Queenza

Queenza
kenyataan yang sebenarnya


__ADS_3

Aarav membawa anaknya menuju gazebo. Ia menyuruh wanita cantik itu duduk juga dirinya ikut duduk disamping sang anak. Queenza sendiri hanya diam dengan membuang wajahnya ke arah lain.


"Kamu kalau ngambek begini mirip sekali dengan mamamu. Pasti tidak mau menatap Papa," katanya membayangkan mendiang sang istri.


"Queen, sejujurnya Papa bingung harus memulai cerita darimana. Tapi yang perlu kamu tahu, Papa sangat mencintai mamamu. Papa tidak pernah mengkhianatinya sama sekali," kata Aarav menatap wanita muda yang begitu mirip mendiang istrinya itu.


Queenza sendiri hanya tersenyum sinis mendengarnya.


"Sebelum bertemu dengan mamamu, Papa lebih dulu bertemu Sarah dan kami pernah menjalin hubungan."


Perkataan itu cukup membuat wanita dua puluh sembilan tahun itu terkejut. Okey, jadi papa dan tantenya dulu adalah mantan kekasih.


"Kami bertemu di universitas, lebih tepatnya Papa adalah senior satu jurusan. Karena kita sama-sama anggota senat, kami pun sering bertemu dan berkomunikasi sehingga perasaan itu tumbuh. Akhirnya kami berpacaran setelah satu tahun saling mengenal," katanya lagi masih menjelaskan.


"Kamu pasti tahu bahwa tantemu berkuliah di Amerika. Saat itu, ia mendapat beasiswa dan Papa gak setuju dia pergi. Tapi, tantemu ingin sekali kuliah di sana hingga membuat hubungan kita selama hampir dua tahun itu pun berakhir."


Aarav menjelaskan bahwa saat itu, ia sempat kecewa pada Sarah karena jauh lebih memilih pergi daripada memperjuangkan hubungan mereka. Karena itulah cukup lama juga Aarav memilih tak memiliki hubungan, hingga ia bertemu dengan gadis yang bisa menggetarkan hatinya. Seorang wanita cantik berparas Eropa dengan wajah ceria itu membuat jantung Aarav berdebar hebat.


Di adalah Charlotte, Mama Queenza. Charlotte dan Aarav sendiri dulu satu universitas tetapi beda fakultas. Aarav di jurusan pariwisata, sedangkan Charlotte di jurusan bisnis management. Sungguh berbeda dengan Sarah yang suka dengan pariwisata.

__ADS_1


Saat itu, Aarav ingin bertemu teman SMU-nya yang memang di jurusan bisnis dan saat itu juga Aarav bertemu dengan Charlotte.


"Papa jatuh cinta pada pandangan pertama pada mamamu, Queen. Dia benar-benar berbeda dari wanita lain. Gadis yang begitu cantik, manis dan ceria. Dia adalah sosok yang bisa membuat Papa selalu bahagia," lanjut Aarav sambil membayangkan betapa cantiknya Charlotte dulu bahkan sampai akhir hidupnya.


"Setelah berusaha mendekatinya cukup lama, akhirnya Papa bisa memiliki mamamu. Gadis itu meski ceria, tapi sangat sulit didekati. Bahkan kata orang-orang dia adalah Landak Cantik. Bisa disapa, tapi tak bisa didekati," kekeh Aarav membayangkan saat Charlotte selalu jutek padanya.


"Hubungan kita berjalan 1 tahun sebelum akhirnya memutuskan ke jenjang yang serius. Mamamu berkata, ia ingin menikah saat adiknya kembali dari Amerika. Papa pun setuju karena memang tantemu adalah keluarga satu-satunya."


Hingga akhirnya waktu itu tiba-tiba. Adik calon istrinya kembali dan mereka menjemput di bandara. Betapa terkejutnya Aarav saat tahu bahwa adik Charlotte adalah mantan kekasih yang dulu lebih memilih pergi menuntut ilmu daripada dirinya. Bukan hanya Aarav, Sarah pun terkejut saat tahu calon suami kakak kesayangannya adalah mantan kekasih yang masih sangat ia cintai.


Karena tak ingin menyakiti Charlotte, keduanya akhirnya pura-pura tak saling mengenal. Mereka seperti memang baru bertemu dan tak membahas masa lalu.


Setelah pertemuan pertama itu, ada pertemuan-pertemuan lainnya untuk membahas pernikahan mereka. Hingga hari itu datang. Dengan begitu bahagia Aarav dan Charlotte menikah. Saat itu juga Charlotte baru merintis stasiun televisinya juga Aarav yang memiliki perusahaan travel milik keluarga yang sudah diberikan padanya.


Di tahun ke dua, akhirnya Sarah memutuskan untuk menikah dengan salah satu anak pemilik hotel ternama. Saat itu kebahagiaan Charlotte semakin besar sebab ia bahagia karen sang adik mau move on dari masalalunya.


Hingga suatu hari terjadi sesuatu. Di usia pernikahan Sarah yang ke 5, tiba-tiba Sarah meminta tolong sang kakak untuk bercerai. Ternyata kehidupan Sarah begitu menderita, memiliki suami yang ringan tangan dan suka bermain perempuan. Mendengar itu semua, Charlotte murka dan membantu sang adik untuk lepas dari lelaki bajingan itu.


