Queenza

Queenza
Bab 77


__ADS_3

Abian memijat pelipisnya yang terasa berdenyut. Baru saja ia selesai meeting bersama para pemegang saham di perusahaan Travellezia. Banyak dari mereka yang memutus kerjasama sebab merasa bahwa Abian tak layak menjadi pemimpin di sana. Belum lagi mereka merasa skandal Abian dan Queenza benar-benar memalukan. Lelaki itu merasa bersalah karena tak bisa menyelesaikan masalah. Belum lagi keberadaan Queenza yang masih tak diketahui. Semakin pusinglah Abian dibuatnya.


Lelaki itu kembali menegakkan tubuhnya. Ia akan kembali meeting dengan pemegang saham yang masih memberinya kesempatan, meski ia harus kehilangan beberapa persen saham dari yang mengundurkan diri. Rapatnya sendiri sedikit tegang sebab Abian masih belum bisa memberi solusi masalah penurunan saham yang turun drastis itu.


"Bagaimana ini? Kami memberi kesempatan karena merasa Queenza bisa menangani. Bahkan sampai sekarang dia tidak menampakkan wajahnya. Apa dia benar-benar tidak menghargai kita?" tanya laki-laki paruh baya yang tampak menahan emosinya.


"Betul. Di mana letak tanggung jawabnya? Apa dia akan menghilangkan uang kita begitu saja? Jika begitu, lebih baik kita seperti yang lain saja menarik saham kita," sahut laki-laki paruh baya lain.


"Jika ada yang ingin menarik sahamnya, silahkan angkat kaki dari perusahaanku!"


Semua orang sontak menatap ke arah pintu, begitu juga Abian yang tampak terkejut melihat istrinya yang telah kembali.


"Queen!" seru Abian sontak berdiri.

__ADS_1


"Apa kabar, Sayang. Maaf sudah membuatmu sedikit kelimpungan," ujar Queenza tersenyum seraya mengusap rahang suaminya. "Tenang saja, aku sudah memiliki solusi untuk ini," bisiknya pada sang suami yang membuat Abian terkejut tetapi langsung tersenyum.


"Kamu memang wanita luar biasa. Jadi, silahkan duduk, Miss Komisaris." Abian memberikan kursi yang ia duduki tadi pada sang istri, lalu ia duduk di samping kanannya.


"Selamat siang, semuanya. Maaf jika saya sedikit telat untuk menemui Anda semua," ujar Queenza dengan tatapan dingin dan wajah tanpa ekspresi yang membuat Abian bergidig ngeri. Bagaimana bisa istrinya itu merubah raut wajah begitu cepat. Sebelumnya ia tersenyum dan menatap dirinya hangat. Namun sekarang tatapannya seperti seorang pemburu yang menatap mangsanya.


"Baik, tidak perlu berbasa-basi karena saya tidak suka itu. Mengenai rumor di luar, saya tidak akan pedulikan. Mereka mau bergosip apa pun saya tak peduli. Di sini, saya akan menjalankan tanggung jawab saya pada kalian semua," ujar Queenza yang membuat semua orang menatapnya.


"Sebelum rapat dimulai, saya akan bertanya terlebih dahulu pada Anda semua. Apakah para pemegang saham percaya kepada saya? Apakah Anda semua ingin tetap bersama saya dalam keadaan genting seperti sekarang? Karena namanya perusahaan tak mungkin akan terus berada di atas selamanya. Saya bicara seperti ini bukan berarti menyepelekan masalah yang datang, sama sekali tidak. Saya hanya ingin memiliki rekan yang bisa berada bersama saya di waktu senang dan sulit sebab saya paling benci orang yang hanya mengendalkan keuntungan, lalu pergi setelah merasa dirugikan tanpa memberi kesempatan untuk saya membenahinya," kata wanita cantik berblazer hitam itu kembali.


Queenza akhirnya tersenyum setelah melihat tak seorangpun beranjak dari kursinya.


"Baiklah, ini keputusan kalian? Sudah tidak ingin merubahnya? Saya masih bisa berikan waktu untuk Anda semua berpikir," ujar Queenza menyandarkan tubuhnya di penyanggah kursi.

__ADS_1


"Kami akan tetap bersamamu, Miss Queenza. Kami tahu dedikasimu sangat tinggi dan kamu adalah orang yang sangat bertanggung jawab. Jadi, kami akan tetap percaya dan akan selalu memberimu kesempatan untuk menyelesaikan masalah," ujar salah satu pemegang saham.


Queenza tersenyum dan mengangguk. "Terima kasih atas kepercayaan Anda semua. Jadi sekarang, saya akan memberitahu solusi untuk masalah ini."


Meeting pun kembali dimulai dengan dipimpin oleh Queenza.


"Mungkin Anda semua sudah tahu bahwa selama satu bulan ini saya berada di Swiss," ujarnya menatap para pemegang saham yang mengangguk. "Saya ke sana bukan untuk liburan atau hal pribadi. Saya ke sana untuk mendapatkan kekuatan dari para pengusaha pariwisata. Anda semua pasti tahu bahwa Swiss adalah negara wisata yang sangat-sangat terkenal. Maka dari itu, saya mengadakan sebuah pertemuan yang mengundang para pengusaha di bidang pariwisata. Di sana, saya menjelaskan tentang perusahaan kita yang berada di bidang akomondasi," katanya yang membuat orang-orang menatap serius.


"Dan alhamdulillah, ada banyak perusahaan seperti restoran, hotel, transportasi dan lainnya mau bekerja sama dengan kita dengan nilai yang fantastis. Anda semua tidak usah khawatir lagi, karena hilangnya saham-saham kemarin sudah tergantikan berkali-kali lipat lebih besar dari sebelumnya. Bahkan, saya berencana akan membuat perusahaan maskapai untuk semakin menaikkan perusahaan akomondasi kita," ujar Queenza yang membuat semua orang antusias dan bahagia.


"Anda semua tidak usah khawatir. Saya pasti akan melakukan yang terbaik untuk Anda semua."


Abian menatap istrinya dengan sangat takjub. Ia begitu terpesona dengan kehebatan sang istri. Bagaimana bisa Queenza begitu tenang menghadapi masalah sebesar ini. Ia saja sangat kebingungan dan panik menghadapi para pemegang saham yang sudah mengamuk. Apalagi kini, wanita cantik itu membalikkan keadaan dengan luar biasa. Ah, sungguh Abian dibuat tak bisa berkata-kata untuk apa yang dilakukan sang istri.

__ADS_1


'Kau memang pantas diberi nama Queen. Kamu wanita terhebat yang aku temui. Sosok yang kuat, tak takut siapa pun, bijaksana dan yang pasti memiliki pesona yang luar biasa. I'm so lucky to have you in my life ... My Queen,' kata Abian dalam hati dengan begitu bangganya.


__ADS_2