


Tak lama, sampai dia di mansion milik Queenza. Ia tekan klakson meminta untuk dibukakan gerbang, tetapi tak ada respon sama sekali hingga ia keluar mobil.


"Pak, tolong buka pintunya," ujar Saad pada penjaga gerbang mansion.


"Maaf Tuan, Nyonya tak mengizinkan Tuan untuk masuk," jawab penjaga sopan.


"Ada, Tuan."


"Katakan padanya aku ingin bertemu," sahut Saad kembali.

__ADS_1


"Maaf, Tuan. Nona Ayana sudah berpesan untuk tidak mengizinkan Tuan masuk," jawab lelaki berpostur tubuh tinggi dan besar itu pada Saad yang membuatnya semakin emosi.


Lelaki berhidung bangir itu pun meraih ponselnya.


"Buka gerbang rumahmu, sialan!" maki Saad pada Queenza saat wanita itu mengangkat panggilannya.


"Heh Tuan Thadani, jaga ucapanmu!" sentak Queenza tak terima. "Temui aku di kantor Travellezia."


Setelah berbicara seperti itu, Queenza memutuskan panggilan. Tak menunggu waktu lama, Saad pun kembali masuk mobil dan melajukannya.


Tak membutuhkan waktu lama, sampailah Saad di perusahaan travel itu. Dengan langkah besar ia berjalan menuju resepsionis.


"Anda bisa ke lantai sepuluh. Miss sudah menunggu," kata resepsionis pada Saad.

__ADS_1


Lelaki itu pun buru-buru menuju lantai di mana ruangan CEO berada.


"Selamat pagi, Pak. Bapak sudah ditunggu oleh Miss Queenza." Maryam membukakan pintu ruangan sang CEO dan Saad pun masuk menemui kakak iparnya.


__ADS_2