Queenza

Queenza
Bab 60


__ADS_3

Pagi hari pun tiba. Semua penghuni kediaman Queenza berkumpul di ruang makan. Mereka tengah menikmati sarapan yang telah dihidangkan pelayan. Queenza sang nyonya rumah pun sibuk menyuapi anak perempuan kesayangannya yang pagi itu sangat manja. Begitu juga Abian dan Nana fokus dengan makanan mereka. Namun, berbeda dengan Ayana yang hanya melamun menatap sandwich di tangannya.


Queenza dan Abian saling tatap melihat raut kesedihan artis cantik itu. Akhirnya Queenza yang duduk di sampingnya pun menepuk lengan sang adik hingga ia menoleh.


"Habiskan sarapanmu," ujar Queenza.


Ayana pun hanya tersenyum seraya mengangguk. Kebetulan hari ini adalah hari minggu yang berarti hari libur untuk semua. Mereka tak berencana ke mana-mana dan hanya menghabiskan waktu di rumah saja.


"Yahhhhh kalah lagi," ujar Tatjana dengan raut sedih sebab kalah bermain game dengan Nana. Kedua perempuan beda usia itu memang selalu menghabiskan waktu bersama entah bermain game atau bermain boneka dan lainnya. Sedangkan Queenza, Abian dan Ayana kini berada di gazebo untuk membahas kelanjutan rumah tangga sang artis ternama itu.


"Aku gak mau orang tahu rumah tanggaku hancur, Kak," lirih Ayana. "Aku pernah gagal berumah tangga, sekarang juga begitu. Kalau orang luar tahu pasti akan ada banyak omongan tentangku."


"Aya, apa keselamatanmu tak lebih berharga dari omongan netizen itu? Come on, Aya. Jangan pernah mendengar apa kata orang. Kalau kita selalu mendengar apa kata mereka, hidup kita gak akan bahagia," ujar Queenza meyakinkan Ayana.


"Kak, posisi kita itu berbeda. Aku public figure, sedangkan Kakak orang dibalik layar. Apa pun yang aku lakukan akan menjadi pusat perhatian, Kak. Kakak gak akan ngerti di posisiku," kata Ayana sedikit emosi mendengar perkataan kakak sambungnya itu. Melihat wajah Queenza yang menatapnya, ia sadar telah berlaku kasar dan meminta maaf.

__ADS_1


"Sudahlah, lupakan saja. Lalu, apa yang akan kamu lakukan?" tanya Queenza kembali.


"Entahlah, Kak. Aku juga bingung harus gimana." Ayana mengusap wajahnya dengan kasar. Wanita cantik itu sungguh tak tahu harus berbuat apa. Ia tak mau kembali pada Saad, tetapi untuk berpisah pun ia harus mengumpulkan keberanian untuk melawan pengusaha besar itu.


"Bunda ...."


Queenza menoleh saat sang anak memanggil. "Ada apa, Sayang?" tanya Queenza.


"Aku mau puding buatan Bunda. Rasa stroberi," ujar bocah itu dengan menggemaskan.


"Ingin buatan Bunda? Gak mau buatan chef saja?" tanya Queenza.


"Aduh, anak ayah gak boleh cemberut gini, dong. Coba rayu Bunda baik-baik untuk membuatkan pudingnya," kata Abian mengusap kepala sang anak.


"Bunda, can you make a strawberry pudding for me? Please," mohon gadis kecil itu dengan imutnya.

__ADS_1


"Ya Allah, manis sekali anakku," puji Queenza menyandarkan kepalanya di bahu Abian. "Oke, Bunda akan buatkan Tatjana puding terenak di dunia!" katanya dengan semangat.


"Yeay, aku mau bantu Bunda buat puding. Kak Nana, ayo kita ke dapur bantu Bunda buat puding stroberi," teriak Tatjana berlari masuk rumah kembali.


Abian dan Queenza tersenyum menatap sang anak. Lalu, wanita cantik bergaun rumahan itu beranjak. "Aku ke dalam dulu. Kalian mengobrollah." Queenza pun melangkahkan kakinya menuju dapur.


Kini, tinggal Abian dan Ayana. Wanita itu menatap sang mantan suami yang masih saja menatap istrinya dengan senyuman yang mengembang.


"Bahagia ya, Mas," ujar Ayana tiba-tiba membuyarkan kekaguman lelaki itu pada sang istri.


Abian pun hanya menghela napas melihat tatapan sedih Ayana.


"Andai aku dulu memperjuangkan Mas, mungkin hidupku tak akan semenderita ini," lirih Ayana dengan air mata menetes.


"Lupakan masalalu, Aya. Ini sudah menjadi takdir kita. Kuatlah, Allah tidak akan menguji melebihi kemampuan umatnya. Kamu pasti bisa melalui segalanya," kata Abian mencoba menghibur.

__ADS_1


Ayana pun hanya terdiam dengan masih meneteskan air mata. Abian sendiri bingung harus berbuat apa. Mau memeluk sudah tidak etis, akhirnya ia hanya bisa menepuk bahu mantan istrinya itu.


Mas, kamu satu-satunya lelaki yang baik padaku. Sungguh menyesal aku melepasmu hanya karena takut dengan ancaman Kak Queenza. Apakah waktu bisa diputar kembali untukku memilikimu? tanya Ayana menutup wajahnya merasa sakit yang teramat sakit.


__ADS_2