"Mamamu memang memiliki hati yang baik, Queen. Bagaimana bisa Papa mengkhianatinya?" tanya Aarav.

__ADS_1


Queenza masih belum menanggapi sang papa. Ia masih fokus mendengarkan penjelasan lelaki itu. Queenza tahu kejadian saat Sarah bercerai, karena usianya telah menginjak 9 tahun. Ia juga sangat ingat setelah bercerai, Sarah tinggal di mansion mereka.


"Karena mantan suami Sarah yang tak terima diceraikan, lelaki itu mengatakan pada mamamu bahwa kami berdua adalah mantan kekasih dan dia berkata bahwa papa adalah orang yang sulit dilupakan oleh tantemu. Mengetahui itu semua, mamamu terkejut dan sangat kecewa pada kami yang merahasiakannya," ujar Aarav.


"Sejak saat itu, mamamu seperti kurang percaya pada papa dan tantemu. Beberapa kali ia salah paham pada kami dan berujung mengira kami kembali berhubungan. Tapi demi Tuhan, Queenza, Papa tidak pernah mengkhianati Chérie. Dia satu-satunya wanita yang ada di hati dan pikiran papa sampai sekarang."


"Karena rasa kecewanya, ia jadi pendiam dan sering menulis diary. Apa yang ia tulis adalah kemarahan yang tak beralasan. Papa sering sekali berkata pada mamamu bahwa apa yang ia pikirkan itu tak nyata. Papa hanya mencintainya dan tak mungkin berkhianat. Perlahan, ia percaya dan kembali membaik, hingga tiba-tiba dua tahun setelah itu ia jatuh sakit. Kamu pasti tahu mamamu sakit apa."


Karena tak kunjung sembuh dan justru semakin parah, akhirnya Charlotte mengatakan pada Aarav untuk menikahi Sarah. Saat itu yang pasti Aarav tidak mau dan ingin sekali bersama Charlotte meski pada akhirnya ia pergi. Namun, Charlotte bersikeras memaksa Aarav untuk menikah lagi. Charlotte tahu, adiknya masih belum bisa melupakan Aarav. Dulu, mungkin ia tak akan memberikan suaminya pada sang adik. Namun, melihat keadaannya yang kemungkinan tak tertolong, ia pun rela melepaskan suaminya untuk sang adik. Ia juga berpikir untuk mencari penggantinya menyayangi Queenza dan Sarah adalah wanita yang tepat.


Setelah dipaksa dan diancam, akhirnya Aarav mau menikahi mantan pacar sekaligus adik iparnya itu. Ia melakukannya dengan sangat berat dan terpaksa demi keinginan sang istri. Setelah pernikahan itu pun Aarav menangis merasa bersalah karena sudah menduakan istrinya. Namun, itu justru membuat Charlotte lega. Setidaknya, sebelum ia pergi, ia membahagiakan orang sekelilingnya.


"Jika memang benar kamu tidak mencintainya, kenapa saat itu aku melihat kalian bercumbu ketika Mama sedang di ujung hidupnya," ujar Queenza yang sejak tadi sudah meneteskan air mata.


"Queen, saat itu Papa hanya melakukan kewajiban Papa sebagai suami. Sejak menikahinya hingga waktu kamu melihat itu semua, Papa tidak pernah menyentuhnya. Sarah sangat kecewa pada Papa karena tak menganggapnya istri. Karena itulah mau tak mau Papa mencoba memberikan apa yang seharusnya dia dapatkan. Dan saat itu pun Papa tidak tahu bahwa mamamu mengalami penurunan. Saat Papa tahu semua terlambat dan itu sungguh penyesalan terdalam yang Papa rasakan.


"Papa hancur, Queen. Sama sepertimu. Wanita yang sangat Papa cintai pergi, itu bukan hal yang mudah dijalani. Jika tidak mengingatmu akan sendiri di dunia, mungkin Papa sudah menyusul mamamu. Papa sangat mencintai Charlotte bahkan sampai sekarang. Tak ada Chérie lain yang bisa menggantikannya di hidup Papa."


Aarav menghela napasnya dengan berat. Ia menghapus air mata yang terjatuh di pipinya. Bahkan sampai sekarang, ia masih merasakan sakit jika membayangkan kepergian Charlotte. Mungkin Sarah bisa menggantikan status kakaknya. Namun, ia tak bisa menggantikan posisi sang kakak di hati Aarav.

__ADS_1


Mendengar itu, entah mengapa Queenza luluh. Ia tatap sang papa yang mencoba untuk tidak menangis. Ia bisa kesedihan di mata papanya saat mengenang mendiang mamanya. Ia sangat ingin sekali memeluk lelaki paruh baya itu. Namun, perasaannya masih berat dan pada akhirnya ia hanya bisa terdiam.


Tanpa mereka tahu, seseorang menguping. Ia menyentuh dadanya yang terasa sakit. Jadi, selama ini Aarav masih mencintai Charlotte? Hati Sarah sungguh perih mendengar itu. Ia pikir suaminya telah melupakan sang kakak. Namun, ia salah. cinta Aarav tenyata sangat besar untuk Charlotte.


__ADS_2