Queenza

Queenza
Bab 81


__ADS_3

Queenza menghapus air matanya. Ia beranjak lalu berbalik melangkahkan kakinya menuju ranjang di mana suaminya masih diikat. Air matanya kembali luruh melihat Abian yang terdiam seperti terkejut dengan apa yang terjadi.


Wanita cantik itu melepas ikatan dari tangan dan kaki suaminya. Setelah itu, ia tutupi tubuh telanjang sang suami dengan hati yang hancur. Ia peluk tubuh yang selalu membuatnya nyaman tersebut dengan terisak to. "Aku tidak akan melepaskannya." Dengan penuh amarah. "Mas, lihat aku. Jangan diam begini, Mas. Tidak apa-apa, ini bukan salahmu. Itu salah wanita sialan itu. Demi Tuhan, akan aku bunuh dia dengan tanganku sendiri," katanya dengan terus menangis mengecupi wajah suaminya yang masih diam dengan tatapan kosong.


Setelah kejadian itu, Queenza menelepon Maryam yang langsung datang dengan para pengawal profesional. Keduanya langsung dibawa ke rumah sakit terdekat dengan pengawalan ketat.


"Cari wanita sialan itu! Aku tidak mau tahu, temukan dia hidup-hidup. Aku harus memberinya pelajaran dengan tanganku sendiri," ujar Queenza pada Maryam. Ia sendiri kini tengah diperiksa oleh dokter.


"Nyonya, keadaan Anda baik-baik saja. Tapi, kondisi suami Anda tidak baik-baik saja. Beliau mengalami syok juga trauma berat. Jadi, Tuan Abian harus dirawat untuk beberapa hari," ujar Dokter setelah memeriksa sepasang suami istri tersebut. Bukan hanya dokter fisik, psikiater pun memeriksa keadaan Queenza dan Abian. Tanpa diperiksa pun pasti orang tahu Queenza memang memiliki gangguan kepribadian. Berbeda dengan Abian yang baru mengalami hal mengerikan ini, sehingga harus ditangani dengan serius.


Jika Queenza dulu melakukan dengan secara halus, berbeda dengan Ayyara yang memaksa hingga harga diri lelaki itu seakan hilang tak bersisa. Itulah yang Abian kini rasakan. Ia merasa minder, kacau dan merasa syok dengan apa yang terjadi sehingga ia seakan bersembunyi di dunia yang ia temukan.


"Miss, orang kita berkata bahwa Nona Ayyara pergi ke Singapur dengan pesawat komersil," ujar Maryam panik.


"Apa! Untuk apa dia ke Singapur?" tanya Queenza panik. "Hubungi Shraddha, cepat!" sentaknya pada sang asisten.


Maryam pun buru-buru menghubungi Shraddha. Tak menunggu lama, wanita cantik itu menerima panggilan.

__ADS_1


"Shraddha, apa semua baik-baik saja?" tanya Queenza. Ia cukup panik sebab tak menyangka bahwa wanita sialan itu tahu keberadaan anak tunggalnya.


"Semua aman, Beib. Jangan khawatir. Anakmu sungguh ceria. Aku suka menjaganya," jawab Shraddha dengan ceria.


Queenza sedikit lega dengan menghela napas pelan. "Shradu, dengarkan aku ...."


Queenza menjelaskan semua yang terjadi padanya juga Abian. Ia bercerita tentang gilanya Ayyara yang melecehkan Abian dan misi balas dendamnya bersama Narapati. Mendengar itu, Shraddha sangat terkejut. Ia tak menyangka bahwa sosok Ayyara yang terkenal lembut memiliki sisi menyeramkan.


"Karena itulah, jagalah Tatjana dengan ketat. Dan jika bisa, tahan dia di sana. Sebentar lagi aku akan terbang menyusul. Aku harus membalas dendamku padanya, Shradu. Dia sudah membuat suamiku trauma bahkan sampai sekarang ia masih diam."


"Tentu saja, Queen. Aku akan membantumu. Saad Bhai juga pasti membantu. Benar-benar gila wanita itu. Untung saja bhai-ku sudah pisah darinya," omel Shraddha.


"Kau tenanglah, Queen. Di sini aku akan membantumu. Segeralah datang untuk mewujudkan misi balas dendammu. Aku janji akan membawa Tatjana ke tempat yang lebih aman dan tak ada seorang pun yang akan tahu di mana dia selain aku," ujar Shraddha mencoba menenangkan sahabat.


"Tentu, sekarang juga aku akan terbang. Sekali lagi, terima kasih karena sudah mau membantu. Aku janji akan membalas semuanya suatu hari," kata Queenza merasa terharu.


"Santai saja, kita kan sissy. Baiklah, kau hati-hati. Aku akan membawa anakmu ke tempat lain. Aku akan memberikan lokasinya dan akan meninggalkan alat apa pun yang bisa melacak keberadaanku. Jadi, aku tidak akan membawa ponselku."

__ADS_1


Shraddha pun memberikan sebuah kode rahasia untuk menemukannya. Akan ada orang kepercayaan Shraddha yang akan menghubungi Queenza dan butuh kode rahasia itu untuk utusannya tahu siapa orang yang dimaksud bossnya.


"Itu adalah kode rahasia miliku. Setiap anggota keluargaku memiliki satu kode rahasia. Jadi, jika mereka menyebutkan kode lain, orang kepercayaan kami tidak akan membawa ke anggota keluarga lain. Hapalkan, jangan sampai kau tulis atau rekam."


"Baiklah, terima kasih. Aku akan pergi sekarang juga."


Setelah itu, Queenza mematikan panggilannya.


"Maryam, apa semua sudah siap?" tanya Queenza.


"Sudah, Miss. Dua puluh lima pengawal dengan pesawat helikopter yang akan membawa Anda ke bandara serta jet Anda sudah siap," jawab Maryam serius.


"Good. Aku perayakan suamiku padamu. Jaga dia sebaik mungkin. Jangan biarkan seorang pun menemuinya. Siapa pun, Maryam," kata Queenza serius.


"Tentu, Miss. Saya akan menjaga Tuan bahkan dengan nyawa saya," jawab Maryam.


"Aku benar-benar beruntung memilikimu, Maryam. Terima kasih."

__ADS_1


Setelah berbincang sebentar dengan dokter, Queenza pun pergi menuju lantai atas rumah sakit dengan helikopter siap membawanya terbang. Semua pengawal memberi hormat pada Queenza dan langsung membantu bos mereka masuk helikopter. Tak lama, transportasi udara itu terbang. Queenza hanya bisa menatap gedung rumah sakit dengan tatapan sedih.


Mas, jangan takut. Aku akan membalas seribu kali lipat perbuatan yang dia lakukan padamu. Aku bersumpah bahkan kematian tidak akan menolongnya dari balas dendamku! Queenza menutup mata dengan mengepalkan tangannya dengan kuat.


__ADS_2