
Sudah tiga bulan lebih Enza dkk berpacaran dengan Risky dkk. Dan sesuai dengan janji yang Aldo berikan kepada Vina hari itu, ia menembak Vina dengan cara yang romantis.
Aldo menyatakan perasaannya di pantai ditemani dengan cahaya jingga yang dihasilkan matahari sore yang tenggelam tertelan air pantai.
Bahkan tidak berhenti disitu, Aldo langsung melamar Vina untuk menjadi tunangan nya. Momen tersebut membuat teman teman mereka bahagia sekaligus terharu.
Namun, beberapa hari setelah momen bahagia itu, mereka dikejutkan dengan aksi tabrak lari yang dialami oleh Enza. Dan keadaan Enza sangatlah burukburuk saat itu.
Dan itu membuat Risky serta teman temannya merasa sangat terpukul. Bagaimana tidak, jika orang yang kita sayang tiba-tiba mengalami koma dan kita tidak tau kapan ia akan terbangun.
Sudah sebulan lebih Risky ada di rumah sakit menemani Enza, bahkan orang tua Enza sudah menyuruh Risky untuk pulang dan beristirahat. Tapi Risky tetaplah Risky yang keras kepala dan menolak dengan tegasnya, membuat orang tua Enza maupun Risky pasrah.
Risky pulang hanya mengambil baju bersih dari rumahnya kemudian kembali lagi untuk menemani Enza. Bahkan Risky melupakan sekolahnya. (toh dia tetap pintar)
Keadaan Risky saat ini sangat acak acakan dan kacau. Rambut terlihat kusut, memiliki kantong mata yang cukup tebal, mata yang memerah dan agak membengkak, serta muka yang terlihat tidak memiliki semangat hidup.
"Sayang, kumohon bangun. Apa kamu tidak merindukan kekasih tampan mu ini?" Risky tetap mencoba mengajak Enza bicara walaupun dia sendiri yakin tidak akan mendapatkan respon.
"Apa tidurmu sangat nyenyak dan bermimpi sangat indah sampai kamu tidak ingin bangun?" Lagi lagi Risky mencoba mengajak Enza berbicara.
"Kumohon bangun Enza!! Aku merindukan mu, merindukan senyuman mu, tingkah laku mu , perhatian mu padaku. Aku merindukan semuanya yang ada pada dirimu. Kumohon bangun sayang~" kali ini ucapan Risky terdengar lirih, bahkan air matanya sudah jatuh membasahi pipinya.
Risky bahkan menggenggam tangan Enza dan sesekali menciumnya, berharap dengan begitu Enza bisa sadar dari tidur panjangnya.
Risky terus saja mengajak Enza bicara dan sesekali bercerita tentang hal yang menurutnya lucu, berharap Enza membalas gurauan nya. Hingga pintu terbuka menampilkan teman temannya yang datang masih mengenakan seragam sekolahnya sambil membawa bunga.
"Gimana keadaan Enza Ky?" tanya Via kemudian duduk di samping Risky.
__ADS_1
"Belum ada perkembangan" jawab Risky lesuh.
Teman temannya yang lain hanya bisa menghela nafas panjang mendengarnya.
"Lo seneng banget ya En bikin kita khawatir kayak gini terus. Liat noh pacar lo yang udah kayak orang nggak terurus" ucap Vina sekaligus menyindir Risky. Risky hanya diam, memang begitulah dirinya saat ini.
"Enza nggak kangen apa sama Cilla, padahal kan Cilla kangen sama Enza" ucap Cilla yang ikut mengajak ngobrol Enza.
"Bangun dong sayang, temen temen kamu pada kangen sama kamu, aku juga kangen sama kamu, bahkan orang tua kamu juga kangen sama kamu, masak kamu nggak kangen sih sama kita. Janji deh kalo kamu bangun aku bakal turutin semua yang kamu mau. Jadi aku mohon bangun yahh~~" ucap Risky panjang lebar dengan tatapan sendu nya menatap Enza yang masih terbaring lemah.
Teman-teman Risky yang lain beralih menatap Risky dengan sedih, merasa kasihan dengan keadaan Risky saat ini.
Tak lama alat monitor yang menunjukkan detak jantung Enza berbunyi dan bergantikan dengan garis lurus. Risky yang melihat itu pun langsung panik, ia menyuruh Aldo untuk memanggil dokter.
Teman-teman nya yang lain juga tak kalah panik. Via mencoba menghubungi orang tua Enza. Risky semakin mengenggam erat tangan Enza.
Dokter pun bergegas menuju ruangan Enza dan menyuruh semua orang keluar termasuk Risky. Risky sebenarnya tidak mau, tapi apa boleh buat dia ditarik oleh Reno keluar ruangan.
Risky tak henti-hentinya merapalkan doa supaya Enza selamat. Tak berselang lama orang tua Enza datang bersama dengan orang tua Risky.
"Gimaa keadaan Enza? Dia baik baik ajakan?" tanya mama Enza, beliau benar benar khawatir dengan kondisi anaknya.
"Risky nggak tau ma, Risky takut Enza kenapa napa. Risky takut" ucap Risky menjawab pertanyaan mama Enza dan langsung menghambur ke pelukan mama sang kekasih dan langsung menangis sesenggukan. Biarlah ia dikata cengeng kali ini, ia tak peduli tentang itu. Yang dia pedulikan hanya Enza.
Mama Enza langsung membalas pelukan Risky dan tidak mengatakan apa apa. Orang tua Risky yang melihat anaknya seperti itu ikut merasa sedih.
Mereka menunggu dalam diam, Risky juga sudah berhenti menangis tapi masih menyisahkan sesenggukan kecil. Tiba-tiba pintu dibuka...
__ADS_1
'CEKLEKK'
Menampilkan dokter yang keluar sambil membuka maskernya.
"Bagaimana keadaan anak saya dok?" tanya papa Enza.
"Maaf, kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Anak anda......"
: :
: :
Bersambung
Hallo, aku comeback.... Ada yang kangen nggak sama cerita ini? kalo nggak ada yaudah nggak maksa kok aku. Hehehe
Menurut kalian ceritanya gimana? masih sama ya, ngebosenin. Iya sih menurut aku juga ngebosenin.
Tapi makasih loh ya, sama yang udah baca cerita ini. Aku berterima kasih banget sama kalian.
Nantikan part selanjutnya (kalo aku ada waktu buat update), jangan lupa LIKE AND COMMENT.
...THANK YOU READERS...
...LOVE YOU...
...💜💜...
__ADS_1