Queenza

Queenza
Bab 74


__ADS_3

Queenza Safaluna, nama yang sangat indah dengan paras yang begitu cantik dengan bola mata berwarna biru meski ia selalu tutupi dengan lensa mata cokelat seperti mendiang ibunya itu tak akan pernah disangka orang sebagai wanita yang memiliki obsesi besar. Ia akan selalu membuat hidupnya sempurna seperti yang ia mau. Jika ada sedikit saja orang yang mengganggu, habislah mereka di tangannya. Wajah cantiknya hanya kamuflase dari sifat mengerikan yang ia sembunyikan hanya untuk orang-orang yang berani mengganggu ketenangannya. Siapapun dia, tidak akan bisa lolos dari cengkramannya.


Kini, ketika hidupnya tengah baik-baik saja, seseorang berniat mengganggu, membuat jiwa pemburunya kembali datang. Ia tak akan membiarkan tikus sialan itu mengganggu ketenangan dan akan ia musnahkan dengan mudah.


Sama seperti sekarang, Queenza tengah duduk di ruang kerjanya setelah sampai beberapa jam lalu. Jika Nana dan Tatjana langsung istirahat, berbeda dengan sang ratu yang langsung ke ruang kerja dan menyalakan laptop kesayangannya. Sudah dua jam ia duduk di sana menatap angka-angka dan kode rahasia yang pasti tak akan dimengerti oleh orang awam biasa.


"Narapati Kagendra, kau pikir kau sehebat itu mencoba menyerangku? Bahkan kau kalah oleh si tua Aarav yang tak ada apa-apanya," ujar Queenza tersenyum sinis.


Setelah selesai dengan misi awal, ia menutup MacBook-nya, hingga tiba-tiba ia teringat sesuatu. "Aku lupa memberi kabar Mas Bian." Ia tepuk dahinya, lalu berjalan menuju kamar sebab ia menaruh ponsel di sana.


Sampai di kamar, Queenza meraih benda pipih yang tergeletak di atas tempat tidur, lalu membuka aplikasi hijau dan langsung melakukan panggilan video. Tanpa menunggu lama, Abian langsung menerimanya.


"Sayang! Dari mana saja kamu? Aku benar-benar khawatir," sahut Abian di ujung telepon.


"Maaf, aku lupa mengabari," ujar Queenza tersenyum manis.


"Tadi aku hubungi Nana karena khawatir sudah lebih dari tiga jam kalian mendarat tapi tak ada kabar. Lalu katanya kamu sedang di ruang kerja. Allah, kamu baru sampai langsung mengurus pekerjaan. Jangan begitu, Sayang. Kamu harus istirahat," kata Abian panjang lebar membuat Queenza tersenyum.


"Iya, Mas. Aku cuma ngecek dokumen untuk bahas meeting besok. Ini juga sudah selesai. Mas sedang apa?" tanya Queenza.


"Mas baru sampai kantor. Sepanjang malam tidak bisa tidur gara-gara tidak memelukmu, Sayang. I really miss you," rengek Abian yang membuat Queenza tertawa.


"Baru satu hari sudah begitu. Lebay, ah."


"Kenapa lebay? Memang benar, kok. Aku tidak bisa tidur. Mana pas bangun tidak melihat wajah cantik istriku. Salat subuh pun makmumnya tidak ada. Ah, hidup macam apa ini?" keluh laki-laki berjas cokelat itu mendesah.

__ADS_1


"Suamiku merajuk," kekeh Queenza.


"Kamu tidak merindukanku?" tanya Abian.


"Hmmmmm tadi sih kangen, tapi sekarang setelah lihat wajah tampan Mas, rinduku sedikit terobati. Apalagi ada Tatjana di sini yang sangat sangat mirip dengan Mas. Jadi, tidak terlalu rindu," jawab Queenza menahan senyum. Ia sangat suka menggoda Abian yang selalu seperti anak kecil yang merajuk saat Queenza mengeluarkan jurus sikap dingin dan datarnya.


"Curang! Harusnya kamu membuatkanku Queenza mini juga, agar saat tidak ada kamu di sampingku setidaknya ada yang menggantikan. Lagipula Ana sudah cukup besar untuk memiliki adik," protes Abian yang membuat Queenza tertawa.


"Aku gak pakai alat kontrasepsi loh. Kenapa jadi menyalahkanku?" tanya Queenza.


