
Queenza menatap sedih langit yang tampak cerah malam itu. Hatinya terasa sakit mengingat bagaimana ia harus kembali berperang dengan saudaranya sendiri, Ayyara. Ia pikir, hubungan mereka sudah kembali baik, nyatanya kini justru wanita cantik itu menyerang balik. Sosok Ayyara yang lemah lembut pun kini berubah seperti dirinya yang penuh obsesi.
Aya, kenapa harus begini? Saad begitu mencintaimu, kenapa kamu harus kembali mengejar Abian? tanyanya dalam hati.
Di lubuk hati terdalam, ia sangat tidak ingin melawan Ayyara. Namun, orang di belakangnyalah yang sangat berbahaya jika tak ia lawan.
Queenza memang tak sebodoh itu tak tahu ada orang jahat di dekatnya. Ia sudah curiga saat Ayyara datang dan mengatakan Saad melakukan KDRT. Ia tak percaya begitu saja sebab ia tahu watak Saad yang sangat lembut terhadap wanita. Ia kenal Shraddha cukup lama dan tahu watak para anggota keluarganya, sehingga tak begitu saja percaya dengan ucapan Ayyara. Karena untuk mencari bukti dan informasi, akhirnya Queenza mengizinkan Ayyara tinggal di rumahnya sekalian mengawasi.
Tanpa Ayyara tahu, Queenza menyuruh seseorang untuk mematainya, hingga Queenza menemukan fakta bahwa Ayyara ternyata dekat lagi dengan Narapati Kagendra—ayah kandung Ayyara. Ia tak percaya, bagaimana bisa Ayyara kembali dekat dengan orang yang memiliki sifat jahat itu. Setelah tahu kerjasama anak dan ayah tersebut, Queenza pun memancing dengan mendekatkan kembali Ayyara dengan Abian. Di sini, Queenza hanya bisa berdoa pada Allah supaya suaminya tak berpaling. Ia hanya pasrah atas Allah untuk hubungannya.
Queenza tahu, Ayyara ingin balas dendam sebab ia telah merebut suami adiknya itu. Meski begitu, Queenza tak pernah menyesal telah mencuri Abian hingga keduanya kini memiliki keluarga bahagia. Dengan sengaja juga Queenza membongkar berita perceraian Ayyara dan Saad serta kedekatan Ayyara, hingga membuat wanita itu berada di atas awan.
__ADS_1
Karena emosi, Saad pun mendatangi Queenza. Di pertemuannya itu, keduanya berbincang mengenai apa yang terjadi pada rumah tangganya.
"Berulang kali Ayya selalu mengungkit Abian. Awalnya aku sabar dan mewajarinya. Bahkan saat kita berhubungan badan, hanya nama Abian yang ia sebut. Kau bisa merasakan sehancur apa aku," ujar Saad saat itu. Namun, puncak amarahnya saat Ayyara membandingkan bahkan mengatakan ia terpaksa menikah dengan Saad hanya untuk pelarian sebab jengan terus digosipkan hal buruk dengan banyak Artis laki-laki, hingga Saad tanpa sengaja menamparnya saking merasa tak percaya dengan kata-kata istrinya itu.
Saad merasa sakit karena cinta tulusnya dikhianati bahkan dengan cara yang kejam.
Kembali Queenza menghela napas berat seakan beban besar menimpa bahunya. Hingga tangan kekar melingkar di perutnya. Queenza tahu milik siapa dan ia akhirnya menyandarkan tubuhnya di dada sang suami.
"Apa ada masalah besar?" tanya Abian mengecup ujung kepala istrinya.
"Kalau begitu, undur saja kepergianmu ke Zürich, Sayang," sahut Abian.
__ADS_1
"Tidak bisa. Lagipula aku akan mengantar Nana ke kampusnya di Bern," jawab Queenza membuat Abian terkejut.
"Nana ikut?" tanya lelaki itu.
"Iya, aku ingin dia kuliah di sana saja. Ini keputusan yang baik," jawab Queenza lagi.
"You better know about her. Semoga dia semakin sukses di sana. Tapi, jika dia pergi lalu siapa yang menjaga Tatjana?" tanya Abian.
"Aku yang akan menjaganya seperti dulu sebelum ada Nana. Aku membawa Nana dari panti bukan untuk menjadi pengasuh Tatjana, tetapi memang untuk kuliah di sana. Kemarin-kemarin hanya karena dia belum siap makanya kuliah di sini dulu. Sekarang semua sudah siap. Dia juga bisa beberapa bahasa yang dipakai di sana, jadi menurutku ini waktu yang tepat untuknya pergi," ujar wanita cantik berambut cokelat itu.
"Baiklah, semoga dia betah di sana."
__ADS_1
"Tentu. Dia harus mandiri dan mengejar cita-citanya."
'Juga menjauh darimu, Mas. Aku tidak ingin kehilangan kalian berdua,' batin Queenza.