"Oh ya? Memang? Bukannya kamu pakai yang di dalam?" tanya Abian. Setahunya sang istri menggunakan alat kontrasepsi untuk memberi jarrak agar Tatjana tak memiliki adik segera.


"Aku lepas satu minggu lalu," jawab Queenza tersenyum lebar.


"Dasar curang!" kata Abian tak terima.


Abian tersenyum melihat tawa istrinya. Queenza ini tipikal yang jarang sekali tertawa. Kalau senyum pasti ia berikan pada orang yang disayanginya. Namun, untuk tertawa sangatlah sulit. Hanya celetukan Tatjana yang bisa membuatnya tertawa kecil.


"Kenapa diam?" tanya Queenza setelah puas tertawa.


"Your laugh it's so sexy," ujar Abian Yang membuat Queenza menautkan alisnya. "Ah, tawa lagi seperti tadi, Sayang. Aku paling benci raut wajah dinginmu itu."


"Nyenyenyenye." Queenza meledek suaminya.


"Kamu sangat menggemaskan saat meledekku seperti itu. Andai kamu di sini, sudah aku makan bibir tipismu itu," kata Abian tertawa.

__ADS_1


"Baiklah, aku tutup panggilannya, ya. Aku mengantuk, juga sebelum tidur ingin salat sepertiga malam dulu," ujar Queenza menatap jam yang menunjukkan pukul tiga pagi. Kebetulan mereka memang sampai tengah malam.


"MashaAllah salehah sekali istriku. Istirahatlah, Sayang. Aku sangat mencintai dan merindukanmu," ujar Abian tersenyum menatap istrinya dengan begitu dalam.


"Aku juga mencintaimu, Mas. Kamu adalah satu-satunya orang yang membuatku merasa memiliki teman hidup. Terima kasih karena telah hadir dan mencintaiku," jawab Queenza tulus.


Abian sedikit terkesiap mendengarnya. Selama menikah, jarang sekali Queenza menunjukkan rasa cintanya. Ia selalu menjadi sosok hangat tetapi juga sangat pandai menyembunyikan perasaan. Namun kini, Abian sangat terharu mendengar perkataan istrinya. Ia tak menyangka bahwa cintanya dibalas oleh Queenza dengan sama besarnya.


"Ya Allah, beri aku pintu ke mana saja Doraemon, please. Aku ingin sekali memeluk istriku," ujar Abian dengan tatapan berkaca-kaca.


"I miss you too hubby. Aku pasti tak nyaman juga tidur tanpa dipeluk olehmu," jawab Queenza tersenyum.


Hingga tiba-tiba asisten Abian datang dan memberi tahu bahwa meeting akan segera dimulai.


"Baiklah, kamu bisa istirahat. Aku akan pergi meeting dulu. Ingat, jangan memforsir tubuhmu demi pekerjaan. Aku mencintaimu, Sayang. Salam juga pada peri kecilku," kata Abian.


"Semangat kerjanya, Hubby. I love you too. Assalamualaikum."


"Waaalaikumsalam."


Akhirnya sambungan telepon pun berakhir. Queenza menatap wallpaper ponselnya yang terpajang foto dirinya beserta Abian juga Tatjana.


"Mas, aku tidak akan membiarkan keluarga kita terpecah. Aku sangat mencintaimu dan tak akan rela kamu direbut siapapun. Akan aku kirim orang yang berniat merebutmu dariku ke neraka!" kata Queenza menatap lembut foto suaminya.


Jiwa iblisnya benar-benar keluar saat Ada orang yang mencoba mengusik ketenangan Queenza, apalagi saat tahu siapa yang berniat menghancurkan rumah tangganya.

__ADS_1


"Jika dulu kamu gagal mempertahankannya, aku akan melakukan apa pun untuk mempertahankan suamiku. Aku tak peduli kamu adikku, akan aku lawan jika kamu benar-benar ingin mengusikku, Ayyara. Hatiku sakit jika kembali harus menyerangmu, tapi aku juga tidak bisa diam jika ada seorang wanita yang ingin memiliki suamiku. Ck! jangan kamu kira karena aku telah menjadi seorang ibu jiwa iblisku hilang. Justru setelah kelahiran Tatjana aku semakin hati-hati dari sebelumnya," ujar Queenza menaruh ponselnya, lalu beranjak menuju kamar mandi untuk bersiap salat sunah sepertinya yang ia katakan pada Abian.


__ADS_2